Kembali ke Surat Al-Ma'idah

الماۤئدة (Al-Ma'idah)

Surat ke-5, Ayat ke-15

يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ قَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيْرًا مِّمَّا كُنْتُمْ تُخْفُوْنَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍەۗ قَدْ جَاۤءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌۙ

Wahai Ahli Kitab! Sungguh, Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu banyak hal dari (isi) kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula) yang dibiarkannya. Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menjelaskan.

📚 Tafsir Al-Muyassar

Wahai Ahli kitab dari kalangan yahudi dan nasrani, sungguh telah datang kepada kalian Rasul kami, Muhammad ,yang menjelaskan kepada kalian banyak hal yang kalian tutup-tutupi dari manusia yang terdapat dalam taurat dan injil, dan dia akan meninggalakan penjelasan hal-hal yang tidak sejalan dengan tuntutan hikmah. Sungguh telah datang kepada kalian dari Allah cahaya dan kitab yang nyata, yaitu al-qur’an al-karim.

Sumber: https://tafsirweb.com/1899-surat-al-maidah-ayat-15.html

📚 Tafsir as-Sa'di

15. Setelah Allah menjelaskan bahwa Dia telah mengambil perjanjian atas orang-orang Yahudi dan Nasrani dan bahwa mereka membatalkannya kecuali hanya sedikit dari mereka, maka Allah memerintahkan mereka semua agar beriman kepada Muhammad, Allah berhujjah atas mereka dengan ayat yang qath’i (tak terbantahkan) yang menunjukkan kebenaran kenabiannya, yaitu bahwa dia menjelaskan banyak perkara yang mereka sembunyikan dari manusia bahkan dari orang-orang awam dari pemeluk agama mereka sendiri. Jika mereka adalah orang-orang yang ditunjuk dalam urusan ilmu, dan pada waktu itu tidak seorang pun yang memiliki ilmu kecuali apa yang mereka miliki, maka orang yang benar-benar ingin mendapatkan ilmu tidak memiliki jalan untuk mengetahuinya kecuali dari mereka, maka kehadiran Rasulullah dengan membawa al-Quran yang agung ini di mana dengannya dia menjelaskan apa yang mereka rahasiakan di antara mereka, sementara beliau adalah seorang yang ummi (buta huruf) tidak membaca dan tidak menulis, maka itu adalah bukti terkuat atas kerasulannya.

Itu seperti sifat Muhammad dalam kitab-kitab mereka dan tercantumkannya berita gembira tentang kedatangannya dalam kitab-kitab mereka, juga penjelasan tentang ayat rajam dan lain sebagainya. “Dan banyak pula yang dibiarkannya,” maksudnya tidak menjelaskan apa yang tidak dituntut oleh hikmah. “Sungguh telah datang kepadamu cahaya dari Allah,” yaitu al-Quran yang digunakan sebagai penerang dalam kegelapan, kebodohan, dan kesesatan, “Dan kitab yang menerangkan” segala perkara dunia dan agama, ilmu tentang Allah, nama-nama, sifat-siifatNya dan perbuatan-perbuatanNya serta hukum-hukum syar’I dan hukum-hukum yang berkaitan dengan balasan, di mana semua itu diperlukan oleh manusia.

Sumber: https://tafsirweb.com/1899-surat-al-maidah-ayat-15.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

15 Hai Yahudi dan Nasrani, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami Muhammad, yang menjelaskan kepadamu tentang banyak isi Al-Kitab yang kamu sembunyikan, yaitu Taurat dan Injil. Banyak ayat-ayat kalian sembunyikan yang dibiarkannya seperti ayat rajam, dan merubah ahshab Sabt menjadi kera. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah berupa Al-quran atau islam atau Muhammad yang menerangkan jalan kebenaran dan petunjuk, dan Kitab yang menerangkan.

Sumber: https://tafsirweb.com/1899-surat-al-maidah-ayat-15.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 15-16 Allah SWT berfirman dalam Al-Quran tentang DzatNya, bahwa Dia telah mengutus RasulNya, Muhammad SAW, dengan membawa petunjuk dan agama yang benar kepada seluruh penduduk bumi, baik dari bangsa Arab maupun non-Arab, baik yang buta hurup maupun yang pandai baca tulis.

Dia mengutusnya dengan membawa keterangan-keterangan dan bukti yang memisahkan antara yang benar dan yang bathil. Maka Allah SWT berfirman, (Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya) yaitu menjelaskan apa yang mereka ganti, mereka ubah, dan mereka tafsirkan. Mereka mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dalam hal itu. dan dia diam terhadap banyak hal yang mereka ubah, dimana tidak ada manfaatnya menerangkan hal itu kepada mereka.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Barangsiapa yang menolak hukum rajam, maka dia telah mengingkari Al-Quran dalam hal yang tidak patut" Firman Allah (Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya) Hukum rajam merupakan salah satu hal yang mereka sembunyikan.

Kemudian Allah memberitahukan tentang Al-Qur’an yang agung yang Dia turunkan kepada nabiNya yang mulia. dalam Taurat yang telah mereka sembunyikan. Allah berfirman (Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan (15) Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan) yaitu jalan keselamatan, dan ajaran yang lurus (dan Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus) yaitu menyelamatkan mereka dari kehancuran, menjelaskan kepada mereka menuju jalan yang paling jelas, lalu mengarahkan mereka agar terhindar dari sesuatu yang membahayakan, membuat mereka berhasil mencapai hal yang paling dicintai, meniadakan kesesatan dari mereka, dan membimbing mereka menuju keadaan yang lebih baik.

Sumber: https://tafsirweb.com/1899-surat-al-maidah-ayat-15.html

Informasi Tambahan

Juz

6

Halaman

110

Ruku

88

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved