الانعام (Al-An'am)
Per AyatMushaf
۞
اِنَّمَا
sesungguhnya hanyalah
يَسْتَجِيْبُ
akan memperkenankan
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
يَسْمَعُوْنَ
(mereka)mendengar
ۗوَالْمَوْتٰى
dan orang-orang mati
يَبْعَثُهُمُ
akan membangkitkan mereka
اللّٰهُ
Allah
ثُمَّ
kemudian
اِلَيْهِ
kepadaNya
يُرْجَعُوْنَ
mereka dikembalikan
﴿٣٦﴾
Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati, kelak akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya mereka dikembalikan.
825 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya yang menyambutmu (wahai rasul), kepada apa yang engkau dakwahkan yang berisi hidayah, hanyalah orang-orang yang mendengarkan perkataan dengan pendengaran untuk menerimanya. Adapun orang-orang kafir, mereka itu terhitung manusia-manusia yang telah mati, sebab hidup yang hakiki hanya dengan dasar islam. Dan orang-orang yang telah mati akan Allah keluarkan mereka dari kubur-kubur mereka dalam keadaan hidup, dan kemudian akan kembali kepada Allah pada Hari Kiamat untuk menerima perhitungan dan balasan (perbuatan) mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/2160-surat-al-anam-ayat-36.html
Tafsir as-Sa'di
36. Allah berfirman kepada NabiNya, “ Yang mematuhi” seruanmu dan mengikuti risalahmu seerta taat kepada perintah dan laranganmu, hanyalah “ orang-orang yang mendegar” dengan hatinya apa yang bermanfaat untuknya.Mereka itu adalah orang-orang yang berkal dan mendengar. Yang di maksud dengan “mendengar” di sini adalah mendengar dengan hati dengan penuh rasa ketaatan, kalau bukan itu maksudnya, maka mendengar adalah kegiatan yang bisa di lakukan oleh orang baik dan jahat. Semua mukalaf dengan mendengar ayat-ayatNya berarti hujjah Allah telah tegak atasnya dan tidak ada alasan baginya untuk menolak. “Dan orang-orang mati (hatinnya), akan di bangkitkan oleh Allah, kemudian kepadanya-lah mereka di kembalikan.” Ada kemungkinan maknanya adalah makna yang mengimbangi makna sebelumnya, yakni yang menjawabmu hanyalah orang yang hatinya hidup.Adapun orang yang hatinya mati yang tidak merasakan kebahagiaan, tidak menyadari sesuatu yang menyelamatkannya, maka mereka itu tidak menjawabmu, tidak tunduk kepadamu, dan waktu yang dijanjikan bagi mereka adalah Hari Kiamat, di mana Allah membangkitkan mereka lalu kepadaNya dia di kembalikan. Ada kemungkinan bahwa yang di maksud dengan ayat adalah secara zhahirnya, bahwa Allah menetapkan hari kebangkitkan dan bahwa dia akan membangkitkan yang mati pada hari kiamat kemudian memberi tahu kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. Dan ini mengandung dorongan untuk menjawab panggilan Allah dan rasulNya serta ancaman meninggalkannya.
Sumber: https://tafsirweb.com/2160-surat-al-anam-ayat-36.html
Tafsir Al-Wajiz
36 Hanya mereka yang mendengar, memahami dan menelaah sajalah yang akan mematuhi seruanmu untuk beriman kepada Allah wahai Nabi. Dan orang-orang yang mati hatinya atau orang-orang kafir, mereka akan dibangkitkan oleh Allah di akhirat, kemudian kepada-Nya-lah mereka dikembalikan dan akan diberi balasan.
Sumber: https://tafsirweb.com/2160-surat-al-anam-ayat-36.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 33-36 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menghibur nabiNya ﷺ dalam menghadapi perbuatan dusta dan pertentangan kaumnya terhadap dirinya: (Sesungguhnya Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu) yaitu pengetahuan Kami telah meliputi pendustaan mereka terhadapmu, kesedihan serta kekecewaanmu atas mereka. Sebagaimana firmanNya: (maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka) (Surah Fathir: 8) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman di ayat lain: (Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman (3)) (Surah Asy-Syu'ara) dan (Maka barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an) (6)) (Surah Al-Kahfi: 6).Firman Allah: (karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu) yaitu tidak menuduhmu sebagai seorang pendusta dalam hal tersebut (tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah) yaitu tetapi mengingkari dan menolak kebenaran dengan dada mereka, sebagaimana yang dikatakan Najiyah bin Ka'b, dari Ali,”dia berkata,”Abu Jahal berkata kepada Nabi ﷺ, "Sesungguhnya kami tidak menuduhmu berdusta, kami mendustakan apa yang kamu bawa itu." Lalu Allah سبحانه وتعالى menurunkan firmanNya: (karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka) Ini merupakan penghiburan dan dukungan bagi Nabi ﷺ, dalam menghadapi orang-orang yang mendustakannya dari kaumnya, dan sebagai perintah agar bersabar sebagaimana kesabaran orang-orang yang berhati teguh dari para rasul, serta janji baginya dengan pertolongan sebagaimana para rasul itu ditolong, dan pemberian kemenangan sehingga mereka mendapatkan hasil baik setelah menerima pendustaan dan gangguan dari kaumnya. Kemudian datanglah kepada mereka pertolongan dan kemenangan di dunia dan sebagaimana pertolongan bagi mereka di akhirat. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Tak ada seorang pun yang dapat mengubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah) yang telah ditetapkan di dunia dan akhirat bagi hamba-hambaNya yang mukmin.Sebagaimana Allah berfirman: (Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul (171 (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan (172) Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang (173)) (Surah Ash-Shaffat) dan (Allah telah menetapkan, "Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.” Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa (21)) (Surah Al-Mujadilah) Firman Allah: (sesungguhnya telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu) yaitu dari berita mereka, bagaimana mereka ditolong dan diberi dukungan atas orang-orang yang mendustakan mereka dari kaumnya.Jadi kamu memiliki tauladan pada diri mereka. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan jika perpalingan mereka (darimu) terasa amat berat bagimu) yaitu jika berat olehmu keberpalingan mereka darimu. (maka jika kamu dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas,””nafaq” adalah lubang. yaitu lalu masuk ke dalam lubang itu, lalu datang kepada mereka dengan membawa ayat; atau kamu membuat tangga sampai ke langit, lalu kamu menaikinya dan mendatangkan kepada mereka suatu ayat yang lebih baik daripada yang kamu sampaikan kepada mereka, maka lakukanlah. Demikian juga yang dikatakan oleh Qatadah, As-Suddi, dan lainnya Firman Allah سبحانه وتعالى: (Kalau Allah menghendaki, tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk. Sebab itu, janganlah kalian sekali-kali termasuk orang-orang yang jahil) Sebagaimana firmanNya: (Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya) (Surah Yunus: 99).Ali bin Abi Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Kalau Allah menghendaki, tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk) dia berkata, Rasulullah ﷺ ingin agar semua manusia beriman dan mengikuti beliau di jalan petunjuk. Lalu Allah memberitahukan kepada beliau bahwa tidak ada seorang pun yang beriman kecuali orang yang telah ditakdirkan Allah mendapat kebahagiaan pada masa permulaan penciptaan. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah)) yaitu sesungguhnya orang yang menerima ajakanmu, wahai Muhammad, hanyalah orang yang mendengar, menyadari, dan memahaminya.Sebagaimana firmanNya: (supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir (70)) (Surah Yasin) Firman Allah: (dan orang-orang yang mati (hatinya) akan dibangkitkan oleh Allah) yaitu dengan orang-orang kafir.Karena mereka itu mati hatinya, maka Allah menyerupakan mereka dengan orang-orang yang mati jasadnya. Lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan orang-orang yang mati akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nyalah mereka dikembalikan) Ini merupakan celaan dan penghinaan terhadap mereka
Sumber: https://tafsirweb.com/2160-surat-al-anam-ayat-36.html
Informasi
Surat
الانعام (Al-An'am)
Binatang Ternak — 165 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
36 dari 165 ayat
Juz
Juz 7
Halaman
Halaman 132
Ruku
Ruku 105
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 27 (53/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-825 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-6