الانعام (Al-An'am)
Per AyatMushaf
قَدْ
sesungguhnya
جَاۤءَكُمْ
telah datang kepadamu
بَصَاۤىِٕرُ
beberapa pandangan/keterangan
مِنْ
dari
رَّبِّكُمْۚ
Tuhan kalian
فَمَنْ
maka barang siapa
اَبْصَرَ
melihat
فَلِنَفْسِهٖۚ
maka untuk dirinya sendiri
وَمَنْ
dan barang siapa
عَمِيَ
buta
فَعَلَيْهَاۗ
maka atasnya
وَمَآ
dan bukanlah
اَنَا۠
aku
عَلَيْكُمْ
atas kalian
بِحَفِيْظٍ
dengan penjaga
﴿١٠٤﴾
Sungguh, bukti-bukti yang nyata telah datang dari Tuhanmu. Barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka dialah yang rugi. Dan aku (Muhammad) bukanlah penjaga-(mu).
893 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai rasul), kepada kaum musyrikin, ”sungguh telah datang kepada kalian bukti-bukti nyata yang kalian dapat melihat dengannya petunjuk dari kesesatan, termuat dalam al-qur’an, dan Rasulullah telah membawanya. Maka barangsiapa yang dapat melihatnya dengan jelas dan mengimani kandungan petunjuknya, maka manfaat nya kembali kepada dirinya. Dan barangsiapa tidak melihat hidayah setelah muncul dengan jelas di hadapannya, maka dia telah berbuat jahat terhadap dirinya.Dan aku bukanlah seorang pemelihara atas kalian, yang menghitung amal perbuatan kalian. Aku hanyalah penyampai risalah semata, dan Allah lah yang memberikan hidayah kepada siapa saja yang dikehendakiNya dan menyesatkan siapa saja yang dikehendakiNya, berdasarkan ilmu dan hikmahNya. ”
Sumber: https://tafsirweb.com/2228-surat-al-anam-ayat-104.html
Tafsir as-Sa'di
104. “Sungguh bukti-bukti yang terang telah datang dari Rabbmu, maka barangsiapa yang melihat kebenaran itu, maka manfaatnya bagi dirinya sendiri, dan barangsiapa yang tidak melihat kebenaran itu, maka kemudaratannya kembali kepadanya. Dan aku (maksudnya Muhammad) sekali-kali bukanlah pemeliharamu,” manakala Allah menejaskan ayat-ayat yang jelas dan bukti-bukti yang nyat yang jelas yang menunjukan dalam kebenaran dalam tuntunan dan tujuan, maka dia mengingatkan hamba-hambaNya terhadapnya dan Dia menyatakan bahwa petunjuk dan kesesatan mereka adalah untuk mereka sendiri. Dia berfirman, “Sungguh telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang.” Masudnya, ayat-ayat yang menjelaskan kebenaran dan menjadikannya di dalam hati seperti matahari bagi mata karena sesuatu yang dikandunnya, berupa kefasihan dan kegamblangan di tambah dengan kesesuainnya dengan makna-makna yang mulia dan hakikat yang indah karena ia datang dari tuhan yang mengatur makhluk dengan seluruh nikmatNya, lahir dan batin dimana yang -paling utama dan paling berharga adalah penjelasan ayat-ayat dan keterangan tentang persoalan-persoalan yang dibutuhkan. “Maka barangsiapa melihat kebenaran itu,” maksudnya dengan ayat-ayat itu tempat-tempat pelajaran dan beramal dengan sesuatu yang ditunjukan, “maka manfaatnya bagi dirinya sendiri.” Karena Allah adalah Dzat yang Mahakaya lagi Maha terpuji.Dan barangsiapa buta, dia di tunjukan, akan tetapi ia tidak membuka matanya, di peringatkan tetapi tidak mengindahkan, dijelaskan kebenaran kepadanya tetapi dia menolak tunduk dan mengikutinya, maka mudarat kebutaan itu akan menimpa diri sendiri. Katakanlah wahai Rasul, “Dan aku bukanlah,” maksudnya, yakni, Rasululoh “pemeliharamu.” Maksudnya, memelihara dan mengawasi amalmu secara terus menerus. Akan tetapi tugasku hanyalah menyampaikan dengan jelas, dan aku telah melaksanakannya dan menyampaikan apa yang Allah turunkan kepadaku.Inilah tugasku dan yang selain itu bukanlah urusanku.
Sumber: https://tafsirweb.com/2228-surat-al-anam-ayat-104.html
Tafsir Al-Wajiz
104. Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bukti-bukti nyata dari Tuhan kalian yang menunjukkan pada tuhanan dan keesaahNya, dan itu terkandung dalam Al-Qur’an. Barangsiapa memikirkannya, maka dia akan mengenali kebenaran, dan barangsiapa melihat kebenaran, memikirkan tentang hujjahnya, dan beriman, maka sungguh kebaikan telah diberikan kepadanya, dan barangsiapa menutup mata dari hujjah itu dan tidak mau memikirkannya, maka sungguh kemudharatan akan menimpa dirinya.Dan aku sebagai seorang rasul tidaklah pengawas yang menghitung amal perbuatan kalian, melainkan hanya memberi peringatan
Sumber: https://tafsirweb.com/2228-surat-al-anam-ayat-104.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 104-105 “Al-Bashair” adalah bukti dan hujjah yang terkandung di dalam Al-Qur'an dan apa yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ (maka barang siapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri) sebagaimana firmanNya: (Barang siapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa yang sesat, maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri) (Surah Al-Isra: 15) Oleh karena itu Allah berfirman (dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudaratannya kembali kepadanya) ketika Dia menyebut “Al-Bashair” (dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudaratannya kembali kepadanya) yaitu sesungguhnya bencananya akan menimpa dirinya; sebagaimana firmanNya: (Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada) (Surah Al-Hajj: 46) (Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara (kalian)) yaitu bukan pemelihara, dan bukan juga sebagai pengawas, melainkan aku hanya sebagai orang yang menyampaikan; dan Allah itu memberi petunjuk kepda siapa saja yang Dia kehendaki dan menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki.Firman Allah: (Demikianlah Kami mengulang-ulangi ayat-ayat Kami) yaitu sebagaimana Kami menjelaskan secara rinci ayat-ayat itu di surat ini berupa penjelasan tentang keesaan bahwa itu tidak ada Tuhan selain Dia. Demikian juga Kami menjelaskan, menafsirkan, dan menerangkan ayat-ayat itu pada setiap tempatnya, karena ketidaktahuan orang-orang yang bodoh, dan agar orang-orang musyrik dan orang-orang kafir yang berdusta itu berkata,"Wahai Muhammad, kamu telah belajar dari orang-orang Ahli Kitab sebelummu, dan kamu telah membaca serta mengetahuinya dari mereka" Demikianlah yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, Sa'id bin Jubair, Adh-Dhahhak, dan lainnya. Ini sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى yang memberitahukan tentang kedustaan dan keingkaran mereka: (Dan orang-orang kafir berkata, "Al-Qur’an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain "; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar (4) Dan mereka berkata, "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan”) (Surah Al-Furqan: 4, 5) Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan supaya Kami menjelaskan Al-Qur’an itu kepada orang-orang yang mengetahui) yaitu agar Kami menerangkannya kepada kaum yang mengetahui kebenaran, lalu mereka mengikutinya, dan mereka menjauhi kebathilan.Maka hanya milik Allahlah ketentuan tentang kesesatan mereka, dan penjelasan tentang kebenaran kepada mereka. sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى: (Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk) (Surah Al-Baqarah: 26) dan (agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh setan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu benar-benar dalam permusuhan yang sangat) (Surah Al-Hajj: 53) dan ayat-ayat lain yang menunjukkan bahwa Allah سبحانه وتعالى menurunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.Dan dengan itu Dia menyesatkan orang-orang yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Oleh karena itu Allah berfirman di sini: (Demikianlah Kami mengulang-ulangi ayat-ayat Kami supaya (orang-orang yang beriman mendapat petunjuk) dan supaya orang-orang yang musyrik mengatakan, "Kamu telah mempelajari ayat-ayat itu (dari Ahli Kitab), "dan supaya Kami menjelaskan Al-Qur'an itu kepada orang-orang yang mengetahui) At-Tamimi meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa "Darasta" maknanya adalah kamu telah membaca dan kamu telah mempelajari”.Demikian juga yang dikatakan oleh Mujahid dan As-Suddi
Sumber: https://tafsirweb.com/2228-surat-al-anam-ayat-104.html
Informasi
Surat
الانعام (Al-An'am)
Binatang Ternak — 165 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
104 dari 165 ayat
Juz
Juz 7
Halaman
Halaman 141
Ruku
Ruku 114
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 28 (56/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-893 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-6