الانعام (Al-An'am)
Per AyatMushaf
وَمَا
dan tidak
نُرْسِلُ
Kami mengutus
الْمُرْسَلِيْنَ
para Rasul
اِلَّا
kecuali
مُبَشِّرِيْنَ
memberi kabar gembira
وَمُنْذِرِيْنَۚ
dan memberi peringatan
فَمَنْ
maka barang siapa
اٰمَنَ
beriman
وَاَصْلَحَ
dan mengadakan perbaikan
فَلَا
maka tidak ada
خَوْفٌ
rasa takut
عَلَيْهِمْ
atas mereka
وَلَا
dan tidak
هُمْ
mereka
يَحْزَنُوْنَ
mereka bersedih hati
﴿٤٨﴾
Para rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
837 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan tidaklah kami mengutus para rasul kami, melainkan sebagai pemberi kabar gembira untuk orang-orang yang taat kepada kami dengan kenikmatan yang abadi dan pemberi peringatan keras terhadap orang-orang yang berbuat maksiat dengan siksaan yang pedih. Maka barangsiapa yang beriman dan membenarkan para rasul serta beramal shalih, maka mereka itu tidak mengalami kekhawatiran tatkala bertemu dengan tuhan mereka, dan(juga) tidak bersedih hati atas apa yang terlewatkan bagi mereka dari kenikmatan-kenikmatan dunia.
Sumber: https://tafsirweb.com/2172-surat-al-anam-ayat-48.html
Tafsir as-Sa'di
48. Allah menyebutkan inti risalah para rasul bahwa ia merupakan berita gembira dan peringatan. Hal itu menuntut penjelasan tentang pembawa berita gembira, yang diberi berita gembira dan amal yang jika di lakukan oleh seorang hamba, maka dia mendapatkan berita gembira.Juga penjelasan tentang pemberi peringatan, sesuatu yang di peringatkan dan seseorang yang di beri peringatan dan perbautan-perbuatan yang jika di lakukan, maka dia berhak di peringatkan. Akan tetapi manusia terbagi menjadi dua dari segi apakah mereka menjawab dakwah para rasul atau tidak; “ barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan,” yakni beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan Hari Akhir dan memperbaiki iman, amal, dan niatnya, “ maka tak ada kehawatiran terhadap mereka,” terhadap apa yang akan datang, “ dan tidak pula mereka bersedih hati,” terhadap apa yang telah berlalu.
Sumber: https://tafsirweb.com/2172-surat-al-anam-ayat-48.html
Tafsir Al-Wajiz
48 Kami tidak mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang taat kepada mereka dengan anugerah surga dan memberi peringatan kepada orang-orang yang mendurhakai mereka dengan siksa api neraka. Barangsiapa yang beriman keapda Allah, rasul dan kitab-kitab-Nya dan memperbaiki amalnya, maka tak ada kekhawatiran bagi mereka atas azab akhirat dan mereka tidak pula bersedih hati atas dunia yang hilang dari mereka
Sumber: https://tafsirweb.com/2172-surat-al-anam-ayat-48.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 46-49 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan kepada RasulNya ﷺ,“Katakanlah kepada orang-orang yang berdusta dan membangkang itu: (Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan kalian) yaitu Dia mencabutnya dari kalian sebagaimana Dia memberikannya kepada kalian, sesungguhnya: (Dialah Yang menciptakan kalian dan menjadikan bagi kalian pendengaran dan penglihatan) (Surah Al-Mulk: 23), Bisa juga bahwa ungkapan ini mengandung larangan untuk mengambil manfaat dari keduanya, manfaat secara syariat, Oleh karena itu Allah berfirman: (serta menutup hati kalian) sebagaimana Allah berfirman: (atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan?) (Surah Yunus: 31) dan (dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghalang-halangi antara manusia dan hatinya) (Surah Al-Anfal: 24) dan firmanNya (siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepada kalian?) yaitu apakah ada selain Allah yang berkuasa mengembalikan hal itu kepada kalian?Jika Allah telah mencabutnya dari kalian maka tidak ada seorang pun yang mampu mencabutnya selain Dia. Oleh karena itu Allah berfirman: (Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami)) yaitu Kami menjelaskan, menerangkan, dan menafsirkannya sebagai dalil yang menunjukkan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan semua yang mereka sembah selain Dia itu salah dan sesat. (kemudian mereka tetap berpaling (juga)) yaitu kemudian dengan keterangan itu, mereka berpaling dari kebenaran dan menghalang-halangi orang lain untuk mengikutinya.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa “Yashdifun” maknanya adalah “menyimpang”. Mujahid dan Qatadah berkata bahwa maknanya adalah berpaling Firman Allah سبحانه وتعالى: (Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku, jika datang siksaan Allah kepada kalian dengan tiba-tiba”) yaitu kalian tidak menyadarinya sehingga kedatangannya mengejutkan kalian (atau terang-terangan) yaitu dengan jelas (maka adakah yang dibinasakan (Allah), selain dari orang-orang yang zalim?) yaitu Dia meliputi orang-orang yang zalim pada diri sendiri dengan berbuat kemusyrikan. Sedangkan orang-orang yang menyembah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukanNya itu akan diselamatkan.Tidak ada ketakutan kepada mereka, dan tidak pula bersedih hati, sebagaimana firmanNya: (Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik) (82)) (Surah Al-An'am).Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan) yaitu menyampaikan kabar gembira kepada hamba-hamba Allah yang beriman dengan kebaikan, dan memberi peringatan kepada orang-orang yang ingkar kepada Allah dengan kemurkaan dan siksaan Allah. Oleh karena itu Allah berfirman: (Barang siapa yang beriman dan mengadakan perbaikan) yaitu barangsiapa yang hatinya beriman kepada apa yang datang kepada mereka dan memperbaiki amal perbuatannya dengan mengikuti petunjuk para rasul (maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka) yaitu terkait dengan masa depan yang mereka hadapi (dan tidak (pula) mereka bersedih hati) yaitu terkait dengan apa yang telah lewat dan apa yang mereka tinggalkan berupa perkara dunia dan perbuatannya.Allah adalah pelindung mereka dari apa yang telah mereka tinggalkan dan memelihara mereka dari apa yang mereka tinggalkan. Kemudian Allah: (Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik (49)) yaitu mereka mendapatkan azab karena mereka ingkar terhadap apa yang telah dibawa oleh para rasul, dan menyimpang dari perintah-perintah Allah, ketaatan kepadaNya, serta mereka mengerjakan apa yang diharamkanNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/2172-surat-al-anam-ayat-48.html
Informasi
Surat
الانعام (Al-An'am)
Binatang Ternak — 165 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
48 dari 165 ayat
Juz
Juz 7
Halaman
Halaman 133
Ruku
Ruku 106
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 27 (53/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-837 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-6