الماۤئدة (Al-Ma'idah)
Per AyatMushaf
وَاِذَا
dan jika
نَادَيْتُمْ
kamu menyeru/memanggil
اِلَى
kepada
الصَّلٰوةِ
sholat
اتَّخَذُوْهَا
mereka menjadikannya
هُزُوًا
ejekan
وَّلَعِبًا
dan permainan
ۗذٰلِكَ
demikian itu
بِاَنَّهُمْ
disebabkan mereka
قَوْمٌ
kaum
لَّا
tidak
يَعْقِلُوْنَ
mereka menggunakan akal
﴿٥٨﴾
Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (melaksanakan) salat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka orang-orang yang tidak mengerti.
727 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan apabila muadzin kalian (wahai kaum Mukminin) mengumandangkan adzan untuk shalat, maka orang-orang yahudi,nasrani,dan kaum musyrikin mengolok-olok dan mempermainkan seruan kalian untuk shalat. Hal itu disebabkan kebodohan mereka kepada tuhan mereka, dan bahwasannya mereka tidak memahami hakikat ibadah.
Sumber: https://tafsirweb.com/1942-surat-al-maidah-ayat-58.html
Tafsir as-Sa'di
57-58. Allah melarang hamba-hambaNya yang beriman untuk mengangkat Ahli KItab, Yahudi dan Nasrani dan orang-orang kafir yang lain menjadi pemimpin, di mana orang-orang Mukmin itu mencintai dan memberikan loyalitas kepada mereka, membocorkan rahasia orang-orang Mukmin kepada mereka, membantu mereka dalam sebagian perkara yang merugikan Islam dan kaum Muslimin. Ilmu yang dimiliki oleh orang-orang yang beriman menuntut mereka untuk tidak mengangkat mereka sebagai pemimpin dan mendorong mereka untuk memusuhi mereka.Begitu pula ketakwaan mereka kepada Allah yang berarti menjalankan perintah-perintahNya dan menghindari larangan-laranganNya, termasuk yang mendorong mereka untuk memusuhi mereka. Begitu pula keadaan orang-orang kafir, orang-orang mesyirik yang memusuhi orang-orang Muslimin; mereka mencaci agama Islam, menjadikannya sebagai bahan pelecehan dan permainan, penghinaan dan peremahan, khususnya shalat, yang merupakan syiat Islam yang paling jelas dan ibadah yang paling mulia. Jika mereka di ajak shalat, mereka menjadikannya sebagai ejekan dan penghinaan, hal itu karena mereka tidak memahami dank arena kebodohan besar mereka, kalau seandaunya mereka mempunyai akal, niscaya mereka akan tunduk kepadanya, dan niscaya mereka mengetahui bahwa ia adalah lebih besar daripada seluruh keutamaan yang menjadi hiasan jiwa.Jika kamu mengetahui wahai orang-orang yang beriman keadaan orang-orang kafir dan kerasnya permusuhan mereka kepadaMu dan kepada agamaMu, maka barangsiapa tidak memusuhi mereka, maka hal itu menunjukan bahwa Islam baginya adalah murah, dia tidak peduli terhadap irang yang menghina agama atau melecehkannya dengan kekufuran dan kesesatan, dia tidak memiliki harga diri sedikit dan kemanusiaan. Bagaimana kamu mengklaim agama yang lurus pada dirirmu, dan bahwa ia adalah agama yang benar dan yang selainnya adalah bathil, semantara kamu rela mengangkat orang yang menjadikan agama sebagai bahan ejekan dan cemoohan sebagai pemimpin, dan dia menggolongkan agama tersebut dan pengikitnya sebagai orang-orang yang bodoh dan dungu? Ini mengandung dorongan yang kuat untuk memusuhi mereka, hal ini diketahui oleh orang-orang yang memiliki pemahaman yang paling ringan sekalipun.
Sumber: https://tafsirweb.com/1942-surat-al-maidah-ayat-58.html
Tafsir Al-Wajiz
58. Ketika muazin kalian mengumandangkan azan untuk shalat, mereka akan mengejek dan menghina ajakan kalian, karena mereka adalah kaum yang bodoh lagi teledor, yang tidak mau berpikir tentang hakikat suatu ibadah. Sebagian orang-orang Yahudi ketika mendengarkan azan, mereka akan mengejeknya.Mereka berkata: “Allah melaknat pendusta”. Maka ketika orang-orang muslim menunaikan shalat mereka mentertawakannya dan mengejeknya dan berkata: “Dirikanlah shalat, dan ruku’lah dengan dihina dan ditertawakan.” Lalu turunlah ayat ini
Sumber: https://tafsirweb.com/1942-surat-al-maidah-ayat-58.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 57-58 Ini merupakan peringatan tentang perbuatan berteman dengan musuh-musuh Islam dan para pemeluknya, yaitu Ahli Kitab dan orang-orang musyrik yang menganggap remeh dan menjadikan bahan ejekan terhadap amal baik yang dilakukan oleh orang-orang muslim yang berupa syariat Islam yang suci, penuh hikmah, yang memuat semua kebaikan dunia dan akhirat. Mereka menjadikannya permainan, dan menganggapnya sebagai permainan dalam pandangan mereka yang rusak, dan pemikiran mereka yang dangkal. Sebagaimana yang dikatakan oleh seseorang: Betapa banyak orang yang mencela ucapan yang benar, hal itu berasal dari pemahaman yang sakit.Firman Allah سبحانه وتعالى: (di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir) huruf “min” di sini untuk menjelaskan jenis, sebagaimana firmanNya: (maka jauhilah oleh kalian barang yang najis) [Surah Al-Hajj: 30].Sebagian ulama’ membaca “Wal Kuffaari” yaitu menjadi khafdh sebagai athaf. Adapun ulama’ lainnya membacanya menjadi manshub sebagai ma’mul dari (janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu) maknanya adalah bukanlah orang-orang kafir itu sabagai wali, yaitu janganlah kalian menjadikan Ahli Kitab dan orang-orang kafir sebagai wali kalian Firman Allah: (bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman) yaitu bertakwalah kepada Allah dari menjadikan musuh-musuh kalian dan agama kalian itu sebagai pelindung, jika kalian benar-benar beriman kepada syariat Allah yang dijadikan bahan ejekan dan permainan oleh mereka, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya.Dan hanya kepada Allah tempat kembali(mu) (28)) (Surah Ali Imran).Firman Allah: (Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan) yaitu demikian pula ketika kalian menyerukan azan untuk mengajak melaksanakan shalat, yang merupakan amalan terbaik bagi orang yang berakal dan memiliki pengetahuan (mereka menjadikannya) juga (buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal) tentang makna ibadah kepada Allah dan syariat-syariatNya"
Sumber: https://tafsirweb.com/1942-surat-al-maidah-ayat-58.html
Informasi
Surat
الماۤئدة (Al-Ma'idah)
Hidangan — 120 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
58 dari 120 ayat
Juz
Juz 6
Halaman
Halaman 118
Ruku
Ruku 94
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 24 (47/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-727 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-5