الانعام (Al-An'am)

Per AyatMushaf
وَقَالُوْٓا
dan mereka berkata
اِنْ
tidak lain
هِيَ
ia/kehidupan
اِلَّا
kecuali/hanyalah
حَيَاتُنَا
kehidupan kita
الدُّنْيَا
dunia
وَمَا
dan tidaklah
نَحْنُ
kita
بِمَبْعُوْثِيْنَ
orang-orang yang dibangkitkan
﴿٢٩﴾
Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), “Hidup hanyalah di dunia ini, dan kita tidak akan dibangkitkan.”
818 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan telah berkata Orang-orang musyrik yang mengingkari Hari kebangkitan, “Tidaklah ada kehidupan kecuali kehidupan yang sedang kita jalani ini, kita tidak akan dibangkitkan setelah kematian kita. ”

Sumber: https://tafsirweb.com/2153-surat-al-anam-ayat-29.html

Tafsir as-Sa'di

29. “Dan tentu mereka akan mengatakan (pula),” yakni para pengingkar Hari Kebangkitan, “Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja.” Perkara dan kondisi sebenarnya serta tujuan kita diciptakan adalah hanya untuk kehidupan dunia semata. “Dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan.”

Sumber: https://tafsirweb.com/2153-surat-al-anam-ayat-29.html

Tafsir Al-Wajiz

29. Orang-orang musyrik yang mendustakan kebangkitan itu berkata: “Tidaklah kehidupan kita ini hanyalah kehidupan di dunia saja. Kita tidak akan dibangkitkan setelah mati, tidak pula di akhirat”

Sumber: https://tafsirweb.com/2153-surat-al-anam-ayat-29.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 27-30 Allah سبحانه وتعالى menyebutkan keadaan orang-orang kafir ketika mereka menghadapi di neraka pada hari kiamat, dan menyaksikan apa yang ada di dalamnya berupa rantai dan belenggu serta melihat dengan mata kepala mereka perkara yang agung dan menakutkan itu. Maka saat itu mereka berkata: (Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman) Mereka berharap untuk dikembalikan lagi ke dunia, agar mengerjakan amal shalih, tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan mereka, dan menjadi orang-orang yang beriman. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya) yaitu tetapi tampak saat itu juga bagi mereka apa yang mereka sembunyikan dalam diri mereka, berupa kekufuran, pendustaan, dan keingkaran yang mereka ingkari di dunia atau di akhirat; sebagaimana Allah berfirman sebelumnya: (Kemudian tiadalah fitnah mereka kecuali mengatakan, "Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah (23) Lihatlah, bagaimana mereka telah berdusta terhadap diri mereka sendiri) (Surah Al-An'am: 23, 24) Ayat itu juga bisa mengandung makna bahwa tampak jelas bagi mereka apa yang mereka ketahui dalam diri mereka, yaitu kebenaran sesuatu yang disampaikan oleh para rasul kepada mereka di dunia, yaitu ketika mereka menampakkan kepada para pengikutnya menentangnya.Sebagaimana firman Allah seraya memberitahukan tentang nabi Musa yang berkata kepada Fir'aun: (Sesungguhnya kamu telah mengetahui bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata) (Surah Al-Isra: 102), dan firman Allah سبحانه وتعالى seraya memberitahukan tentang Fir'aun dan kaumnya: (Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka), padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya) (Surah An-Naml: 14) Bisa dimaknai bahwa yang dimaksud adalah orang-orang munafik, yaitu orang yang menampakkan keimanan kepada manusia dan menyembunyikan kekafiran.Ini merupakan pemberitahuan tentang apa yang terjadi di hari kiamat berupa perkataan orang-orang kafir. Maka tampaklah ketika itu sesuatu yang mereka sembunyikan berupa kekafiran, kemunafikan, dan pertentangan. Hanya Allah yang lebih mengetahui.Adapun makna “Al-Idhrab” dalam firmanNya: (Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya) Sesungguhnya mereka tidak meminta untuk dikembalikan ke dunia karena ingin dan suka kepada keimanan, melainkan karena takut kepada azab yang mereka saksikan sebagai balasan atas apa yang telah mereka lakukan berupa kekafiran. Jadi mereka meminta kembali ke dunia agar mereka terbebas dari apa yang mereka saksikan berupa neraka. Oleh karena itu Allah berfirman: (Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka) yaitu dalam permintaan mereka untuk kembali ke dunia agar beriman.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang mereka, bahwa jika mereka dikembalikan ke dunia, maka mereka kembali mengulangi sesuatu yang dilarang, yaitu kekufuran dan pertentangan. (Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka) yaitu dalam firmanNya: (Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman), (Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), "Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan” (29)) yaitu sungguh mereka kembali melakukan hal-hal yang dilarang; dan mereka berkata: (Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja) yaitu kehidupan itu hanyalah di dunia saja, kemudian tidak ada hari kebangkitan. Oleh karena itu: (dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan) Kemudian Allah berfirman: (Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya) yaitu mereka berada di hadapanNya (Allah berfirman, "Bukankah (kebangkitan) ini benar”)?Yaitu bukankah hari kebangkitan ini benar, bukan sesuatu yang salah sebagaimana yang kalian sangkakan (Mereka menjawab, "Sungguh benar, demi Tuhan kami.” Allah Berfirman, "Karena itu, rasakanlah azab ini disebabkan kalian mengingkari (nya)”) yaitu yang kalian dustakan, maka rasakanlah pada hari itu azabnya. (Maka apakah sihir itu? Ataukah kalian tidak melihat? (15)) (Ath-Thur)

Sumber: https://tafsirweb.com/2153-surat-al-anam-ayat-29.html

Informasi

Surat

الانعام (Al-An'am)

Binatang Ternak — 165 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

29 dari 165 ayat

Juz

Juz 7

Halaman

Halaman 131

Ruku

Ruku 104

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 26 (52/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-818 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-6