النساۤء (An-Nisa')
Surat ke-4, Ayat ke-150
اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْفُرُوْنَ بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖ وَيُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّفَرِّقُوْا بَيْنَ اللّٰهِ وَرُسُلِهٖ وَيَقُوْلُوْنَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَّنَكْفُرُ بِبَعْضٍۙ وَّيُرِيْدُوْنَ اَنْ يَّتَّخِذُوْا بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيْلًاۙ
Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, “Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain),” serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir),
📚 Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang kafir kepada Allah dan rasul-rasulNya dari kalangan yahudi dan nasrani, dan menginginkan untuk membeda-bedakan antara Allah dan rasul-rasulNya dengan hanya beriman kepada Allah dan mendustakan rasul-rasulNya yang Allah utus kepada makhluk-makhlukNya atau mereka mengakui kebenaran sebagian rasul saja tanpa sebagian yang lain dan berprasangka bahwa sebagian mereka telah mengada-adakan kedustaan atas Nama tuhan mereka,dan mereka hendak mengadakan jalan menuju kesesatan yang mereka buat-buat sendiri dan bid’ah yang mereka ada-adakan.
Sumber: https://tafsirweb.com/1682-surat-an-nisa-ayat-150.html
📚 Tafsir as-Sa'di
150. Di sini ada dua bagian yang telah Allah jelaskan masing-masing dari keduanya: Pertama, seorang yang beriman kepada Allah, kepada seluruh rasulnya dan kitab-kitabnya, dan kedua, semua yang kafir kepada itu semua. Maka tersisa orang yang ketiga yaitu orang yang mengaku ia beriman kepada sebagian rasul dan tidak sebagian lainnya, dan bahwa hal ini adalah jalan menyelamatkan dari siksaan Allah.
Sesungguhnya hal itu tiada lain hanyalah angan-angan belaka, sesungguhnya orang-orang itu menghendaki pemisahan antara Allah dan RasulNya. Sesungguhnya barangsiapa yang berwali kepada Allah secara sungguh-sungguh,niscaya ia akan berwali kepada seluruh RasulNya, karena itu merupakan kesempurnaan perwaliannya, dan barangsiapa yang memusuhi seorang rosul sesungguhnya ia telah memusuhi Allah dan memusuhi seluruh RasulNya, sebagaimana firman Allah "barang siapa yang memusuhi Allah (sampai akhir ayat)(Al-Baqarah:98). Demikian juga halnya orang yang kafir terhadap seorang rasul sesungguhnya ia telah kafir kepada seluruh rasul, bahkan kepada rasul yang ia mengaku bahwa ia beriman kepadaNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/1682-surat-an-nisa-ayat-150.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
150 Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan juga yang beriman kepada Allah namun ingkar kepada sebagian rasul atau bahkan semua rasul, dan bermaksud membedakan antara keimanan kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebagian rasul dan kami ingkar terhadap sebagian yang lain”, mereka adalah orang-orang Yahudi yang beriman kepada kerasulan Musa, namun ingkar kepada Isa dan Muhammad. Bagitu juga orang Nasrani yang beriman kepada Isa namun ingkar kepada Muhammad. Dengan perkataan itu mereka bermaksud mengambil jalan tengah antara keimanan atau kekafiran.
Sumber: https://tafsirweb.com/1682-surat-an-nisa-ayat-150.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 150-152 Allah SWT mengancam orang-orang kafir termasuk orang-orang Yahudi dan Nasrani yang mengingkariNya dan para rasulNya dimana mereka memisahkan keimanan antara Allah dan para rasulNya, sehingga mereka mengimani sebagian nabi dan mengingkari sebagian lain hanya karena hawa nafsu dan tradisi mereka, dan apa yang mereka susun atas dasar nenek moyang mereka tanpa memiliki bukti yang jelas untuk keyakinan mereka atas hal itu. Tidak ada petunjuk yang membimbing mereka kepada hal itu, melainkan semata-mata hanya karena nafsu dan kecenderungan saja. Orang-orang Yahudi itu (laknat Allah atas mereka) beriman kepada para nabi, kecuali nabi Isa AS dan nabi Muhammad SAW, semoga shalawat dan salam dari Allah selalu tercurahkan atas keduanya.
Sementara orang-orang Nasrani beriman kepada beberapa nabi dan mengingkari penutup para nabi, dan yang paling mulia di antara mereka, yaitu nabi Muhammad SAW. Sementara, penduduk Samirah tidak lagi beriman kepada nabi setelah Yusha’ bin Nun, penerus nabi Musa AS. Adapun orang-orang Majusi, dikatakan bahwa mereka mempercayai seorang nabi mereka.
Dikatakan bahwa dia adalah Zoroaster, kemudian mereka mengingkari hukum-hukumnya dan meninggalkannya. Hanya Allah yang lebih Mengetahui. Maknanya adalah bahwa siapa saja yang mengingkari salah satu di antara nabi-nabi Allah, maka dia telah mengingkari semua nabi.
Sesungguhnya beriman kepada setiap nabi yang diutus oleh Allah kepada penduduk bumi adalag sesuatu yang wajib. Siapa saja yang menolak kenabian nabi itu karena dengki, kecenderungan, atau hawa nafsu, maka jelas bahwa keimanannya terhadap orang yang dia imani bukanlah keimanan yang sesuai dengan syariat, melainkan karena keinginan dan hawa nafsu mereka semata. Oleh karena itu, Allah berfirman, (Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya) lalu menandai bahwa mereka adalah orang-orang yang mengingkari Allah dan rasul-rasulNya, (dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya) yaitu dalam keimanan, (dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebagian dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian) yaitu jalan.
Kemudian Allah SWT memberitahukan tentang mereka, Lalu Dia berfirman (merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya) yaitu kekufuran mereka itu kenyataan yang pasti berdasarkan keyakinan mereka, karena keimanan itu bukan keimanan yang sesuai syariat, jadi sekalipun mereka beriman kepada Rasulallah, mereka akan beriman kepada nabi yang serupa dengannya dan kepada nabi yang lebih jelas dalilnya dan lebih kuat buktinya, atau mereka melihat kebenaran kenabiannya. FirmanNya, (Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan) yaitu sebagaimana mereka meremehkan orang-orang yang telah mereka ingkari. Hal ini bisa karena tidak adanya perhatian mereka atas apa yang dia bawa itu dari Allah dan keberpalingan mereka darinya dan penerimaan mereka atas semua peninggalan-peninggalan yang ada di dunia yang tidak mengandung hal yang penting bagi mereka, atau bisa karena keingkaran mereka terhadapnya setelah mereka mengetahui kenabiannya.
Sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan rahib-rahib Yahudi pada zaman Rasulullah SAW di mana mereka dengki kepada beliau atas apa yang diberikan kepada beliau berupa kenabian yang agung, sehingga mereka menentang, mendustakan, melawan, memfitnah, dan memeranginya, sehingga Allah memberikan kehinaan dunia kepada mereka, yang akan terus berlanjut sampai kehinaan di akhirat. (Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah) (Surah Al-Baqarah: 61) di dunia dan akhirat.
Firman Allah, (Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka) yaitu umat nabi Muhammad SAW, karena sesungguhnya mereka beriman kepada setiap kitab yang diturunkan Allah dan setiap nabi yang diutus Allah, Sebagaimana Allah SWT berfirman, (Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali" (285)) (Surah Al-Baqarah) Kemudian Allah memberitahukan bahwa Dia telah menyiapkan balasan yang melimpah, pahala yang banyak, dan pemberian yang sangat indah.
Allah berfirman, (kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya) sesuai dengan keimanan mereka kepada Allah dan para rasulNya. (Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) terhadap dosa-dosa mereka, yaitu jika ada di antara mereka yang memiliki dosa, segala puji bagi Allah.
Sumber: https://tafsirweb.com/1682-surat-an-nisa-ayat-150.html
Informasi Tambahan
Juz
6
Halaman
102
Ruku
82