الماۤئدة (Al-Ma'idah)
Per AyatMushaf
يٰٓاَيُّهَا
wahai
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوا
beriman
اذْكُرُوْا
ingatlah
نِعْمَتَ
nikmat
اللّٰهِ
Allah
عَلَيْكُمْ
atas kalian
اِذْ
ketika
هَمَّ
berkehendak
قَوْمٌ
kaum
اَنْ
untuk
يَّبْسُطُوْٓا
memanjangkan/meluaskan
اِلَيْكُمْ
kepadamu
اَيْدِيَهُمْ
tangan-tangan mereka
فَكَفَّ
maka Dia menahan
اَيْدِيَهُمْ
tangan-tangan mereka
عَنْكُمْۚ
dari kalian
وَاتَّقُوا
dan bertakwalah
اللّٰهَ
Allah
ۗوَعَلَى
dan atas/kepada
اللّٰهِ
Allah
فَلْيَتَوَكَّلِ
hendaklah bertawakkal
الْمُؤْمِنُوْنَ
orang-orang mukmin
ࣖ
﴿١١﴾
Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah nikmat Allah (yang diberikan) kepadamu, ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya, lalu Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah-lah hendaknya orang-orang beriman itu bertawakal.
680 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya serta menjalankan syariatNya, ingatlah oleh kalian nikmat yang Allah limpahkan kepada kalian dari nikmat aman dan dilontarkannya rasa takut pada hati musuh-musuh kalian yang hendak menyerang kalian. lalu Allah memalingkan mereka dari kalian dan menghalangi mereka untuk melancarkan apa yang mereka rencanakan pada kalian. Dan bertakwalah kepada Allah dan gentarlah kepadaNya, serta bertawakalah kepada Allah semata dalam seluruh urusan agama dan dunia kalian, serta percayalah terhadap bantuan dan pertolonganNYa.
Sumber: https://tafsirweb.com/1895-surat-al-maidah-ayat-11.html
Tafsir as-Sa'di
11. Allah mengingatkan hamba-hambaNya, kaum Mukminin dengan nikmat- nikmatNya yang besar, dan mengajak mereka untuk mengingatnya dengan hati dan ucapan. Dan bahwasanya sebagaimana mereka menganggap pembunuhan terhadap musuh, merampas hartanya, negerinya dan menawannya sebagai nikmat, maka hendaknya mereka menganggap kenikmatanNYa kepada mereka dalam bentuk ditahannya tangan-tangan jahat menjamah mereka dan digagalkannya tipu daya musuh-musuh menimpa mereka, dan juga sebagai nikmat.Karena para musuh telah berniat melakukan sesuatu dan mereka mengira mampu melakukannya, jika mereka tidak mampu mewujudkan itu terhadap orang-orang Mukmin maka itu adalah pertolongan Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman; yang mana mereka selayaknya bersyukur kepada Allah atas itu, dan menyembahNya dan mengingatNya. Ini mencakup siapa pun yang berniat jahat kepada orang-orang Mukmin, baik itu kafir, munafik atau pembangkang, dimana Allah menahan keburukannya dari orang-orang Mukmin, maka itu masuk di dalam ayat ini. Kemudian Allah memerintahkan mereka melakukan sesuatu yang membantu mereka meraih kemenangan atas musuh mereka dalam segala urusan mereka, maka Dia berfirman, “Dan hendaknya hanya kepada Allah sajalah orang-orang Mukmin itu harus bertawakal,” yakini berpegangan padaNya dalam mendatangkan kebaikan agama dan dunia dari berlepas diri dari hanya berpedoman pada daya dan kekuatan mereka.Hendaklah mereka percaya sepenuhnya kepada Allah dalam meraih harapan. Dan tawakal seorang hamba adalah sesuai dengan kadar imannya dan ia termasuk kewajiban hati yang di sepakati.
Sumber: https://tafsirweb.com/1895-surat-al-maidah-ayat-11.html
Tafsir Al-Wajiz
11 Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu untuk berbuat jahat. Yaitu para kafir Qurays dan Yahudi Bani Nadhir yang berniat membunuh Nabi beserta para sahabat maka Allah menahan tipu daya dam usaha mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah dengan menjalankan syariat-Nya, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal, Dialah penjaga mereka dari segala keburukan.Ibnu Abbas berkata: Sesungguhnya Bani Nadhir bermaksud untuk melempar batu kepada Nabi beserta para sahabat. Kemudian datanglah Jibril, maka Jibril memberitahu niatan mereka. Maka Rasul dan para sahabat pun beranjak dan turunlah ayat ini.Ini adalah pendapat jumhur ulama’, dan ada sekelompok ulama yang berpendapat dengan riwayat Jabir: Sebab turunnya ayat adalah kelakuan seorang Arab Ghurats bin Harits dalam peperangan yang terdapat papan-papan dengan Bani Maharib. Saat itu Nabi turun, kemudian orang-orang berpencar untuk berteduh di bawah pohon ‘adhah/syajar barriy. Kemudian Nabi menyandarkan pedangnya pada pohon.Kemudian datang seorang Arab dengan membawa pedang kepada Nabi. Kemudian mengayunkannya kepada Nabi. Orang itu berkata : Siapa yang dapat menyelamatkanmu dariku?Nabi menjawab: Allah. Kemudian orang itu mengatakan perkataannya dua atau tiga kali. Dan Nabi berkata: Allah.Kemudian orang itu memasukkan pedang itu ke sarung pedang. Nabi kemudian memanggil para sahabat, dan memberitahu kejadian/perbuatan orang Arab itu, dan dia sedang duduk di dekat Nabi dan Nabi tidak membalasnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/1895-surat-al-maidah-ayat-11.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 7-11 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingatkan hamba-hambaNya yang mukmin akan nikmatNya atas mereka dalam apa yang disyariatkan olehNya kepada mereka dalam agama yang agung ini, serta mengutus kepada mereka, rasul yang mulia ini, dan perjanjian yang diambil atas mereka lakukan dalam melakukan bai’at dengan beliau untuk mengikuti, mendukung, dan membelanya, serta melaksanakan agamanya, menyampaikan ajaran darinya, dan menerima ketentuan-ketentuannya. Lalu Allah berfirman, (Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: "Kami dengar dan kami patuh") Inilah bai'at yang mereka lakukan kepada Rasulallah ﷺ ketika mereka masuk Islam, sebagaimana mereka berkataa,"Kami berbai'at kepada Rasulallah untuk mendengar dan patuh, baik dalam keadaan senang, terpaksa, dan keadaan egois kami. dan kami tidak akan memperdebatkan perkara itu" Allah berfirman, (Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang beriman (8)) (Surah Al-Hadid).Dikatakan bahwa ini adalah pengingat bagi orang-orang Yahudi tentang perjanjian dan kesepakatan yang di ambil dari mereka untuk mengikuti nabi Muhammad ﷺ dan mengikuti hukum-hukumnya. Hal ini dikatakan oleh Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas Dikatakan juga bahwa itu adalah peringatan terhadap perjanjian yang diambil oleh Allah سبحانه وتعالى atas anak cucu nabi Adam ketika Dia mengeluarkan mereka dari tulang sulbinya dan membuat meraka bersaksi atas diri mereka ("Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi") (Surah Al-A’raf: 172) Pendapat ini dikatakan oleh Mujahid dan Muqatil bin Hayyan.Pendapat pertamalah yang lebih jelas dan pendapat itu diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan As-Suddi, dan dipilih oleh Ibnu Jarir. Kemudian Allah berfirman, (Dan bertakwalah kepada Allah) sebagai penegasan dan dorongan untuk bertakwa kepadaNya dalam segala keadaan.Kemudian Dia memberitahu mereka bahwa Dia mengetahui apa yang tersimpan dalam hati mereka, berupa rahasia dan pikiran-pikiran, Allah berfirman, (sesungguhnya Allah Mengetahui isi hati(mu)) Firman Allah, (Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah) yaitu Tegakkanlah kebenaran karena Allah سبحانه وتعالى, bukan karena manusia atau ingin pamer, dan jadilah (menjadi saksi dengan adil), dengan adil bukan dengan kezaliman.Telah disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim tentang Nu’man bin Basyir, dia berkata,"Ayahku memberikan sebuah pemberian kepadaku, lalu Ibuku, Amrah binti Rawaqah berkata, “Tidak ada tanah kecuali disaksikan oleh Rasulullah ﷺ” Lalu, dia pergi kepada Rasulullah untuk meminta kesaksian beliau tentang kebenaranku, dan beliau bertanya, “Apakah setiap anakmu telah kamu beri juga?” Ayahku menjawab, “Tidak” Rasulullah ﷺ bersabda, “Bertakwalah kepada Allah, dan berlakulah adil kepada setiap anakmu” beliau bersabda lagi,”Aku tidak mau menjadi saksi atas pemberian yang kurang adil” Kemudian ayahku kemudian kembali dan membatalkan pemberian itu. Firman Allah,( Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil) yaitu janganlah perasaan benci kalian pada suatu kaum membuat kalian tidak berlaku adil terhadap mereka. Sebaliknya, terapkanlah keadilan untuk setiap orang, baik dia teman atau musuh.Oleh karena itu, Allah berfirman, (Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa) yaitu keadilan kalian itu lebih mendekatkan kalian kepada takwa daripada meninggalkannya.Kata kerja "berlaku adil" di sini menunjukkan pada bentuk mashdarnya yang dhamirnya kembali kepada mashdar tersebut, sebagaimana yang sering digunakan dalam Al-Quran dan lainnya, sebagaimana dalam firman Allah, (Dan jika dikatakan kepadamu: "Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali.Itu bersih bagimu) (Surah An-Nur: 28).Firman Allah: (karena adil itu lebih dekat kepada takwa) ini merupakan penggunaan af’al at-tafdhil yang tidak memiliki kata berlawanan di sisi lainnya, sebagaimaana dalam firmanNya: (Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya (24)) [SurahAl-Furqan], dan seperti ucapan sebagian sahabat kepada Umar: "Engkau lebih keras dan lebih tegas daripada Rasulullah ﷺ" Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan) yaitu, Dia akan membalas kalian atas perbuatan-perbuatan kalian yang telah Dia ketahui, jika itu berupa kebaikan maka akan dibalas dengan kebaikan dan jika keburukan maka akan dibalas dengan keburukan, Oleh karena itu, Allah berfirman setelahnya: (Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan) bagi dosa-dosa mereka (dan pahala yang besar) yaitu, surga yang merupakan rahmatNya bagi hamba-hambaNya.Mereka tidak akan mendapatkannya dengan amal perbuatan mereka, melainkan dengan rahmat, karunia, kemurahan, dan keridhaanNya. Semua itu dariNya dan merupakan milikNya. Maka segala puji bagiNya.Kemudian Allah berfirman: (Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah penghuni neraka (10)) Ini adalah keadilan Allah سبحانه وتعالى, hikmahNya, dan hukumNya yang tidak mungkin Dia berbuat zalim dalam hukumNya.Bahkan, Dia adalah hakim yang Maha Adil, Maha bijaksana, dan Maha Kuasa" Terkait firman Allah (Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu) Diriwayatkan dari Jabir bahwa Nabi ﷺ pernah turun di suatu tempat dan orang-orang berpencar, mereka bernaung di bawahnya. Lalu Nabi ﷺ menggantungkan senjatanya pada pohon tersebut. Tiba-tiba, seorang Arab badui mendekati pedang Rasulullah ﷺ dan mengambilnya, lalu dia menghadap kepada Nabi ﷺ dan berkata, "Siapa yang akan mencegahku darimu?" Nabi ﷺ menjawab,"Allah سبحانه وتعالى" orang Arab badui bertanya lagi (sampai dua atau tiga kali) "Siapa yang akan mencegahku darimu?" Nabi ﷺ menjawab,"Allah سبحانه وتعالى".Lalu orang Arab badui itu menjatuhkan pedangnya, Lalu Nabi ﷺ memanggil para sahabat danmemberitahu mereka tentang orang Arab Badui ini, dan dia dalam keadaan duduk di sampingnya dan beliau tidak menghukumnya.” Ma’mar berkata,”Qatadah juga menyebutkan hal yang serupa dengan itu.” Disebutkan juga bahwa ada sekelompok orang Arab Badui yang ingin berbuat buruk kepada Rasulullah ﷺ, lalu mereka mengutus orang Arab badui ini. Jadi ditakwilkan dengan ayat (Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu). Kisah tentang orang Arab badui ini adalah Ghaurats bin Al-Harits, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih.Kemudian Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk mendatangi dan mengepung sampai menundukkan mereka" Firman Allah (Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal) yaitu siapa pun yang bertawakkal kepada Allah, maka cukuplah Allah yang penting baginya dan yang melindunginya serta menjaganya dari kejahatan manusia"
Sumber: https://tafsirweb.com/1895-surat-al-maidah-ayat-11.html
Informasi
Surat
الماۤئدة (Al-Ma'idah)
Hidangan — 120 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
11 dari 120 ayat
Juz
Juz 6
Halaman
Halaman 109
Ruku
Ruku 87
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 22 (43/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-680 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-5