Kembali ke Surat Al-An'am

الانعام (Al-An'am)

Surat ke-6, Ayat ke-101

بَدِيْعُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ اَنّٰى يَكُوْنُ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَمْ تَكُنْ لَّهٗ صَاحِبَةٌ ۗوَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Dia (Allah) pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.

📚 Tafsir Al-Muyassar

Dan Allah Dia lah yang mengadakan langit dan bumi dan seisinya tanpa ada contoh sebelumnya. Maka bagaimana mungkin Dia mempunyai anak, padahal tidak memiliki istri? Maha tinggi Allah dari apa yang diucapkan kaum musyrikin setinggi-tingginya.

Dan Dia lah Dzat yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan. Tidak ada yang tersembunyi bagiNya dari perkara-perkara makhlukNya

Sumber: https://tafsirweb.com/2225-surat-al-anam-ayat-101.html

📚 Tafsir as-Sa'di

101. “Dia pencipta langit dan bumi.” Maksudnya, pencipta keduanya dengan sangat baik dan kokoh dengan penciptaan terbaik, pengaturan dan kemegahan tanpa contoh sebelumnya, dimana akal orang-orang yang berakal tidak dapat mengusulkan sepertinya. Dan Dia tidak mempunyai rekan dalam menciptakan keduanya. “Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak punya istri.” Maksudnya, bagaimana Dia mempunyai anak sedangkan Dia adalah Tuhan, pemilik dan tempat bergantung bagi seluruh mahkluk yang tidak beristri? Dia Mahakaya dari makhluk-makhlukNya, sementara makhluk-makhlukNya membutuhkan dan memerlukanNya, dan aank harus berasal dari jenis orang tuanya, sedangkan Allah adalah segala pencipta sesuatu dan tiada suatu makhluk pun yang menyerupai Allah dari segi manapun.

Manakala Dia menyebutkan penciptaanNya yang menyeluruh terhadap seluruh makhluk, Dia menyebutkan keluasan ilmuNya terhadap makhlukNya. Dia berfirman, “Dia mengetahui segala sesuatu.” Dalam penyebutan ilmu setelah penciptaan mengandung isyarat ke dalam dalil aqli tentang ketetapan ilmuNya, yaitu makhluk-makhluk ini dengan keserasianya yang sempurna dan peciptaan yang mengagumkan hal ini benar-benar mengandung bukti atas keluasan ilmu sang pencipta dan kesempurnaan hikmahNya sebagaimana Alalh berfirman, “Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?” (Al-Mulk:14). Dan sebagaimana Allah berfirman, “Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu?

Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.” (Yasin:81).

Sumber: https://tafsirweb.com/2225-surat-al-anam-ayat-101.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

101. Allah adalah Pencipta dan Pengatur langit dan bumi dari ketiadaan yang tidak ada contohnya sebelumnya, lalu bagaimana Sang Pencipta ini memiliki orang tua, dan bagaimana bisa Dia mengambil anak dari ciptaanNya, sedangkan dia tidak bisa memiliki istri yang melahirkan anak? Dia menciptakan setiap sesuatu, termasuk malaikat, Isa Al-Masih, dan Uzair, dan Dia tidak membutuhkan apapun dan Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak ada yang luput dariNya

Sumber: https://tafsirweb.com/2225-surat-al-anam-ayat-101.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

(Dia Pencipta langit dan bumi) yaitu Dzat yang mengadakan, menciptakan, membangun, dan membuat keduanya tanpa ada contoh sebelumnya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Mujahid dan As-Suddi. Dari hal ini maka membuat sesuatu yang baru disebut bid'ah, karena tidak ada persamaannya sebelumnya. (Bagaimana Dia mempunyai anak) yaitu bagaimana mungkin Dia memiliki anak (padahal Dia tidak mempunyai istri) yaitu bahwa anak itu hanya dilahirkan dari dua hal yang saling berpasangan, dan Allah SWT itu tidak serupa dengan sesuatu apa pun dari makhlukNya, karena Dia adalah Dzat yang menciptakan segala sesuatu, sehingga tidak mempunyai istri dan anak, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak" (88) Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar (89) hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh (90) karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak (91) Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak (92) Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba (93) Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti (94) Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri (95)) (Surah Maryam) (Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu) Dia menjelaskan bahwa Dia adalah Dzat yang menciptakan segala sesuatu dan Maha Mengetahui segala sesuatu.

Jadi bagaimana mungkin Dia mempunyai istri dari makhlukNya yang setara denganNya. Dia adalah Dzat yang tidak ada tandainganNya, jadi bagaimana mungkin Dia mempunyai. Maha Tinggi Allah dari hal tersebut dengan keluhuran yang Maha Besar

Sumber: https://tafsirweb.com/2225-surat-al-anam-ayat-101.html

Informasi Tambahan

Juz

7

Halaman

140

Ruku

114

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved