البقرة (Al-Baqarah)

Per AyatMushaf
وَاِذْ
dan ketika
قُلْنَا
Kami berfirman
ادْخُلُوْا
masuklah
هٰذِهِ
ini
الْقَرْيَةَ
negeri
فَكُلُوْا
maka makanlah
مِنْهَا
daripadanya
حَيْثُ
apa saja
شِئْتُمْ
kalian kehendaki
رَغَدًا
sepuas hati
وَّادْخُلُوا
dan masuklah
الْبَابَ
pintu gerbang
سُجَّدًا
bersujud
وَّقُوْلُوْا
dan katakanlah
حِطَّةٌ
bebaskan dosa
نَّغْفِرْ
Kami mengampuni
لَكُمْ
bagi kalian
خَطٰيٰكُمْ
kesalahan-kesalahanmu
ۗ
وَسَنَزِيْدُ
dan Kami akan menambah
الْمُحْسِنِيْنَ
orang-orang yang berbuat baik
﴿٥٨﴾
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman, “Masuklah ke negeri ini (Baitulmaqdis), maka makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. Dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, dan katakanlah, “Bebaskanlah kami (dari dosa-dosa kami),” niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan Kami akan menambah (karunia) bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.”
65 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan Ingatlah nikmat kami atas kalian ketika kami berfirman: “masuklah kalian ke kota Baitul Maqdis, lalu Makanlah makanan yang baik-baik dari kota itu di tempat manapun dari kota itu sebagaimana santapan yang sedap, dan jadilah kalian saat memasuki kota itu menjadi orang-orang yang tunduk kepada Allah lagi menghinakan diri di hadapannya, dan katakanlah “wahai tuhan kami, Hapuskanlah dosa-dosa kami dari tanggungan kami”. Niscaya kami akan mengabulkan permintaan kalian, kami akan memaafkan kalian dan menutup dosa-dosa itu bagi kalian serta kami akan memberikan tambahan kebaikan dan pahala bagi orang-orang yang berbuat baik karena amalan mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/364-surat-al-baqarah-ayat-58.html

Tafsir as-Sa'di

58. Ini juga termasuk di antara nikmat Allah terhadap mereka setelah kemaksiatan mereka kepadaNya, lalu Allah memerintahkan kepada mereka untuk memasuki suatu kampung yang menjadi sebuah negeri dan tempat menetap, serta kemuliaan bagi mereka, dan mereka akan memperoleh rizki yang melimpah, dan agar jalan mereka memasukinya harus dengan rasa tunduk dan patuh kepada Allah dengan perbuatan, yaitu memasuki pintu gerbang sambil bersujud, artinya tunduk dan patuh, dan juga dengan perkataan yaitu agar mereka berkata, “bebaskanlah kami dari dosa, ” yakni menghapus dosa dan kesalahan mereka dengan permohona mereka atas ampunanNya kepadaNya, ”niscaya kami ampuni kesalahan-kesalahanmu” dengan adanya permohonan kalian atas ampunanNya, ”dan kelak kami akan menambah pemberian kami kepada orang-orang yang berbuat baik, ” dengan perbuatan-perbuatan mereka, yaitu balasan yang segera maupun yang tertunda.

Sumber: https://tafsirweb.com/364-surat-al-baqarah-ayat-58.html

Tafsir Al-Wajiz

Ingatlah juga nikmat kami atas kalian ketika kami berfirman kepada leluhur kalian setelah mereka keluar dari gurun: “Masuklah ke dalam Baitul Muqaddas (rumah yang disucikan), makanlah (rejeki) di dalamnya sesuka kamu dengan nikmat, banyak dan melimpah; dan masuklah pintu Baitul Muqaddas dengan membungkuk menundukkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى. Itu merupakan salah satu jenis sujud syukur dan katakanlah: “Sungguh hina diri kami, kami meminta kepadaMu ya Tuhan untuk menghilangkan dan mengampuni dosa-dosa kami”, lalu kami akan menambahkan orang-orang baik di antara kalian dengan cara bersyukur dan memohon ampunan, kebaikan, pahala dan keutamaan

Sumber: https://tafsirweb.com/364-surat-al-baqarah-ayat-58.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah سبحانه وتعالى berfirman sembari mencela mereka karena enggan berjihad dan memasuki tanah suci ketika mereka datang dari negeri Mesir bersama nabi Musa عليه السلام. Mereka diperintahkan untuk memasuki tanah suci yang menjadi warisan mereka dari nenek moyang mereka, yaitu Israil, dan melawan orang-orang Amaliq yang kafir. Mereka menolak untuk memerangi (orang-orang Amaliq), dan menjadi lemah, serta takut.Lalu Allah سبحانه وتعالى menghukum mereka dengan memberi mereka kebingungan, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Ma'idah.Oleh karena itu, pendapat yang lebih tepat dari dua pendapat bahwa kota ini adalah Baitul Maqdis, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh As-Suddi, Ar-Rabi' bin Anas, Qatadah, dan Abu Muslim Al-Asfahani, serta beberapa orang lainnya. Allah سبحانه وتعالى juga berfirman dengan menceritakan tentang nabi Musa, (Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang.....) (Surah Al-Ma'idah: 21).Ketika mereka keluar dari kebingungan selama empat puluh tahun bersama nabi Yusha bin Nun, Allah memberi kemenangan bagi mereka pada malam Jumat, dan matahari ditahan sebentar untuk mereka pada hari itu hingga kemenangan dapat diraih. Ketika mereka menaklukkan negeri itu, mereka diperintahkan untuk masuk melalui pintu dari negeri itu (dengan bersujud) yaitu sebagai bentuk syukur kepada Allah سبحانه وتعالى atas apa yang telah dianugerahkan kepada mereka berupa kemenangan, pertolongan, mengembalikan mereka kepada negeri mereka, dan pembebasan mereka dari kebingungan dan kesesatan. Dari Ibnu Abbas tentang ayat Allah,( dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud) Dia berkata maknanya adalah, dalam keadaan rukuk dari pintu yang kecil.Dari Ibnu Abbas (dan katakanlah: "Bebaskanlah kami dari dosa") dia berkata maknanya adalah ampunan dan memohonlah ampunan Hal yang serupa juga diriwayatkan dari ‘Atha', Al-Hasan, Qatadah, dan Ar-Rabi' bin Anas. (niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu, dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik) Ini adalah jawaban dari perintah Allah. Maknanya adalah jika kalian melaksanakan apa yang Kami perintahkan, maka Kami akan mengampuni dosa-dosa kalian dan melipat gandakan bagi kalian orang-orang yang berbuat kebaikan. Kesimpulan dari perintah ini adalah agar mereka tunduk kepada Allah سبحانه وتعالى ketika mencapai kemenangan, baik dalam perbuatan maupun perkataan, dan agar mereka mengakui dosa-dosa mereka, memohon ampun atas dosa-dosa itu, serta bersyukur atas nikmat.Menyegerakan untuk melakukan itu adalah sesuatu yang disukai oleh Allah سبحانه وتعالى. Terkait firman Allah سبحانه وتعالى, (Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka) diriwayatkan dari Abu Hurairah, dari nabi Muhammad ﷺ, beliau bersabda, "Telah dikatakan kepada Bani Israil: “Masuklah ke pintu dengan keadaan sujud dan ucapkanlah: "Bebaskanlah kami dari dosa" Namun mereka masuk dengan merangkak di atas lutut mereka dan mengganti perkataan tersebut dengan mengucapkan “butiran dari sehelai rambut" Kesimpulan dari apa yang telah disebutkan oleh para mufasir, dan apa yang ditunjukkan oleh konteks hadits itu yaitu bahwa mereka mengganti perintah Allah سبحانه وتعالى kepada mereka dari ketaatan dengan sebuah ucapan dan tindakan. Mereka diperintahkan untukm masuk dengan keadaan sujud, tetapi mereka merangkak pada lutut mereka, dengan mengangkat kepala mereka.Mereka juga diperintahkan untuk mengucapkan "Hittah" yaitu "bebaskanlah dari kami dosa dan kesalahan kami," tetapi mereka meremehkannya dan menggantinya dengan "butiran yang ada di sehelai rambut”. Ini merupakan bentuk perlawanan dan pertentangan. Oleh karena itu, Allah menurunkan azab dan siksaNya kepada mereka karena kemaksiatan mereka, yaitu enggan untuk menaatiNya.Karena itu, Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu dari langit, karena mereka berbuat fasik) Dari Ibnu Abbas, berkata: “Setiap sesuatu yang disebutkan dalam kitab Allah tentang “Ar-Rijzu” maksudnya adalah siksaan. Begitu juga Mujahid, Abu Malik, As-Suddi, dan Al-Hasan berkata bahwa “Ar-Rijzu” adalah siksaan. Abu Al-Aliyah berkata bahwa “Ar-Rijzu”berarti kemurkaan.Asy-Sya’bi berkata bahwa “Ar-Rijzu” bisa berarti wabah penyakit atau kedinginan. Said bin Jubair berkata bahwa “Ar-Rijzu” adalah wabah penyakit

Sumber: https://tafsirweb.com/364-surat-al-baqarah-ayat-58.html

Informasi

Surat

البقرة (Al-Baqarah)

Sapi — 286 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

58 dari 286 ayat

Juz

Juz 1

Halaman

Halaman 9

Ruku

Ruku 7

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 2 (3/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-65 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-2