الانعام (Al-An'am)
Per AyatMushaf
ثُمَّ
kemudian
لَمْ
tidak
تَكُنْ
ada
فِتْنَتُهُمْ
fitnah mereka
اِلَّآ
kecuali
اَنْ
bahwa
قَالُوْا
mereka mengatakan
وَاللّٰهِ
demi Allah
رَبِّنَا
Tuhan kami
مَا
tidak ada
كُنَّا
kami menjadi
مُشْرِكِيْنَ
orang-orang musyrik
﴿٢٣﴾
Kemudian tidaklah ada jawaban bohong mereka, kecuali mengatakan, “Demi Allah, ya Tuhan kami, tidaklah kami mempersekutukan Allah.”
812 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Kemudian tidak ada jawaban dari mereka ketika mereka menghadapi cobaan dan di uji dengan pertanyaan tentang sekutu-sekutu mereka, kecuali mereka berlepas diri dari mereka, dan bersumpah dengan nama Allah, tuhan mereka bahwa mereka dahulu tidak pernah menyekutukan Allah dengan selainNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/2147-surat-al-anam-ayat-23.html
Tafsir as-Sa'di
23. “Kemudian tiadalah fitnah mereka.” Maksudnya, jawaban mereka manakala mereka ditanya dan diuji dengan pertanyaan itu tidak lain hanyalah pengingkaran terhadap kesyirikan mereka, dan mereka berani bersumpah bahwa mereka tidak menyekutukan Allah.
Sumber: https://tafsirweb.com/2147-surat-al-anam-ayat-23.html
Tafsir Al-Wajiz
23. Tidaklah hasil dari kekufuran dan keberanian mereka untuk berdusta, dan jawaban mereka ketika melihat azab itu kecuali berlepas diri dari perbuatan syirik.
Sumber: https://tafsirweb.com/2147-surat-al-anam-ayat-23.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 22-26 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang musyrik (Dan (ingatlah), di hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya) yaitu hari kiamat nanti, lalu Allah bertanya kepada mereka tentang berhala-berhala dan tandingan-tandingan yang mereka sembah-sembah selain Dia, seraya berfirman kepada mereka: (Di manakah sembahan-sembahan kalian yang dahulu kalian katakan (sekutu-sekutu Kami)?) sebagaimana firman Allah dalam surah Al Qashash: (Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata, "Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kalian katakan?” (62)) (Surah Al-Qashash) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Kemudian tiadalah fitnah mereka) yaitu hujjah mereka.Ibnu Jarir berkata,”Pendapat yang benar adalah bahwa tidaklah jawaban mereka ketika Kami menguji mereka itu menjadi alasan tentang kemusyrikan kepada Allah yang pernah mereka lakukan itu. (Kecuali mengatakan, "Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah”) Adh-Dhahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas,”Ayat ini tentang orang-orang munafik. Tetapi pendapat ini perlu dipertimbangkan, karena ayat ini adalah ayat Makkiyyah, dan orang-orang munafik itu ada pada ayat-ayat Madaniyyah, dan ayat yang diturunkan tentang orang-orang munafik adalah dalam surah Al-Mujadilah, ((Ingatlah) hari (ketika) mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu mereka bersumpah kepada-Nya (18)) Demikian juga Dia berfirman tentang mereka: (Lihatlah bagaimana mereka telah berdusta terhadap diri mereka sendiri dan hilanglah dari mereka sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan (24)) sebagaimana Allah berfirman: (Kemudian dikatakan kepada mereka, "Manakah berhala-berhala yang selalu kalian persekutukan, (73) selain Allah?" Mereka menjawab, "Mereka telah hilang lenyap dari kami.”(74)) (Surah Ghafir) Firman Allah: (Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan (bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (kami letakkan) sumbatan di telinganya.Dan jika pun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya) yaitu mereka datang untuk mendengarkan bacaanmu, tetapi hal itu tidak membantu sedikit pun bagi mereka, karena Allah سبحانه وتعالى telah membuat penutup yaitu penutup pada hati mereka agar mereka tidak dapat memahami Al-Qur'an. (Dan Allah meletakkan sumbatan pada telinga mereka) ketulian dari mendengarkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri mereka, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan (171) (Surah Al-Baqarah).Firman Allah: (Dan jika pun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya) yaitu sekalipun mereka telah melihat ayat-ayat, dalil-dalil, hujjah-hujjah yang jelas, dan bukti-bukti nyata, mereka tidak beriman kepada hal itu. Sehingga mereka tidak memiliki pemahaman dan mempunyai kesadaran. Sebagaimana firmanNya: (Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar (23)) (Surah Al-Anfal) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu) yaitu mereka membantah dan menentang kebenaran dengan kebathilan (Orang-orang kafir itu berkata, "Al-Qur’an ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu”) yaitu apa yang kamu bawa ini tidak lain hanya diambil dari kitab-kitab orang-orang yang terdahulu dan dinukil dari mereka.Firman Allah سبحانه وتعالى: (merekaa menjauhkan orang lain dari Al-Qur’an dan mereka sendiri menjauhkan diri darinya) maknanya adalah bahwa mereka melarang orang lain mengikuti kebenaran, membenarkan Rasul, dan menaati Al-Qur'an (Dan mereka sendiri menjauhkan diri darinya) yaitu mereka menjauhinya. Mereka menggabungkan dua perbuatan buruk, jadi mereka tidak bisa mengambil manfaat dan tidak mengajak seorang pun untuk mengambil manfaat. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas terkait firmanNya: (Mereka melarang (orang lain) dari Al-Qur'an) yaitu mereka mencegah orang lain dari nabi Muhammad ﷺ agar mereka tidak beriman kepadanya.Firman Allah (dan mereka sendiri menjauhkan diri darinya) yaitu mereka menjauhkan diri darinya (dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedangkan mereka tidak menyadari) yaitu tidak ada yang mereka hancurkan dengan perbuatan itu, dan tidak ada bencana dari hal itu kecuali menimpa mereka, dan mereka tidak menyadarinya.
Sumber: https://tafsirweb.com/2147-surat-al-anam-ayat-23.html
Informasi
Surat
الانعام (Al-An'am)
Binatang Ternak — 165 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
23 dari 165 ayat
Juz
Juz 7
Halaman
Halaman 130
Ruku
Ruku 104
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 26 (52/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-812 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-6