الماۤئدة (Al-Ma'idah)

Per AyatMushaf
فَطَوَّعَتْ
maka menjadikan mudah
لَهٗ
baginya (Qabil)
نَفْسُهٗ
hawa nafsunya
قَتْلَ
membunuh
اَخِيْهِ
saudaranya
فَقَتَلَهٗ
maka ia membunuhnya
فَاَصْبَحَ
maka jadilah ia
مِنَ
dari
الْخٰسِرِيْنَ
orang-orang yang rugi
﴿٣٠﴾
Maka nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang yang rugi.
699 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Hawa nafsu Qabil memperindah pandangannya untuk melakukan tindakan membunuh saudaranya, lalu dia benar-benar membunuhnya, sehingga ia termasuk orang-orang yang merugi, yang telah menjual akhirat mereka dengan kehidupan dunia mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/1914-surat-al-maidah-ayat-30.html

Tafsir as-Sa'di

30. Ucapan itu tidak berhasil menyadarkan dan membuat takut calon pelaku pembunuhan yang kriminal itu, dia masih berminat dan berkesan bulat sehingga hawa nafsunya menyeretnya untuk membunuh saudaranya yang menurut pertimbangan syara’ dan tabia’t seharusnya di hormati. “ Maka dia membunuhnya, maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi,” merugi dunia dan akhirat, dan dia telah membuat contoh membunuh ini bagi setiap pembunuh. Dan barang siapa yang memulai dengan Sunnah yang buruk, maka dia memikul dosanya dan dosa orang yang melakukannya sampai Hari Kiamat.Oleh karena itu dalam hadist sahih Nabi bersabda, “ Tiada satu jiwapun yang di bunuh kecuali anak Adam yang pertama (Qabil) menanggung bagian dosa, karena ia adalah orang yang pertama kali membuat contoh pembunuhan.”

Sumber: https://tafsirweb.com/1914-surat-al-maidah-ayat-30.html

Tafsir Al-Wajiz

30. Lalu hawa nafsunya menggoda dan memudahkannya untuk membunuh saudaranya, Habil. Lalu dia membunuh Habil dengan zalim dan penuh kedengkian, dan dia termasuk orang-orang yang merugi di akhirat karena telah membunuh saudaranya sehingga dia akan disiksa dengan separuh siksaan (seluruh) penghuni neraka dan dengan separuh siksaan lainnya sebab dia menanggung kejahatan pembunuhan yang terjadi pada manusia, karena dialah orang pertama yang melakukan pembunuhan

Sumber: https://tafsirweb.com/1914-surat-al-maidah-ayat-30.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 27-31 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan bahaya dari kedengkian, rasa iri, dan kezaliman dalam kisah dua anak kandung nabi Adam menurut pendapat mayoritas ulama’ yaitu Qabil dan Habil. Bagaimana satu di antara mereka melampaui batas yang lain dengan membunuhnya, karena iri dan dengki kepadanya terhadap nikmat yang telah diberikan Allah, ketika Allah menerima kurban yang diberikan dengan ikhlas. Yang dibunuh itu mendapat kemenangan dengan dihapuskan dosa-dosanya, dan dimasukkan ke surga dan yang membunuh itu merugi di dunia dan akhirat.Allah berfirman, (Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) dengan benar) yaitu ceritakanlah tentang kisah dua anak nabi Adam kepada orang-orang yang iri dan dengki yang merupakan saudara dari babi dan kera dari kalangan orang Yahudi dan orang-orang yang serupa dengan mereka.Keduanya adalah Qabil dan Habil. Ini telah disebutkan oleh banyak ulama’ dari generasi salaf dan sekarang. Firman Allah, (dengan benar) yaitu dengan jelas, tanpa kesamaran, kebohongan, keraguan, perubahan, penambahan, maupun pengurangan.Sebagaimana Firman Allah سبحانه وتعالى, (Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar) (Surah Ali Imran: 62), (Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar) (Surah Al-Kahfi: 13) dan (Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar) (Surah Maryam: 34).Makna dari firmanNya, (Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa (27)) yaitu dari mereka yang bertakwa kepadaNya dalam melakukan pengorbanan itu. Firman Allah (Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan alam semesta (28)) Saudara yang shalih yang kurbannya diterima oleh Allah karena ketakwaannya itu berkata kepada saudaranya, ketika saudaranya itu mengancam akan membunuhnya, meskipun dia tidak memiliki kesalahan apapun kepadanya, (Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu) yaitu aku tidak akan membalas perbuatanmu yang rusak dengan perbuatan yang sama, karena itu akan membuatku melakukan kesalahan yang sama dengan dirimu. (Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan alam semesta) yaitu aku takut berbuat sesuatu seperti yang kamu inginkan. Aku akan tetap sabar dan dan memperhitungkannya Firman Allah (Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim (29)) Ibnu Abbas, Mujahid, Adh-Dhahhak, Qatadah, dan As-Suddi berkata tentang firmanNya, (Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri) yaitu dosa membunuhku dan dosa yang telah ada padamu sebelumnya. (maka kamu akan menjadi penghuni neraka...) Ibnu Abbas berkata,"Dia menakuti saudaranya dengan neraka, tetapi dia tidak tetap tidak berhenti dan tidak menahan diri” Firman Allah سبحانه وتعالى, (Maka hawa nafsunya menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dia membunuhnya, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi (30)) Hawa nafsu dan keberaniannya mendorong dan membujuknya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia benar-benar membunuhnya.Yaitu setelah adanya nasehat dari saudaranya agar menahan diri Firman Allah (dia menjadi salah seorang yang merugi) yaitu di dunia dan akhirat, kerugian mana lagi yang lebih besar daripada ini? Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak satupun jiwa yang terbunuh secara zalim melainkan anak Adam yang pertama ikut menanggung dosa pertumpahan darah itu karena dialah orang pertama yang mencontohkan pembunuhan " Firman Allah, (Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Dia berkata: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal (31)) As-Suddi dengan sanad disandarkan kepada para sahabat, dia berkata,”Ketika anak itu mati, saudaranya meninggalkannya di luar, dan tidak tahu bagaimana cara menguburkannya.Lalu Allah mengirim dua gagak yang bersaudara, lalu keduanya saling berkelahi. Salah satu dari mereka membunuh yang lain. Kemudian yang hidup menggali lubang dan mengubur saudaranya.Setelah melihat itu, saudaranya berkata (Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?). Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Seekor gagak datang kepada gagak yang telah mati, lalu dia menimbunnya dengan tanah sampai menutupnya. Kemudian yang membunuh saudaranya, itu berkata, (Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?) Firman Allah, (Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal) Hasan Al-Bashri berkata, "Allah meninggikan derajatnya dengan penuh penyesalan setelah dia mengalami kerugian.Semua orang sepakat bahwa keduanya adalah anak nabi Adam عليه السلام, sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur'an"

Sumber: https://tafsirweb.com/1914-surat-al-maidah-ayat-30.html

Informasi

Surat

الماۤئدة (Al-Ma'idah)

Hidangan — 120 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

30 dari 120 ayat

Juz

Juz 6

Halaman

Halaman 112

Ruku

Ruku 90

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 23 (45/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-699 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-5