Kembali ke Surat Al-Baqarah

البقرة (Al-Baqarah)

Surat ke-2, Ayat ke-82

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ ࣖ

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.

📚 Tafsir Al-Muyassar

Dan ketetapan Allah yang baku yang berlaku pada keadaan yang merupakan kebalikan dari keadaan sebelumnya adalah bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul rasul-Nya dengan keimanan sejati dan mereka mengerjakan amal-amal sholeh yang sejalan dengan syariat Allah yang Allah wahyukan kepada rasul-rasul-Nya. Mereka itu akan mendapatkan surga di akhirat secara permanen terus menerus dan tidak terputus.

Sumber: https://tafsirweb.com/469-surat-al-baqarah-ayat-82.html

📚 Tafsir as-Sa'di

82. “Dan orang-orang yang beriman” kepada Allah, para malaikat, kitab-kitabNya, Rosul-rosulNya, dan Hari Akhir, “serta beramal shalih, ” dan suatu amal itu tidak menjadi shalih kecuali dengan dua syarat : Amal tersebut ikhlas hanya untuk Allah dan mengikuti Sunnah Rosululloh-Nya. Kesimpulan dari kedua ayat ini adalah bahwa orang-orang yang selamat dan berhasil adalah orang-orang yang beriman dan beramal shalih, sedangkan orang-orang yang celaka (penghuni neraka) adalah orang-orang yang musyrik kepada Allah dan kafir terhadapNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/469-surat-al-baqarah-ayat-82.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah serta beriman kepada risalah para utusan-Nya, beramal kebaikan sebagaimana yang Allah perintahkan, maka merekalah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya

Sumber: https://tafsirweb.com/469-surat-al-baqarah-ayat-82.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah berfirman, “Perkara ini tidak sesuai dengan apa yang kalian angan-angankan dan inginkan.

Tetapi sesungguhnya, siapa saja yang melakukan perbuatan jahat maka perbuatan itu akan meliputinya, dia akan datang pada hari kiamat dan tidak ada kebaikan baginya; bahkan semua amal perbuatannya adalah kejahatan; maka dia termasuk ahli neraka. (Dan orang-orang yang beriman) kepada Allah dan Rasulullah (serta beramal saleh) berupa perbuatan yang sesuai dengan syariat, maka mereka termasuk ahli surga. Ini serupa dengan firman Allah SWT: ((Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah (123) Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun (124)) (Surat An-Nisa).

Dari Ibnu Abbas terkait firman Allah (yang benar: barangsiapa berbuat dosa) maknanya yaitu melakukan perbuatan sebagaimana perbuatanmu dan kafir sebagaimana yang kamu kafir, sehingga kekafirannya itu meliputi dirinya, dan dia tidak memiliki kebaikan sedikit pun. (Bihi) menurut Mujahid yaitu dalam hatinya. Dari Ar-Rabi' bin Khutsaim tentang firman Allah (dan ia telah diliputi oleh dosanya) berkata,”Orang yang mati dalam keadaan masih memiliki dosa-dosa sebelum dia semoat bertaubat. Dari As-Suddi dan Abu Razin juga berpendapat seperti itu.

Abu Al-'Aliyah, Mujahid, Al-Hasan berkata (dalam riwayat dari keduanya) Qatadah, Ar-Rabi' bin Anas berkata tentang firman Allah: (dan ia telah diliputi oleh dosanya) maknanya yaitu dosa besar. Semua pendapat ini mendekati maknanya, dan hanya Allah yang lebih mengetahui Dari Ibnu Abbas tentang firman Allah (Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya) maknanya yaitu siapa saja yang beriman kepada apa yang kalian ingkari dan mengerjakan apa yang kalian tinggalkan berupa agamaNya, maka bagi mereka itu surga sebagai tempat kekal; Allah memberitahu mereka bahwa pahala baik dan buruk akan berlangsung selamanya bagi para pelakunya tanpa putus.

Sumber: https://tafsirweb.com/469-surat-al-baqarah-ayat-82.html

Informasi Tambahan

Juz

1

Halaman

12

Ruku

10

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved