الانعام (Al-An'am)
Per AyatMushaf
فَالِقُ
Dia membelah/menyingsingkan
الْاِصْبَاحِۚ
pagi
وَجَعَلَ
dan Dia menjadikan
الَّيْلَ
malam
سَكَنًا
beristirahat
وَّالشَّمْسَ
dan matahari
وَالْقَمَرَ
dan bulan
حُسْبَانًا
perhitungan
ۗذٰلِكَ
demikianlah/itulah
تَقْدِيْرُ
ketentuan
الْعَزِيْزِ
Maha Kuasa
الْعَلِيْمِ
Maha Mengetahui
﴿٩٦﴾
Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.
885 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Allah , Dial ah yang membelah cahaya pagi dari kegelapan malam, dan menjadikan malam menjadi masa istirahat di mana tiap-tiap yang bergerak yang berdiam diri dan tenang pada waktu tersebut mengambil bagian waktu istirahatnya. Dan Dia menjadikan matahari dan bulan berjalan pada porosnya dengan dasar perhitungan yang sangat rapi lagi telah ditentukan. Perhitungan yang tidak berubah-ubah dan tidak berantakan.Itu adalah ketentuan Dzat yang Maha perkasa yang sangat kokoh kerajaanNya, Maha mengetahui segenap kemaslahatan makhlukNya dan pengaturan urusan-urusan mereka. Al-Aziz dan Al-Alim termasuk nama Allah yang paling baik yang menunjukan kesempurnaan keperkasaan dan ilmuNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/2220-surat-al-anam-ayat-96.html
Tafsir as-Sa'di
96. dan ketika Allah menyebutkan bahan penciptaan makanan pokok, mana dia juga menyebutkan nikmatNya dengan menyediakan tempat tinggal, dan dia menciptakan cahaya dan kegelapan yang di butuhkan oleh hamba dan manfaat serta maslahatnya. Dia berfirman, “dia menyisingkan pagi,” sebagiamana dia menumbuhkan biji-bijian, maka dia juga membelah kegelapan malam yang menyelimuti permukaan bumi dengan cahay pagi yang melenyapkanNya sedikit demi sedikit cahaya yang menyebar. Dengan pengganti masa tersebut, manusia beraktifitas dalam maslahat dan kehidupan, dan dalam kemanfaatan agama dan dunia mereka.Ketika manusia membutuhkan ketenangan dan ketentraman, serta istirahat yang tidak terjadi kecuali adanya siang dan cahaya, maka “Dia menjadikan” malam untuk beristirahat. Manusia beristirahat di rumah-rumah dan tempat tidur mereka di malam hari, ternak ke kangdangnya, burung ke sarangNya, maka masing-masing mengambil istirahatnya. Kemudian Allah menggangtikan dengan cahaya, dan begitulah seterusnya sampai Hari Kiamat. “Dan Allah” meenjadikan “matarhari dan bulan untuk perhitungan.” Dengan keduanya di ketahui waktu dan masa.Dengan itu waktu-waktu ibadah dan muamalah dipatok, lalu yang mana kalau bukan karena matahari, rembulan, dan pergantian kepada perintahkeduanya silih berganti, niscaya orang-orang tidak mengetahuinya hanyalah beberapa orang, itu pun setelah upaya yang keras yang karenanya ada kemaslahatan yang tidak tercapai. “Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Mengetahui.” Yang mana diantara keperkasaanNya tunduknya mahkluk yang besar ini, maka ia pun berjalan dengan tunduk dan patuh kepada perintahNya, yang mana ia tidak lemapui batasan yang diletakkan oleh Allah, tidak maju dan tidak mundur darinya. Dia Maha Mengetahui, di mana ilmuNya meliputi yang lahir, yang batin yang pertama dan yang terakhir. Di antara dalil aqli atas keluasan ilmuNya adalah pengendalian mahkluk-makhluk yang besar ini dengan tatanan dan aturan yang konkret yang mencenggangkan akal dalam kebaikan, kesempurnaan, dan kesesuaian dengan kemaslahatan dan hikmah.
Sumber: https://tafsirweb.com/2220-surat-al-anam-ayat-96.html
Tafsir Al-Wajiz
96. Allah jugalah Dzat yang menyingsingkan kegelapan pagidengan cahaya siang, dan membuat malam sebagai tempat untuk beristirahat, dimana manusia berhenti dari aktifitas dan hal yang melelahkan. Dia juga membuat matahari dan bulan sebagai tempat (atau media) untuk menghitung waktu, yang mana hal itu sangat berhubungan dengan kebaikan para hamba.Sistem yang telah disebutkan itu adalah kekuasaan Dzat yang Maha Kuat di kerajanNya, dan Dzat yang Maha Mengetahui ciptaanNya, sehingga Dia membuat aturan yang penuh hikmah ini
Sumber: https://tafsirweb.com/2220-surat-al-anam-ayat-96.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 95-97 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia adalah Dzat membelah biji-bijian dan bibit, yakni Dia membelahnya di dalam tanah, lalu tumbuhlah dari biji-bijian itu bermacam-macam tanaman, berupa biji-bijian dan buah-buahan yang beragam warna, bentuk, dan rasanya. Oleh karena itu Allah berfirman: (menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan) dijelaskan dengan firmanNya (Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati) yaitu Dia mengeluarkan tumbuh-tumbuhan yang hidup dari biji dan bibit yang seakan-akan hal itu adalah benda mati.Sebagaimana firmanNya: (Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka darinya mereka makan (33)) sampai dengan firmanNya: (dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui) (Surah Yasin: 33-36) Firman Allah: (Dan Dia mengeluarkan yang mati dari yang hidup) ma’thuf kepada (menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan) Kemudian menjelaskannya, lalu ma’thuf kepadanya firmanNya (Dan Dia mengeluarkan yang mati dari yang hidup) Mereka memberikan ungkapan tentang hal ini dan itu, dengan ungkapan-ungkapan yang semuanya saling berdekatan maknanya.Di antara mereka ada yang berkata,”Ayam dikeluarkan dari telur, dan sebaliknya” ada pula yang berkata,”Anak yang shaleh dilahirkan dari orang yang durhaka dan sebaliknya” dan hal lainnya dari ungkapan-ungkapan yang terkandung dalam ayat ini. Kemudian Allah berfirman: ((Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah) yaitu Dzat yang melakukan ini hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya (maka mengapa kalian masih berpaling?) yaitu Bagaimana bisa kalian berpaling dan menyimpang dari kebenaran darinya menuju kebathilan, lalu kalian menyembah Dia bersama yang lain?Firman Allah: (Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat) Dia adalah Dzat yang menciptakan cahaya dan kegelapan, sebagaimana Dia berfirman di awal surah: (dan mengadakan gelap dan terang) (Surah Al-An'am: 1) Dialah Dzat Yang Maha Suci menyingsingkan kegelapan malam di permulaan pagi, sehingga alam menjadi terang, dan cakrawala menjadi terang.Kegelapan malam hilang berangsur-angsur, lalu datanglah siang dengan sinarnya yang terang. Sebagaimana firmanNya: (Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat) (Surah Al-A'raf: 54) Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kekuasaanNya dalam menciptakan segala sesuatu yang saling bertentangan dan berbeda-beda, yang menunjukkan kesempurnaan dari keagunganNya dan kebesaran kekuasaanNya.Lalu Allah menyebutkan bahwa Dia adalah Dzat yang menyingsingkan pagi dan hal yang bertentangan dengan itu, dalam firmanNya (dan menjadikan malam untuk beristirahat) yaitu sunyi dan gelap agar segala sesuatu beristirahat ketika itu, sebagaimana Allah berfirman: (Demi waktu matahari sepenggalan naik (1) dan demi malam apabila telah sunyi (2)) (Surah Adh-Dhuha) dan (Demi malam apabila menutupi (cahaya siang) (1) dan siang apabila terang-benderang (2)) (Surah Al-Lail) serta (dan siang apabila menampakkannya (3) dan malam apabila menutupinya (4)) (Surah Asy-Syams) Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan) yaitu keduanya beredar sesuai perhitungan yang pasti, stabil, tidak berubah, dan tidak kacau, melainkan masing-masing dari keduanya mempunyai garis edar yang dilewati oleh keduanya di musim panas dan musim dingin.Berdasarkan hal itu, maka berbedalah panjang dan pendek dari malam dan siang hari. Sebagaimana Allah berfirman: (Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya garis-garis edar bagi perjalanan bulan itu) (Surah Yunus: 5) dan (Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya (40)) (Surah Yasin) serta (dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang; (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya) (Surah Al-A'raf: 54) Firman Allah: (Itulah ketentuan Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui) yaitu semuanya beredar sesuai pengaturan Dzat Yang Maha Perkasa yang tidak ada yang bisa menghalangi dan menentangNya.Dzat yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Maka tidak ada sesuatu yang tersembunyi dari pengetahuanNya bahkan sebesar dzarrah, baik di bumi dan di langit. Seringkali ketika Allah menyebutkan tentang penciptaan malam, siang, matahari, dan bulan, Dia mengakhiri firmanNya dengan menyebut sifat keagungan dan kemahatahuan, sebagaimana Allah menyebutkan di dalam ayat ini, dan sebagaimana Dia menyebutkan dalam firmanNya: (Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu. maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan (37) dan matahari berjalan di tempat peredarannya.Demikianlah ketetapan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui (38)) (Surah Yasin) ketika Allah menyebutkan penciptaan langit dan bumi serta sesuatu yang ada pada keduanya, yaitu pada permulaan surah As-Sajdah: (Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui) (Surah Fushshilat: 12) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagi kalian, agar kalian menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut) Sebagian ulama salaf berkata,"Siapa saja yang mempunyai keyakinan terhadap bintang-bintang ini selain dari tiga hal, maka dia keliru dan mendustakan Allah سبحانه وتعالى yaitu bahwa Allah menjadikannya sebagai hiasan bagi langit dan sebagai sesuatu untuk merajam setan-setan serta petunjuk dalam kegelapan di darat dan laut" Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran) yaitu Kami menjelaskan dan menerangkan hal itu (kepada orang-orang yang mengetahui) yaitu orang-orang yang berpikir dan mengetahui kebenaran serta menjauhi kebathilan
Sumber: https://tafsirweb.com/2220-surat-al-anam-ayat-96.html
Informasi
Surat
الانعام (Al-An'am)
Binatang Ternak — 165 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
96 dari 165 ayat
Juz
Juz 7
Halaman
Halaman 140
Ruku
Ruku 113
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 28 (56/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-885 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-6