النساۤء (An-Nisa')
Surat ke-4, Ayat ke-164
وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنٰهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَّمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ ۗوَكَلَّمَ اللّٰهُ مُوْسٰى تَكْلِيْمًاۚ
Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya dan ada beberapa rasul (la-in) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung.
📚 Tafsir Al-Muyassar
Dan kami utus rasul-rasul yang sungguh telah kami kisahkan kisah-kisah mereka kepadamu di dalam al-qur’an sebelum ayat ini,dan rasul-rasul lain yang belum kami kisahkan dalam kisah-kisah mereka kepadamu karena ada hikmah yang kami kehendaki. Dan Allah telah berbicara kepada Musa secara langsung, sebagai pemuliaan kepadanya dengan sifat ini. Dalam ayat ini terdapat penetapan sifat kalam (berbicara) bagi Allah ,sebagaimana yang sesuai dengan keagunganNya, dan sesungguhnya Dia berbicara kepada Musa dengan sebenarnya tanpa ada perantara.
Sumber: https://tafsirweb.com/1696-surat-an-nisa-ayat-164.html
📚 Tafsir as-Sa'di
164. Dan Allah menyebutkan bahwa di antara rasul-rasul itu ada di antara mereka yang Allah ceritakan kepada RasulNya Muhammad, dan ada di antara mereka yang tidak diceritakan kepadanya. Ini menunjukkan bahwa jumlah mereka begitu banyak.
Sumber: https://tafsirweb.com/1696-surat-an-nisa-ayat-164.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
164 Dan Kami telah mengutus rasul-rasul lain, sungguh telah Kami sampaikan kisah mereka kepadamu wahai Rasul yang terkandung dalam ayat-ayat ini juga tentang rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa secara langsung, tanpa perantara malaikat pembawa wahyu yaitu Jibril. Jumlah Nabi sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dzar adalah seratus dua puluh empat ribu, adapaun jumlah rasul adalah tiga ratus tiga belas, mereka semua berbicara dengan Allah dengan perantara Jibril
Sumber: https://tafsirweb.com/1696-surat-an-nisa-ayat-164.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 163-165 Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata: Sikkin dan Adi bin Zaid (yang keduanya adalah orang Yahudi) berkata, “Wahai Muhammad, kami tidak mengetahui bahwa Allah telah menurunkan kepada seorang manusia sesuatu setelah Musa.” Maka karena perkataaan mereka berdua, Allah menurunkan ayat: (Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya….) hingga akhir ayat. Allah SWT berfirman, (Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu) (Surah An-Nisa: 153).
Kemudian Dia menyebutkan hal-hal memalukan, aib-aib, dan apa yang mereka lakukan sebelumnya dan yang mereka lakukan sekarang berupa kebohongan dan sesuatu yang diada-ada. Kemudian Allah SWT menyebutkan bahwa Dia telah memberikan wahyu kepada hamba dan rasulNya, yaitu nabi Muhammad SAW, sebagaimana Dia memberikan wahyu kepada para nabi sebelumnya. Allah berfirman: (Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya) hingga firmanNya: (Dan Kami berikan Zabur kepada Dawud) Zabur adalah nama kitab yang diwahyukan Allah kepada nabi Dawud AS.
Kami akan menyebutkan penjelasan dari masing-masing dari para nabi ini dalam kisah-kisah mereka di dalam surah-surah selanjutnya, jika Allah menghendaki. Kami berpegang teguh dan bertawakal kepadaNya. Firman Allah: (Dan rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu) yaitu sebelum ayat ini, yaitu dalam surah-surah Makkiyah dan surah lainnya.
Inilah para nabi yang disebutkan nama-namanya oleh Allah dalam Al-Qur'an, yaitu: Adam AS, Idris AS, Nuh AS, Hud AS, Shalih AS, Ibrahim AS, Luth AS, Isma'il AS, Ishaq AS, Ya'qub AS, Yusuf AS, Ayub AS, Syu'aib AS, Musa AS, Harun AS, Yunus AS, Dawud AS, Sulaiman AS, Ilyas AS, Ilyasa’ AS, Zakaria AS, Yahya AS, Isa AS, dan juga DzulKifli AS, menurut banyak penafsir, dan pemimpin mereka yaitu nabi Muhammad SAW. Firman Allah: (dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu) artinya: rasul-rasul lain yang tidak disebutkan dalam Al-Qur'an. Firman-Nya: (Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung) ini adalah penghormatan kepada nabi Musa AS dengan sifat ini, dan oleh karena itu dia disebut sebagai “Al-Kalim”.
Firman Allah: (Rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan) yaitu mereka memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang taat kepada Allah dan mengharapkan ridhaNya dengan melakukan kebaikan, dan mereka memberikan peringatan kepada orang-orang yang melanggar perintahNya dan mendustakan rasul-rasulNya dengan hukuman dan azab. Firman Allah: (agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) yaitu Allah SWT telah menurunkan kitab-kitabNya dan mengutus rasul-rasulNya dengan membawa kabar gembira dan peringatan, serta menjelaskan apa yang Dia cintai dan ridhai serta apa yang Dia benci dan tolak, agar tidak ada siapa pun yang bisa membuat alasan, sebagaimana Allah berfirman: (Dan sekiranya Kami binasakan mereka dengan suatu azab sebelum Al Quran itu (diturunkan), tentulah mereka berkata: "Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayatMu sebelum kami menjadi hina dan rendah?" (134)) (Surah Thaha).
Telah disebutkan dalam haditss shahih Bukhari Muslim dari Ibnu Mas'ud, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada yang lebih pencemburu dari Allah. Karena itulah Dia mengharamkan segala yang keji baik yang nampak maupun yang tidak nampak. Dan tidak ada yang lebih suka dipuji selain Allah karena itulah Dia memuji diriNya.
Dan tidak ada yang lebih suka menerima alasan selain dari Allah, karena itu Dia mengutus para nabi untuk memberikan berita gembira dan peringatan"
Sumber: https://tafsirweb.com/1696-surat-an-nisa-ayat-164.html
Informasi Tambahan
Juz
6
Halaman
104
Ruku
84