الانعام (Al-An'am)

Per AyatMushaf
لَا
tidak
تُدْرِكُهُ
dapat dicapaiNya
الْاَبْصَارُ
penglihatan (mata)
وَهُوَ
dan Dia
يُدْرِكُ
dapat mencapai/melihat
الْاَبْصَارَۚ
penglihatan (mata)
وَهُوَ
dan Dia
اللَّطِيْفُ
Maha Halus
الْخَبِيْرُ
Maha Mengetahui
﴿١٠٣﴾
Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dialah Yang Mahahalus, Mahateliti.
892 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Kamu tidak dapat melihat Allah oleh penglihatan mata di dunia(ini). Adapun di akhirat, sesungguhnya kaum mukminin akan dapat melihat tuhan mereka tanpa ada dinding penghalang, sedang Dia dapat melihat semua penglihatan dan meliputinya, serta mengetahuinya sesuai dengan apa adanya. Dan Dia maha lembut terhadap para kekasihNya, lagi maha teliti yang Maha mengetahui perkara-perkara yang samar dan detail.

Sumber: https://tafsirweb.com/2227-surat-al-anam-ayat-103.html

Tafsir as-Sa'di

103. “Dia tidak dapat di capai oleh penglihatan mata,” karena kebesaran, keagungan dan kesempurnaanNya, maksudnya, mata penglihatan tidak bisa mengetahuiNya dari segala segi walaupun mata bisa melihatNya, dan bergembira melihat kepada wajahNya yang mulia. Penafian terhadap pengetahua tidak berarti manafikan penglihatan, justru ia menetapkanNya dengan cara pemahaman (mafhum), karena ketika ayat tersebut manfikan “pengetahuan” (idrak) yang mana ia merupakan sifat penglihatan (Ru’yah) yang paling khusus, maka hal itu menunjukan bahwa penglihatan adalah tetap (tsabit) dan tidak dinafikan. Seandanyai ayat ini hendak menafikan penglihatan niscaya ia akan mengatakan, “Tidak dilihat oleh mata,” atau ucapan lain yang sejenis.Dari sini di ketahui bahwa ayat ini tidak terdapat dalil yang mendukung pendapat para pengingkar sifat Allah yang meniadakan kemungkinan melihat Allah di Akhirat. Justru ayat ini mengandung bantahan terhadap pendapat tersebut. “Sedang Dia dapat melihat penglihatan itu.” Maksudnya, Dia-lah yang ilmuNya meliputi lahir dan batin. pendengaranNya meliputi seluruh suara yang samar dan yang jelas, dan penglihatanNya meliputi segala yang terlihat, baik kecil maupun yang besar. Oleh karenya, Dia befirman, “Dan Dia-lah Yang Mahaluas dan Maha Mengetahui.” Maksudnya,ilmu dan pengetahuannya cermat dan teliti sehingga Dia mengetahui sesuatu yang rahasia, yang samar, yang tersembunyi dan yang tersimpan.Dan diantara kelembutan Allah adalah bahwa dia membimbing hamba-hambaNya kepada kemaslahatan agamaNya, mengantarkannya dengan cara dimana hamba itu tidak merasa dan tidak berusaha padanya. Dia mengantarkannya pada kebahagiaan abadi dan keberuntungan yang kekal dari arah yang tidak terduga, bahkan dia mentakdirkan perkara-perkara yang tidak disukai dan tidak di rasa oleh hamba sehingga dia memohon kepadanya agar menyembuhkanNya. Hal tersebut bahwa dia mengetahui agamanNya, lebih baik dan bahwa kesempurnaan agamanya bergantung kepada ujian tersebut.Mahasuci Allah Yang Mahalembut kepada apa yang Dia kehendaki, Maha Penyayang kepada orang-orang Mukmin.

Sumber: https://tafsirweb.com/2227-surat-al-anam-ayat-103.html

Tafsir Al-Wajiz

103. Dia (Allah) tidak bisa dilihat dengan penglihatan di dunia, tidak pula mereka bisa mengawasinya di akhirat. Dan orang-orang mukmin itu mampu melihatNya karena firmanNya: {Wujuuhun yaumaidzin naadhirah, Ilaa rabbihaa nazhirah} [Surah Al-Qiyamah, 75/22-23] dan (riwayat) penglihatan itu dikuatkan dengan hadits-hadits mutawatir.Hanya Allahlah yang mampu mengawasi dengan penglihatanNya. Dialah Dzat yang mengawasi hamba-hambaNya dan Maha Memberitahu tentang perkara-perkaraa ciptaanNya

Sumber: https://tafsirweb.com/2227-surat-al-anam-ayat-103.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 102-103 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Yang demikian itu adalah Allah Tuhan kalian) yaitu Dzat yang menciptakan segala sesuatu, sehingga tidak memiliki anak, dan tidak pula istri (tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia) yaitu sembahlah Dia semata, tidak ada sekutu bagiNya, dan akuilah keesaaanNya, bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, dan Dia tidak mempunyai anak, tidak diperanakkan, tidak mempunyai istri, dan tidak ada pula yang menandingi dan setara denganNya (dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu) yaitu Dia Maha Memelihara dan Maha Mengawasi yang mengatur segala sesuatu yang selain Dia, memberi rezeki dan menjaga mereka di malam dan siang hari. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata) dalam hal ini terdapat pendapat para imam dari ulama salaf. Pertama, Allah tidak dapat dilihat di dunia, dan di akhirat bisa melihatNya.Ulama’ lainnya berkat, dari kalangan Mu'tazilah berdasarkan dengan apa yang mereka pahami dari ayat ini, yaitu bahwa Allah tidak dapat dilihat, baik di dunia maupun di akhirat. Lalu mereka berbeda pendapat dengan ahlus sunnah wal jama’ah tentang hal ini. karena mereka tidak tahu tentang apa yang ditunjukkan oleh kitab Allah dan sunnah Rasulullah. Adapun dalil dari Al-Qur’an ini adalah firman Allah سبحانه وتعالى: (Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri (22) kepada Tuhannyalah mereka melihat (23)) (Surah Al-Qiyamah) dan Allah juga berfirman tentang orang-orang kafir (Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (melihat) Tuhan mereka (15)) (Surah Al-Muthaffifin) Imam Syafi’i berkata,”Ini menunjukkan bahwa orang-orang mukmin tidak terhalang untuk melihat Allah سبحانه وتعالى.Adapun terkait sunnah, maka banyak riwayat yang mutawattir dari Abu Sa'id, Abu Hurairah, Anas, Juraij, Shuhaib, Bilal, dan lainnya dari para sahabat Nabi ﷺ; bahwa orang-orang mukmin dapat melihat Allah di akhirat, di halaman-halaman dan taman-taman surga. Semoga Allah menjadikan kita dari golongan mereka dengan karunia dan kemurahanNya, amin. Dikatakan bahwa makna firmanNya: (Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata) yaitu dengan akal.Ulama lainnya berkata bahwa tidak ada pertentangan antara ketetapan untuk melihat dan penafian untuk menyadari dan menyadari itu lebih khusus daripada melihat, maka tidak bisa penafian sesuatu yang khusus itu menjadi alasan untuk menjauhkan sesuatu yang lebih umum. Kemudian mereka berbeda pendapat tentang pengertian kedudukan “menyadari”, yaitu bagaimanakah itu? Firman Allah (sedangkan Dia dapat melihat segala yang kelihatan) yaitu Dia meliputi semuanya dan mengetahui kedudukannya, karena sesungguhnya Allah menciptakan semua itu, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui; dan Dia Maha Lembut lagi Maha Mengetahui? (14)) (Surah Al-Mulk) Terkadang ungkapan tentang “Al-Abshar” itu dari “Al-Mubshirun” sebagaimana yang dikatakan oleh As-Suddi tentang firmanNya: (Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Dia dapat melihat segala yang kelihatan) yaitu tidak ada sesuatu apapun yang melihatNya, dan Dia melihat semua makhluk.Abu Al-‘Aliyah berkata tentang firmanNya: (dan Dialah Yang Maha Lembut lagi Maha Mengetahui) Dzat yang Maha Lembut untuk mengeluarkannya, lagi Maha Mengetahui tempatnya, Hanya Allah yang lebih mengetahui. Hal ini sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahu tentang nasihat Luqman kepada anaknya: ((Luqman berkata), "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Maha Mengetahui.” (16)) (Surah Luqman)

Sumber: https://tafsirweb.com/2227-surat-al-anam-ayat-103.html

Informasi

Surat

الانعام (Al-An'am)

Binatang Ternak — 165 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

103 dari 165 ayat

Juz

Juz 7

Halaman

Halaman 141

Ruku

Ruku 114

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 28 (56/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-892 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-6