الانعام (Al-An'am)

Per AyatMushaf
اَلْحَمْدُ
segala puji
لِلّٰهِ
bagi Allah
الَّذِيْ
yang
خَلَقَ
telah menciptakan
السَّمٰوٰتِ
langit(jamak)
وَالْاَرْضَ
dan bumi
وَجَعَلَ
dan Dia telah menjadikan
الظُّلُمٰتِ
gelap
وَالنُّوْرَ
dan cahaya/terang
ەۗ
ثُمَّ
kemudian
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
كَفَرُوْا
kafir/ingkar
بِرَبِّهِمْ
dengan Tuhan mereka
يَعْدِلُوْنَ
mereka menyamakan/mempersekutukan
﴿١﴾
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, namun demikian orang-orang kafir masih mempersekutukan Tuhan mereka dengan sesuatu.
790 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Seluruh pujian hanya untuk Allah karena segala sifat-sifatNya yang semuanya merupakan sifat-sifat kesempurnaan, dan juga karena nikmat-nikmatNya yang zahir dan yang batin, nikmat-nikmat agama maupun dunia, yang telah mengadakan langit dan bumi dan semua makhluk yang berada di dalamnya, dan telah menciptakan kegelapan-kegelapan dan cahaya, yaitu, dengan silih bergantinya kedatangan malam dan siang. Dan dalam kejadian tersebut, terdapat bukti petunjuk akan keagungan Allah dan keberhakan Allah semata untuk diibadahi. Maka tidak boleh bagi siapa saja untuk menyekutukan sesuatu denganNya.Dan meskipun hal ini sudah tampak jelas sekali, akan tetapi orang-orang kafir menyamakan Allah dengan selainNya dan mereka nyekutukanNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/2125-surat-al-anam-ayat-1.html

Tafsir as-Sa'di

1. Ini adalah pemberitahuan tentang pujian dan sanjungan kepadaNya dengan sifat-sifat kesempurnaan, keagungan, dan kemuliaan, khususnya sifat-sifat yang disebut didalamnya. Allah memuji DiriNya atas penciptaanNya terhadap langit dan bumi yang membuktikan kesempurnaan kemampuanNya, keluasan ilmu dan rahmatNya, keumuman hikmahNya dan kesendirianNya dalam penciptaan dan pengaturan, dan Dia juga memuji DiriNya atas penciptaanNya terhadap kegelapan dan cahaya.Itu meliputi hal yang kongkret seperti malam dan siang, matahari dan rembulan, juga meliputi yang abstrak seperti kegelapan kebodohan, keraguan, kesyirikan, kemaksiatan, kelalaian, dan ketaatan. Semua ini menunjukkan dengan penunjukkan yang pasti bahwa Allah berhak atas ibadah dan pengikhlasan yang nyata, “kemudian (sekalipun demikian) orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.” Maksudnya, mereka menyamakan yang lain denganNya dalam ibadah dan pengagungan, padahal mereka yang disamakan dengan Allah itu tidak menandingi Allah dalam sifat-sifat kesempurnaan sedikit pun. Mereka itu miskin, lemah, dan kurang dalam segala segi.

Sumber: https://tafsirweb.com/2125-surat-al-anam-ayat-1.html

Tafsir Al-Wajiz

Keutamaan: Surah ini adalah surah Makkiyah kecuali 6 ayat.Surah ini turun dalam satu jumlah.Ibnu Abbas berkata: “Surah Al-An’am turun di Mekkah pada malam hari dalam satu jumlah.Surah itu dikelilingi 70 ribu malaikat yang bertasbih.Malaikat pertama memulai bertasbih dan bertahmid” 1. Pujian dan rasa syukur atas kuasa Allah yang baik. Semuanya dimulai dengan pujian, karena seluruh pujian itu hanya milik Allah, dan untuk menjawab orang-orang yang membuat tuhan (sekutu) lain bersamaNya.Dialah Pencipta langit dan bumi dengan kuasa dan hikmahNya, yang mana tidak ada perumpamaan seperti itu sebelumnya. Dialah dzat yang menciptakan kegelapan malam dan cahaya siang, walaupun dengan adanya penciptaan ini, kamu masih bisa melihat orang-orang kafir yang membuat sekutu bagiNya untuk disembah. Al-Ja’lu adalah mengadakan sesuatu yang masih berhubungan dengan sesuatu lain

Sumber: https://tafsirweb.com/2125-surat-al-anam-ayat-1.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 1-3 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memuji DzatNya sendiri yang Maha Mulia, karena telah menciptakan langit dan bumi sebagai pernyataan bagi hamba-hambaNya. Dia menjadikan kegelapan dan cahaya untuk memberi manfaat bagi hamba-hambaNya di malam dan siang hari mereka. kata “Zhulumat” menggunakan bentuk jamak, dan kata “Nur” menggunakan bentuk mufrad, karena cahaya lebih mulia sebagaimana firmanNya: (dari arah kanan dan kiri) (Surah An-Nahl: 48) dan di akhir surah ini: (dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus. - maka ikutilah dia; dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalanNya) (Surah Al-An'am: 153) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka) yaitu dengan semua ini, sebagian dari hamba-hambaNya ada yang ingkar.Mereka menjadikan sekutu dan tandaingan bagiNya, serta menjadikan bagiNya istri dan anak. Maha Tinggi Allah dari itu dengan keluhuran yang Maha Besar Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dialah yang menciptakan kalian dari tanah) bapak mereka semua, yaitu nabi Adam yang merupakan asal usul mereka, dan darinyalah mereka keluar, lalu mereka menyebar ke arah timur dan barat. Firman Allah (Sesudah itu ditentukan-Nya ajal, dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan yang ada pada sisi-Nya) Sa’id ibnu Jubair telah mengatakan dari Ibnu Abbas bahwa makna (sesudah itu ditentukannya ajal) adalah kematian, dan (dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya) adalah akhirat.Makna firmanNya: (ada di sisi-Nya) yaitu tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. Sebagaimana firmanNya: (Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia) (Surah Al-A'raf: 187) dan (Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya? (42) Siapakah kamu (maka) dapat menyebutkan (waktunya)? (43) Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya) (44)) (Surah An-Nazi’at) Terkait firman Allah سبحانه وتعالى: (Kemudian kalian masih ragu-ragu) As-Suddi dan lainnya berkata,”Maknanya adalah,”Kalian meragukan tentang perkara hari kiamat”.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang kalian lahirkan, dan mengetahui (pula) apa yang kalian usahakan (3)) Para ahli tafsir berbeda pendapat terkait ayat ini menjadi beberapa pendapat setelah mereka sepakat mengingkari pendapat kelompok Jahmiyah yang pertama yang mengatakan (Maha Tinggi Allah dari ucapan mereka dengan KeluhuranNya yang Maha Besar) bahwa Allah berada di semua tempat, dimana mereka menafsirkan ayat ini seperti itu. Pendapat yang paling bernar bahwa Dialah yang diseru di langit dan di bumi, yaitu Tuhan yang disembah, diesakan, dan diakui oleh makhluk yang ada di langit dan di bumi sebagai Tuhan. Mereka menyembah dan berdoa kepadaNya dengan suka rela dan terpaksa, kecuali yang kafir dari kalangan jin dan manusia.Ayat ini sebagaimana yang ada di firmanNya: (Dan Dialah Tuhan (Yang disembah) di langit dan Tuhan (Yang disembah) di bumi) (Surah Az-Zukhruf: 84) yaitu Dialah Tuhan semua yang ada di langit dan Tuhan semua yang ada di bumi.Berdasarkan hal ini, maka firman Allah: (Dia mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang kalian tampakkan) sebagai khabar atau haal. (dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan (3)) yaitu semua perbuatan kalian, yang baik dan yang buruk.

Sumber: https://tafsirweb.com/2125-surat-al-anam-ayat-1.html

Informasi

Surat

الانعام (Al-An'am)

Binatang Ternak — 165 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

1 dari 165 ayat

Juz

Juz 7

Halaman

Halaman 128

Ruku

Ruku 102

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 26 (51/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-790 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-6