النساۤء (An-Nisa')
Per AyatMushaf
يٰٓاَيُّهَا
wahai
النَّاسُ
manusia
قَدْ
sungguh
جَاۤءَكُمُ
telah datang
الرَّسُوْلُ
seorang Rasul
بِالْحَقِّ
dengan kebenaran
مِنْ
dari
رَّبِّكُمْ
Tuhan kalian
فَاٰمِنُوْا
maka berimanlah kamu
خَيْرًا
lebih baik
لَّكُمْ
bagi kalian
ۗوَاِنْ
dan jika
تَكْفُرُوْا
kamu kafir
فَاِنَّ
maka sesungguhnya
لِلّٰهِ
milik Allah
مَا
segala apa
فِى
di
السَّمٰوٰتِ
langit(jamak)
وَالْاَرْضِۗ
dan bumi
وَكَانَ
dan adalah
اللّٰهُ
Allah
عَلِيْمًا
Maha Mengetahui
حَكِيْمًا
Maha Bijaksana
﴿١٧٠﴾
Wahai manusia! Sungguh, telah datang Rasul (Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah (kepadanya), itu lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
663 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Wahai sekalian manusia, sungguh telah datang kepada kalian rasul kami, Muhammad ,dengan membawa risalah islam,yaitu agama yang benar dari tuhan kalian,maka berimanlah kepadanya dan ikutilah dia.Sesungguhnya beriman kepadanya itu lebih baik bagi kalian. Dan jika kalian berkelanjutan di atas kekafiran kalian,maka sesungguhnya Allah maha kaya,tidak butuh kepada kalian dan iman kalian,karena Dia adalah pemilik apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Allah maha mengetahui ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan kalian, juga Maha bijaksana dalam penetapan syariatNya dan perintahNya.Maka apabila langit dan bumi telah benar-benar tunduk kepada Allah secara kauni dan berdasarkan takdir seperti ketundukan seluruh kerajaanNya, maka sepantasnya bagi kalian untuk beriman kepada Allah dan rasulNya Muhammad dan kepada al-qur’an yang Dia turunkan kepadanya, dan menjadi orang-orang yang patuh terhadap hal itu secara syar’i, sehingga alam semesta secara keseluruhan menjadi tunduk kepada Allah,baik secara takdir kauni maupun syari. Dan di dalam ayat ini terdapat dalil tentang universalitas risalah nabi Allah dan rasulNya,Muhammad .
Sumber: https://tafsirweb.com/1702-surat-an-nisa-ayat-170.html
Tafsir as-Sa'di
170. Allah memerintahkan seluruh manusia agar beriman kepada hamba dan rasulNya, Muhammad, dan Allah menyebutkan sebab diharuskannya beriman kepadanya dan manfaat dari beriman kepadanya, serta kemudharatan yang akan didapatkan dengan tidak beriman kepadanya. Adapun sebab yang mengharuskan untuk beriman kepadanya adalah, kabar Allah bahwa ia datang kepada mereka dengan membawa kebenaran.Artinya, kedatangannya itu sendiri adalah suatu kebenaran dan apa yang dibawanya berupa syariat adalah kebenaran. Seorang yang berakal akan mengetahui bahwa tetapnya orang dalam kejahilan mereka sebenarnya mereka bingung dalam kekufuran mereka dan terus didera kebimbangan. Dan risalah telah terputus dari mereka dan tidak sesuai dengan hikmah Allah dan rahmatNya.Di antara hikmah dan rahmatNya yang agung adalah mengutus Rasul kepada kaum mereka sendiri agar mengajarkan kepada mereka petunjuk dari kesesatan, dan penyimpangan dari jalan yang lurus. Maka dengan hanya memandang pada kerasulannya merupakan sebuah dalil yang kuat akan kebenaran kenabiannya. Demikian juga memperhatikan apa yang dibawa olehnya berupa syariat yang agung dan jalan yang lurus.Di sana terdapat berita-berita tentang hal-hal ghaib yang telah lampau dan yang akan datang, dan kabar tentang Allah dan Hari Akhir yang tidak mungkin diketahui kecuali dengan wahyu maupun kerasulan. Juga terdapat perintah kepada segala kebaikan, keshalihan, kematangan, keadilan, berbuat baik, kejujuran, berbakti, silaturahim, dan akhlak yang terpuji. Dan juga berupa larangan dari kejahatan, kerusakan, kezhaliman, melampaui batas, akhlak yang jelek, berdusta, dan durhaka, yang secara pasti dan sangat meyakinkan bahwa datangnya dari Allah.Dan setiap kali ilmu seorang hamba bertambah karenanya, akan bertambah pula keimanan dan keyakinannya. Maka inilah sebab yang mendorong kepada keimanan. Adapun manfaat keimanan, Allah telah mengabarkan bahwa hal itu lebih baik “bagi kalian.” Baik adalah lawan dari buruk.Maka iman lebih baik kaum Mukminin pada tubuh, hati, jiwa mereka, dunia, dan akhirat mereka. Yang demikian itu karena pengaruh yang diakibatkan olehnya, berupa kemaslahatan maupun manfaat. Setiap balasan yang segera atau tertunda, adalah buah dari keimanan.Kemenangan, petunjuk, ilmu, amal shalih, kebahagiaan, kesenangan, dan surga dan apa yang terkandung di dalamnya berupa kenikmatan, semua itu adalah sebab dari iman, sebagaimana kesengsaraan duniawi dan ukhrawi adalah karena tidak adanya keimanan atau kurangnya iman. Sedangkan mudharat karena tidak beriman kepada beliau, akan diketahui dari perkara yang berlawanan dengan akibat dari beriman kepadanya, dan bahwa seorang hamba itu tidaklah memudharatkan kecuali dirinya sendiri. Allah tidak membutuhkan dirinya, karena kemaksiatan seorang pelaku maksiat tidaklah akan memudharatkanNya.Karena itulah Allah berfirman, “Karena sesungguhnya apa yang ada di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah.” Maksudnya, seluruhnya adalah ciptaanNya, kerajaanNya, dan di bawah pengaturan dan pengelolaanNya. “Dan Allah Maha Mengetahui” akan segala sesuatu, “lagi Mahabijaksana” dalam penciptaan dan perintahNya.Dia-lah Yang Maha Mengetahui orang yang berhak mendapatkan petunjuk dan kesesatan, Mahabijaksana dalam memberikan petunjuk dan kesesatan pada tempatnya masing-masing.
Sumber: https://tafsirweb.com/1702-surat-an-nisa-ayat-170.html
Tafsir Al-Wajiz
170 Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul Muhammad itu kepadamu dengan membawa kebenaran yang diturunkan Tuhanmu, maka berimanlah kamu kepada risalahnya, keimanan itulah yang lebih baik bagimu daripada kekufuran. Jika kamu tetap dalam kekufuran kepada Allah dan rasul-Nya, maka segala yang ada di langit dan di bumi beserta kerajaan dan penghuninya adakah milik Allah. Kekufuran kalian itu tidak akan merugikan Allah sedikitpun.Allah Maha kuasa untuk memberi balasan atas amal buruk kalian. Allah Maha Mengetahui atas semua ciptaan-Nya lagi Maha Bijaksana dalam segala tindakan-Nya.
Sumber: https://tafsirweb.com/1702-surat-an-nisa-ayat-170.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 166-170 Ketika Allah berfirman, (Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu...) [Surah An-Nisa: 163] sampai akhir konteks ayat ini, untukmeneguhkan kenabian Rasulallah ﷺ dan untuk menjawab orang yang mengingkari kenabian dari kalangan orang-orang musyrik dan Ahli Kitab.Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Tetapi Allah mengakui Al Quran yang diturunkan-Nya kepadamu) yaitu jika ada yang mengingkarinya di antara orang yang mendustakanmu dan menentangmu, maka Allah bersaksi bahwa kamu adalah RasulNya yang telah diberikan kitab yang agung, yaitu Al-Quran (Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji (42)) [Fushilat].Oleh karena itu Allah berfirman, (Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya) yaitu dalam pengetahuanNya yang Dia kehendaki untuk memberikannya kepada hamba-hambaNya berupa bukti-bukti, petunjuk, dan perbedaan antara apa yang dicintai dan diridhai Allah serta apa yang Dia benci dan dia tolak.Di dalamnya terdapat pengetahuan tentang perkara-perkara ghaib yang telah terjadi sebelumnya dan yang akan datang. Di dalamnya juga terdapat serta penggambaran sifat-sifat Allah سبحانه وتعالى yang Maha Suci yang tidak diketahui oleh nabi yang diutus maupun malaikat yang didekatkan, kecuali jika Allah mengajarkannya kepada mereka, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman, (dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya) [Surah Al-Baqarah: 255] dan (sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya) [Surah Thaha: 110].Firman Allah, (dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi) yaitu membenarkan apa yang telah datang, diwahyukan, dan diturunkan kepadamu, bersamaan dengan kesaksian Allah سبحانه وتعالى atas hal itu (Cukuplah Allah yang menjadi saksi) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Sekelompok orang Yahudi datang kepada Rasulullah ﷺ dan beliau bersabda kepada mereka, “Demi Allah, Aku tahu bahwa kalian sudah tahu bahwa aku adalah Rasul Allah.” Lalu mereka berkata, “Kami tidak tahu hal tersebut.” Lalu Allah menurunkan ayat, (Tetapi Allah mengakui Al Quran yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi. Cukuplah Allah yang menjadi saksi (166). Firman Allah, (Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya (167)) yaitu mereka telah melakukan keingkaran dalam diri mereka sendiri, lalu tidak mengikuti kebenaran, dan berusaha menghalangi orang lain dari mengikuti dan meneladaninya. Mereka telah menyimpang, tersesat, dan menjauh dari kebenaran dengan dengan sejauh-jauhnya.Kemudian Allah memberitahukan tentang ketentuanNya bagi orang-orang yang mengingkari ayat-ayatNya, kitabNya, dan RasulNya, yaitu orang-orang menzalimi diri sendiri dengan hal ini, dan menghalangi orang lain dari jalanNya serta melakukan perbuatan dosa, melanggar hal-hal yang diharamkan olehNya dimana Dia tidak akan mengampuni mereka (mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka) yaitu jalan menuju kebaikan, (kecuali jalan ke neraka Jahannam) Ini adalah bentuk istitsna’ munqati’ (mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah) Kemudian Allah berfirman, (Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu) yaitu telah datang kepada kalian, nabi Muhammad ﷺ dengan membawa petunjuk, agama yang benar, dan penjelasan yang jelas dari Allah.Maka berimanlah kepada apa yang dia bawa kepada kalian dan ikutilah dia, itu adalah kebaikan bagi kalian. Kemudian Allah berfirman, (Dan jika kamu kafir, karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah) yaitu Dia Maha Kaya yang tidak memerlukan kalian dan keimanan kalian, dan tidak akan merugi karena kekufuran kalian.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Dan Musa berkata: "Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji" (8)) [Surah Ibrahim].Di sini Allah juga berfirman, (Dan adalah Allah Maha Mengetahui) tentang siapa yang pantas untuk mendapatkan petunjuk, lalu Dia memberi petunjuk kepadanya, dan siapa yang pantas untuk kesesatan, maka Dia menyesatkannya” (Maha Bijaksana) dalam firmanNya, perbuatanNya, hukumNya, dan takdirNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/1702-surat-an-nisa-ayat-170.html
Informasi
Surat
النساۤء (An-Nisa')
Wanita — 176 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
170 dari 176 ayat
Juz
Juz 6
Halaman
Halaman 104
Ruku
Ruku 84
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 21 (42/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-663 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-4