النساۤء (An-Nisa')
Per AyatMushaf
اِنَّ
sesungguhnya
الْمُنٰفِقِيْنَ
orang-orang munafik
يُخٰدِعُوْنَ
(mereka) akan menipu
اللّٰهَ
Allah
وَهُوَ
dan Dia
خَادِعُهُمْۚ
membals tipuan mereka
وَاِذَا
dan apabila
قَامُوْٓا
mereka berdiri
اِلَى
kepada/untuk
الصَّلٰوةِ
sholat
قَامُوْا
mereka berdiri
كُسَالٰىۙ
malas
يُرَاۤءُوْنَ
mereka riya'/ingin dilihat
النَّاسَ
manusia
وَلَا
dan tidak
يَذْكُرُوْنَ
mereka ingat
اللّٰهَ
Allah
اِلَّا
kecuali
قَلِيْلًاۖ
sedikit
﴿١٤٢﴾
Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk salat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud ria (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.
635 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya cara-cara yang ditempuh orang-orang munafik merupakan bentuk tipudaya kepada Allah ,dengan apa yang mereka tampakkan dari keimanan dan apa yang mereka sembunyikan dari kekafiran mereka, lantaran persangkaan mereka bahwa hal itu akan samar bagi Allah, padahl sebenarnya Allah tengah membalas tipu daya mereka dan akan memberikan balasan kepada mereka dengan balasan yang serupa dengan amal perbuatan mereka. Dan apabila mereka, orang-orang munafik, tegak berdiri untuk mengerjakan shalat, mereka beranjak untuk mengerjakannya dalam kemalasan. Mereka hanya bertujuan riya dan sum’ah denagan shalat mereka, dan tidak mengingat-ingat dan menyebut Allah,kecuali hanya sedikit saja.
Sumber: https://tafsirweb.com/1674-surat-an-nisa-ayat-142.html
Tafsir as-Sa'di
142. Allah memberitakan tentang orang-orang munafik yang bersipat buruk dan tanda-tanda yang jelek, dan bahwa jalan mereka adalah menipu Allah, yaitu, yaitu mereka menampakan keimanan dan menyembunyikan kekufuran dengan tindakan. Mereka mengira bahwa hal itu tidak dilihat oleh Allah danhamba-hambaNya yang lain.Padahal sebenarnya Allah-lah yang membalas tipuan mereka, karena hanya terjadinya dengan sipat dan sikap tersebut pada mereka dan konsistennya mereka padanya, itu sebenarnya tipuan terhadap diri mereka sendiri, dan tipu daya apalagi yang lebih menykitkan dari orang yang berusaha keras namun hanya menghasilkan kehinaan dan kerendahan bagi dirinya sendiri, dan tidak mendapatkan apa-apa dengan hal itu saja bahwa menunjukan pelakunya yidak berakal, di mana ia menyatukan kemaksiatan yang dipandang sebagai suatu kebaikan dan mengira bahwa hal itu adalah hasil dari akal dan tipu dayanya, dan bahwa Allah yang mengetahui keburukan yang di timbulkan oleh kebodohan dan kehinaan atas pemiliknya, dan di antara pendurtaan Allah di antara mereka adalah apa yang di sebutkan Allah dalam firmanNya, "Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: “Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu”. Dikatakan (kepada mereka): “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)”. Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu.Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa. Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu". (Al-Hadid : 13-14) Dan diantara sipat-sipat mereka adalah bahwa, “apabila mereka berdiri untuk shalat,” bila mereka melakukannya, yang merupakan perbuatan ketaatan yang paling agung, ”mereka berdiri dengan malas,” mereka merasa berat melakukannya dan mengerutu dalam melakukannya. Rasa malas itu tidaklah ada kecuali karena tidak adanya kehendak untuk melakukannya dalam hati mereka, dan sekiranya bukan karena hati mereka itu kosong dari keinginan kepada Allah dan kepada apa yang ada di sisiNya serta tidak ada keimanan, pastilah tidak ada rasa malas dalam diri mereka."mereka RIYA ingin dilihat manusia" yaitu, inilah yang muncul sebagai rahasia diri mereka dan nilah yangmenjadi tujuan amalan mereka, ingin dilihat oleh orang lain, mereka menginginkan penglihatan manusia tertuju pada mereka sehingga mendapatkan pengagungan dan penghormatan dari mereka dan tidak ikhlas kepada Allah. Oleh karena itu "mereka tida mengingat Allah kecuali sedikit" karena sudah penuhnya hati mereka dengan riya, karena dzikir kepada Allah dan mendawamkannya tidak mungkin bias kecuali oleh seorang mukmin yang hatinya penuh dengan kecintaannya kepada Allah dan pengagungan kepada Nya.
Sumber: https://tafsirweb.com/1674-surat-an-nisa-ayat-142.html
Tafsir Al-Wajiz
142 Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dengan menampakkan keimanan dan menyimpan kekufuran, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Atau akan menghukum mereka di akhirat. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat seperti orang muslim di dunia maka mereka bermaksud menjaga keselamatan dan harta mereka saja, mereka berdiri dengan malas.Mereka bermaksud riya di hadapan manusia. Mereka tidak bermaksud menjalankan perintah agama, namun agar orang mukmin menyangka mereka beriman. Dan tidaklah mereka menyebut Allah dalam shalat mereka kecuali sedikit sekali.Itu terjadi ketika mereka terpaksa.
Sumber: https://tafsirweb.com/1674-surat-an-nisa-ayat-142.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 142-143 Telah disebutkan di permulaan surah Al-Baqarah firman Allah سبحانه وتعالى: (Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman) (Surah Al-Baqarah: 9).Di sini, Allah juga berfirman, (Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka) Tidak diragukan lagi bahwa Allah tidak mungkin diperdaya, karena Dia Maha Mengetahui rahasia dan hal yang disembunyikan dalam hati. Akan tetapi orang-orang munafik itu, karena kebodohan, kurangnya pengetahuan dan pemahaman, mereka percaya bahwa situasi mereka itu seperti yang diasumsikan oleh orang-orang di sekitar mereka dan hukum syariat tampak. Mereka juga berpikir bahwa itu terjadi pada keputusan Allah bagi mereka pada hari kiamat dan bahwa perkara mereka itu ada di sisiNya, sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah سبحانه وتعالى bahwa mereka pada hari kiamat akan bersumpah kepada Allah bahwa mereka telah berjalan pada jalan lurus dan benar, dan mereka meyakini bahwa hal ini akan bermanfaat bagi mereka di sisi Allah.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman, ((Ingatlah) hari (ketika) mereka semua dibangkitkan Allah lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan musyrikin) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu; dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh suatu (manfaat). Ketahuilah, bahwa sesungguhnya merekalah orang-orang pendusta (18)) (Surah Al-Mujadilah).Firman Allah (dan Allah akan membalas tipuan mereka) yaitu Allah membiarkan mereka dalam kedurhakaan dan kesesatan mereka. Dia menjauhkan mereka dari kebenaran dan jalan menuju Allah di dunia, begitu juga pada hari kiamat. Firman Allah, (Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia.Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali) ini adalah sifat orang-orang munafik dalam mengerjakan shalat yang merupakan amalan yang paling mulia, paling utama, dan paling baik. Ketika mereka melakukan shalat, melakukannya dengan malas karena mereka tidak memiliki niat, keimanan, dan kekhusyu’an untuk melakukannya, serta tidak memikirkan maknanya. Firman Allah: (Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas) Ini adalah sifat yang tampak dari mereka, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas) [Surah At-Taubah: 54].Kemudian Allah menyebutkan sifat-sifat buruk yang ada dalam diri mereka, lalu Allah berfirman: (Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia) yaitu mereka tidak memiliki keikhlasan atau hubungan yang baik dengan Allah.Sebaliknya, mereka menampakkan hal itu kepada manusia untuk berpura-pura dan membujuk mereka. Itulah sebabnya mereka seringkali meninggalkan shalat, terutama ketika orang-orang tidak menyaksikan mereka di waktu-waktu yang gelap seperti shalat ‘isya’ dan shalat subuh. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda: "Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Subuh.Jika mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan datang meskipun dengan merangkak. Aku sangat berkeinginan agar shalat ditegakkan, lalu aku perintahkan seorang laki-laki shalat bersama orang lain, sedangkan aku bersama beberapa laki-laki pergi membawa kayu bakar menuju orang-orang yang tidak ikut shalat berjamaah, hingga aku dapat membakar rumah mereka " Firman Allah, (Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali) yaitu saat shalat, mereka tidak khusyu’ dan tidak mengetahui apa yang mereka ucapkan, bahkan mereka lupa dan teralihkan, dan mereka berpaling dari kebaikan yang seharusnya mereka dapatkan. Firman Allah: (Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini dan tidak (pula) kepada golongan itu) yaitu bahwa orang-orang munafik itu bingung antara keimanan dan kekafiran, mereka tidak benar-benar bersama orang-orang mukmin secara tampak maupun dalam hati mereka dan tidak pula bersama orang-orang kafir secara tampak maupun hati mereka.Secara tampak, mereka bersama orang-orang mukmin, tetapi dalam hati, mereka bersama orang-orang kafir. Di antara mereka ada yang merasa ragu, kadang-kadang dia condong kepada golongan ini dan kadang-kadang dia condong kepada golongan itu. (Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti….) (Surah Al-Baqarah:20).Mujahid berkata tentang ayat (Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini) yakni para sahabat nabi Muhammad ﷺ (dan tidak (pula) kepada golongan itu) yaitu orang-orang Yahudi. Oleh karena itu, Allah سبحانه وتعالى berfirman: (maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan baginya) yaitu siapa saja yang Dia belokkan dari jalan petunjuk, (maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya) (Surah Al-Kahfi: 17) bahwa siapa saja yang disesatkan Allah maka tidak ada yang bisa memberi petunjuk baginya.Orang-orang munafik yang telah disesatkan dari jalan Allah itu tidak akan mendapatkan orang yang menunjukkan dan membimbing mereka untuk keluar dari situasi mereka saat itu. Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى adalah Dzat yang tidak bisa dihalangi keputusanNya dan tidak dimintai pertanggungjawaban atas apa yang Dia perbuat, sedangkan mereka akan dimintai pertanggungjawaban.
Sumber: https://tafsirweb.com/1674-surat-an-nisa-ayat-142.html
Informasi
Surat
النساۤء (An-Nisa')
Wanita — 176 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
142 dari 176 ayat
Juz
Juz 5
Halaman
Halaman 101
Ruku
Ruku 82
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 20 (40/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-635 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-4