Kembali ke Surat Al-An'am

الانعام (Al-An'am)

Surat ke-6, Ayat ke-32

وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗوَلَلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ

Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?

📚 Tafsir Al-Muyassar

Dan tidaklah kehidupan dunia ini dalam kondisinya secara umum, melainkan hanya berisi tipuan dan kebatilan belaka. Dan berbuat amal shalih untuk negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang takut kepada Allah. Mereka ini memelihara diri dari siksaanNya dengan amal ketaatan kepadaNYa dan menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat kepadaNya.

Tidakkah kalian mau berfikir (wahai orang-orang musyrik yang terpedaya oleh perhiasan dunia), lalu kalian lebih memilih yang abadi daripada yang fana?

Sumber: https://tafsirweb.com/2156-surat-al-anam-ayat-32.html

📚 Tafsir as-Sa'di

32. Ini adalah hakikat dunia dan akhirat. adapun hakikat dunia, maka ia adalah main-main dan senda gurau, main-main pada badan dan senda gurau pada hati. Hati cenderung kepadanya, jiwa mencintainya, amnisi-ambisi terkait denganya, dan menyibikkan diri dengannya adalah seperti permainan anak-anak.

Adapun akhirat. Maka ia “ lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa,” dalam dzat, sipat, kekekalan, kelanggengannya. Di dalamnya terdapat apa yang di inginkan oleh jiwa dan di nikmati oleh mata, berupa kenikmatan hati dan ruh, dan banyaknya kebahagaiaan dan kesenangan, akan tetapi kenikmatan akhirat bukan untuk semua orang.

Ia hanya untuk orang-orang yang takwa yang menjalankan perintah-perintah Allah dan menjuahi larangan-laranganNya. “ maka tidakkah kamu memahaminya?” maksudnya apakah kamu tidak memiliki akal yang dengannya kamu mengetahui rumah manakah yang lebih layak di utamakan?

Sumber: https://tafsirweb.com/2156-surat-al-anam-ayat-32.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

32. Allah membalas perkataan orang-orang kafir “Tiada kehidupan lagi kecuali kehidupan kami di dunia”, bahwa sesungguhnya kehidupan ini hanyalah permainan yang tidak bisa mewujudkan suatu kemanfaatan dan tidak juga memberikan kemudharatan, serta hiburan yang memalingkan dari sesuatu yang bermakna dan penting. Kehidupan (dunia) itu adalah fatamorgana yang menipu.

Sedangkan rumah akhirat dan persiapan diri untu menyambutnya itu lebih baik bagi orang-orang yang takut kepada Allah, takut berbuat syirik dan maksiat. Apakah kalian tidak memikirkan hal itu, wahai orang yang mengingkari akhirat?

Sumber: https://tafsirweb.com/2156-surat-al-anam-ayat-32.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 31-32 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang kerugian orang yang mendustakan pertemuan denganNya, tentang kekecewaan mereka ketika datang hari kiamat kepada mereka secara tiba-tiba, dan penyesalan mereka atas kelalaian mereka dalam beramal, serta perbuatan buruk mereka yang lalu. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata, "Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!") Dhamir ini bisa merujuk kepada kehidupan, bisa kepada amal, dan bisa kepada hari akhirat, yaitu perkara itu. Firman Allah: (sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amatlah buruk apa yang mereka pikul itu) yaitu yang mereka bawa.

Qatadah berkata,”Mereka ketahui”. Firman Allah SWT: (Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan senda gurau) yaitu sesungguhnya kebanyakan demikian (Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidaklah kalian memahaminya?)

Sumber: https://tafsirweb.com/2156-surat-al-anam-ayat-32.html

Informasi Tambahan

Juz

7

Halaman

131

Ruku

105

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved