النساۤء (An-Nisa')

Per AyatMushaf
۞
لَا
tidak
يُحِبُّ
menyukai
اللّٰهُ
Allah
الْجَهْرَ
terus terang
بِالسُّوْۤءِ
dengan/pada yang buruk
مِنَ
dari
الْقَوْلِ
ucapan
اِلَّا
kecuali
مَنْ
dari
ظُلِمَ
teraniaya
ۗ
وَكَانَ
dan adalah
اللّٰهُ
Allah
سَمِيْعًا
Maha Mendengar
عَلِيْمًا
Maha Mengetahui
﴿١٤٨﴾
Allah tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan) secara terus terang kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
641 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Allah tidak menyukai sesorang yang mengeraskan suara dengan ucapan yang buruk. Akan tetapi,diperbolehkan bagi orang yang terzhalimi untuk menyebut orang yang menganiayanya dengan tindakan keburukan yang ada padanya untuk menjelaskan bentuk kezhalimannya. Dan Allah Maha Mendengar ucapan yang kalian keraskan lagi Maha Mengetahui ucapan yang kalian sembunyikan.

Sumber: https://tafsirweb.com/1680-surat-an-nisa-ayat-148.html

Tafsir as-Sa'di

148. Allah mengabarkan bahwa Dia tidak menyukai perkataan buruk yang di ucapkan dengan terang-terangan, artinya, Allah membencinya, Allah melaknatnya, dan menyiapkan hukuman atasnya. Termasuk didalamnya adalah seluruh perkataan yang buruk yang menjelekan dan menyedihkan, seperti celaan, tuduham, umpatan, dan semacamnya.Semua itu adalah diantara hala-hal yang dilarang yang sangat di benci oleh Allah. Pemahaman terbalik dari ayat ini adalah Allah menyukai perkataan yang baik, seperti dzikir dan perkataan yang baik lagi lembut. Dan FirmanNya, “kecuali oleh orang-orang yang dianiaya,’ maksudnya, ia mengadukan kezhalimanNya, dan terang-terangan menyampaikan perkara jelek kepada orang-orang yang melantangkan perkataan jelek kepadanya tanpa ia dusta atasnya, dan tidak pula melebihi dari kezhaliman yang yang dirasakanNya, dan tidak pula melebihi celaanya itu kepada selain orang yang telah menzhalimainya.Namun demikian, tindakannya untuk memaafkan dan tidak membalasnya adalah lebih utama sebagaimana dalam FirmanNya "barang siapa yang memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya oleh Allah" (asy-syu’ara:40). "Dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui" Ketika ayat ini mencaku semua perkataan yang buruk, yang baik dan yang mubah, Allah memberitahukan bahwa Dia Maha mendengar sehingga mendengar semua ucapan-ucapan kalian, maka wasapadalah dari berucap dengan ucapan yang dimurkai Allah yang menyebabkan kalian dihukum gara-gara ucapan itu, dalam ayat ini juga terdapat satu dorongan untuk berucap yang baik, Allah maha mengetahui segala niat-niat kalian dan dasar ucapan-ucapan kalian.

Sumber: https://tafsirweb.com/1680-surat-an-nisa-ayat-148.html

Tafsir Al-Wajiz

148 Allah tidak menyukai ucapan buruk, yang diucapkan dengan terus terang seperti cacian dan hinaan, Allah akan menghukum perbuatan itu. Namun untuk orang yang dianiaya maka dia hendaknya mengatakan kepada hakim atau orang yang mempunyai kekuasaan: Aku telah dizalimi oleh seseorang. Ini untuk memungkinkan mencegah kezaliman dan memenuhi haknya.Allah Maha Mendengar atas keluh kesah orang yang terzalimi, lagi Maha Mengetahui atas kezaliman orang-orang zalim, dan Maha Memberi hukuman kepada mereka. Mujahid berkata: Ada seorang yang bertamu kepada suatu kaum, kemudian kaum itu menzaliminya, kemudian dia mengadu atas kezaliman itu. Lalu turunlah ayat ini sebagai kemurahan untuk pengaduan atas kezaliman.

Sumber: https://tafsirweb.com/1680-surat-an-nisa-ayat-148.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 148-149 Ibnu Abi Tahlhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang ayat ini, dia berkata, "Allah tidak suka seseorang berdoa untuk melawan seseorang kecuali jika dia dizalimi. Dia memberi kelonggaran baginya untuk berdoa untuk melawan orang yang telah menzaliminya, dan itulah firmanNya: (kecuali oleh orang yang dianiaya). Jika dia bersabar, maka itu lebih baik baginya.Hasan al-Bashri berkata, "Dia tidak seharusnya berdoa buruk untuk seseorang, tetapi dia sebaiknya berkata, 'Ya Allah, bantulah aku melawan orang ini dan berikanlah hakku darinya” Dalam riwayat lain darinya, dia berkata, "Allah telah memberi kelonggaran baginya untuk berdoa melawan orang yang menzaliminya tanpa menyerangnya" Abdul Karim bin Malik Al-Jazari berkata tentang ayat ini, "Ini adalah orang yang mengumpatmu, lalu kamu mengumpatnya kembali. Tetapi jika dia membuat tuduhan palsu terhadapmu, maka janganlah kau buat tuduhan palsu terhadapnya, berdasarkan firmanNya: (Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka (41)) [Surah Asy-Syura].Firman Allah: (Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa (149)) yaitu wahai manusia, jika kalian menyebarkan kebaikan atau menyembunyikannya, atau memaafkan orang yang berbuat jahat terhadap kalian, maka itu adalah tindakan yang mendekatkan kalian kepada Allah dan itu akan memperbanyak pahala kalian di sisiNya, karena di antara sifat Allah adalah Dia memaafkan hamba-hambaNya meskipun Dia Maha Kuasa untuk menghukum mereka. Oleh karena itu, Allah berfirman (maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa) Oleh karena itu juga di sebutkan dalam suatu riwayat bahwa para malaikat yang menyangga ‘Arsy itu mensucikan Allah, lalu sebagain mereka berkata,”Maha suci Engkau atas kemurahanMu atas pengetahuanMu” dan sebagian lainnya berkata,”Maha suci Engkau atas pemaafanMu atas kuasaMu” dalam hadits shahih disebutkan: "Tidaklah sedekah itu mengurangi banyaknya harta.Tidaklah Allah itu menambahkan seseorang dengan pemaafannya, melainkan akan bertambah kemuliaannya. Dan tidaklah seseorang tunduk kepada Allah, melainkan Dia mengangkat derajatnya"

Sumber: https://tafsirweb.com/1680-surat-an-nisa-ayat-148.html

Informasi

Surat

النساۤء (An-Nisa')

Wanita — 176 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

148 dari 176 ayat

Juz

Juz 6

Halaman

Halaman 102

Ruku

Ruku 82

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 21 (41/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-641 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-4