النساۤء (An-Nisa')
Per AyatMushaf
لٰكِنِ
akan tetapi
الرَّاسِخُوْنَ
orang-orang yang mendalam
فِى
di dalam
الْعِلْمِ
ilmu
مِنْهُمْ
diantara mereka
وَالْمُؤْمِنُوْنَ
dan orang-orang mukmin
يُؤْمِنُوْنَ
beriman
بِمَآ
dengan/kepada apa
اُنْزِلَ
diturunkan
اِلَيْكَ
kepadamu
وَمَآ
dan apa
اُنْزِلَ
diturunkan
مِنْ
dari
قَبْلِكَ
sebelummu
وَالْمُقِيْمِيْنَ
dan orang-orang yang mendirikan
الصَّلٰوةَ
sholat
وَالْمُؤْتُوْنَ
dan orang-orang yang menunaikan
الزَّكٰوةَ
zakat
وَالْمُؤْمِنُوْنَ
dan orang-orang mukmin
بِاللّٰهِ
kepada Allah
وَالْيَوْمِ
dan hari
الْاٰخِرِۗ
akhirat
اُولٰۤىِٕكَ
mereka itulah
سَنُؤْتِيْهِمْ
akan Kami berikan pada mereka
اَجْرًا
pahala
عَظِيْمًا
besar
ࣖ
﴿١٦٢﴾
Tetapi orang-orang yang ilmunya mendalam di antara mereka, dan orang-orang yang beriman, mereka beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan kepada (kitab-kitab) yang diturunkan sebelummu, begitu pula mereka yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat dan beriman kepada Allah dan hari kemudian. Kepada mereka akan Kami berikan pahala yang besar.
655 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Akan tetapi,orang-orang yang menguasai ilmu secara mumpuni tentang hukum-hukum Allah dengan baik dari kalangan yahudi dan kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan rasulNya, mereka mengimani wahyu yang diturunkan Allah kepadamu (wahai rasul), yaitu al-qur’an dan kitab-kitab yang diturunkannya kepada rasul-rasul sebelummu seperti taurat dan injil,dan mereka mendirikan shalat pada waktu-waktunya dan mengeluarkan zakat dari harta mereka,dan mereka beriman kepada Allah dan hari kebangkitan dan pembalasan. Mereka itu orang-orang yang akan Allah berikan kepada mereka pahala yang bersar,yaitu surga.
Sumber: https://tafsirweb.com/1694-surat-an-nisa-ayat-162.html
Tafsir as-Sa'di
162. Setelah Allah membongkar aib-aib Ahli Kitab, lalu Allah menyebutkan orang-orang yang terpuji di antara mereka, seraya berfirman, “Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya,” yaitu orang-orang yang ilmunya tertanam dalam hati mereka dan keyakinan tertancap dalam sanubari mereka hingga membuahkan keimanan yang sempurna secara umum bagi mereka “ kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (al-Quran), dan apa yang telah diturunkan sebelummu.” Dan membuahkan bagi mereka amal-amal shalih berupa penegakkan shalat, penunaian zakat yang merupakan dua perkara yang paling utama, yang meliputi keikhlasan kepada Dzat yang disembah dan berbuat baik kepada makhluk. Mereka beriman kepada Hari Akhir hingga mereka takut akan ancaman dan mengharapkan janji. “Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar,” karena mereka telah menggabungkan antara ilmu, iman, dana mal shalih, serta beriman kepada kitab-kitab, rasul-rasul yang terdahulu dan yang akan datang.
Sumber: https://tafsirweb.com/1694-surat-an-nisa-ayat-162.html
Tafsir Al-Wajiz
162 Tetapi orang-orang Yahudi yang memiliki pemahaman mendalam tentang kitab itu dan juga orang-orang muslim, mereka beriman kepada Al-quran yang telah diturunkan kepadamu dan juga beriman kepada kitab-kitab samawi yang telah diturunkan lebih dahulu. Dan orang-orang yang mendirikan shalat pada waktunya, yang menunaikan zakat kepada yang berhak, yang beriman kepada keesaan Allah dan hari akhirat (mereka adalah orang-orang ahli kitab dan orang Islam yang beriman lebih dulu). Orang-orang itulah yang akan Kami berikan pahala yang besar kepada mereka berupa surga sebab iman dan ketaatan mereka kepada Allah.
Sumber: https://tafsirweb.com/1694-surat-an-nisa-ayat-162.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 160-162 Allah سبحانه وتعالى berfirman bahwa karena kezaliman yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi, karena melakukan dosa-dosa besar, maka Allah telah mengharamkan kepada mereka hal-hal baik yang sebelumnya halal bagi mereka. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abi Hatim, bahwa Muhammad bin Abdullah bin Yazid Al-Muqri telah mengabarkan kepada kami, Sufyan bin 'Uyainah telah mengabarkan kepada kami dari 'Amr, dia berkata: Ibnu 'Abbas membaca: (yang baik-baik yang dahulunya dihalalkan bagi mereka” Pengharaman ini bisa jadi bersifat qadari; yaitu bahwa Allah telah mempersulit mereka karena mereka menafsiri kitab mereka, mengubah dan mengganti hal-hal yang sebelumnya halal bagi mereka, lalu mereka mengharamkan hal itu atas diri mereka sendiri sebagai untuk menghukum, mempersulit dan menekan diri mereka sendiri. Bisa juga bahwa pengharaman tersebut mengandung makna syar'i, yaitu Allah mengharamkan kepada mereka dalam Taurat beberapa hal yang sebelumnya halal bagi mereka. Sebagaimana Allah berfirman (Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya'qub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan) (Surah Ali Imran: 93) dan kami telah menjelaskan tentang ayat tersebut sebelumnya.Maknanya bahwa semua jenis makanan awalnya halal bagi mereka sebelum Taurat diturunkan, kecuali hal-hal yang diharamkan Israil atas dirinya sendiri seperti daging dan susu unta. Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengharamkan banyak hal dalam Taurat, sebagaimana Dia berfirman dalam Surah Al-An'am: (Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar (146)) (Surah Al-An'am).Sesungguhnya Kami mengharamkan bagi mereka semua itu, karena mereka pantas mendapatkannya akibat dari kedengkian, kezaliman, dan pembangkangan mereka terhadap rasul mereka dan pertentangan mereka terhadapnya. Oleh karena itu, Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah (160)). yaitu mereka menghalangi orang lain dan diri mereka sendiri untuk mengikuti kebenaran. Ini adalah watak mereka dimana mereka digambarkan dengan hal itu pada masa terdahulu dan masa kini.Oleh karena itu mereka menjadi musuh para rasul, membunuh para nabi, serta mendustakan nabi Isa عليه السلام dan nabi Muhammad ﷺ. Firman Allah: (dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya) yaitu bahwa Allah telah melarang mereka dari riba, namun mereka tetap memakannya, mengambilnya dan melakukan berbagai macam tipu daya serta hal-hal yang serupa untuk mengambil harta orang lain dengan cara yang bathil. Allah berfirman: (Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih) Kemudian Allah berfirman (Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka) yaitu orang-orang yang teguh dalam agama, yaitu mereka memiliki keteguhan kepada ilmu yang bermanfaat, Terlah disebutkan penjelasan tentang hal itu dalam surah Ali Imran. (dan orang-orang mukmin) dihubungkan dengan “Ar-Raasikhun” dan khabarnya adalah (mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu dan apa yang telah diturunkan sebelummu).Firman Allah: (dan orang-orang yang mendirikan shalat) Begitu juga dalam semua mushaf para imam, dan mushaf Abu bin Ka'b. Ibnu Jarir juga menyebutkan bahwa ayat itu dalam mushaf Ibnu Mas'ud berbunyi (wal muqiimuunash shalaah) dia berkata bahwa semua pembacaan ini benar, kemudian dia menolak orang yang menganggap bahwa itu adalah kesalahan dalam penulisan mushaf. Kemudian dia menyebutkan perbedaan di antara orang-orang.Sebagian mereka ada yang berpendapat bahwa kata itu adalah manshub sebagai pujian sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah: (dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (Surah Al-Baqarah: 177), dia berkata, hal ini biasa dalam perkataan bangsa Arab, sebagaimana perkataan seorang oenyair: Sekali-kali tidak akan menjauh kaumku yang mengalami keraguan terhadap serangan musuh, wabah yang mematikan yang akan tetap turun di setiap pertempuran dan menepati perjanjian yang dibuat.Yang berarti: memuji orang-orang yang turun untuk berperang. Ulama’ lain berkata bahwa kata itu adalah makhfudh (majrur) sebagai athaf dari firmanNya (dan apa yang telah diturunkan sebelummu) yaitu “bil muqiimiinash shalaah” seakan-akan Dia berfirman,”dengan mendirikan shalat, yaitu mereka dapat dikenali melalui kewajiban shalat yang ditetapkan atas mereka. Firman Allah (menunaikan zakat) bisa mengandung makna zakat harta, dan bisa mengandung makna zakat untuk diri, serta bisa juga keduanya.Hanya Allah yang lebih mengetahui (dan yang beriman kepada Allah dan hari akhir) yaitu orang yang membenarkan bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan beriman dengan kebangkitan setelah kematian serta pembalasan atas amal perbuatan tang baik maupun yang buruk. Firman Allah “Ulaa’ika” (Orang-orang itulah) adalah khabar dari kalimat setelahnya yaitu (akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar) yaitu surga.
Sumber: https://tafsirweb.com/1694-surat-an-nisa-ayat-162.html
Informasi
Surat
النساۤء (An-Nisa')
Wanita — 176 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
162 dari 176 ayat
Juz
Juz 6
Halaman
Halaman 103
Ruku
Ruku 83
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 21 (41/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-655 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-4