الانعام (Al-An'am)

Per AyatMushaf
۞
وَلَوْ
dan kalau
اَنَّنَا
sekiranya Kami
نَزَّلْنَآ
Kami menurunkan
اِلَيْهِمُ
kepada mereka
الْمَلٰۤىِٕكَةَ
Malaikat
وَكَلَّمَهُمُ
dan berbicara dengan mereka
الْمَوْتٰى
orang mati
وَحَشَرْنَا
dan Kami mengumpulkan
عَلَيْهِمْ
atas mereka
كُلَّ
segala
شَيْءٍ
sesuatu
قُبُلًا
berhadapan
مَّا
tidak
كَانُوْا
adalah mereka
لِيُؤْمِنُوْٓا
akan beriman mereka
اِلَّآ
kecuali
اَنْ
jika
يَّشَاۤءَ
dikehendaki
اللّٰهُ
Allah
وَلٰكِنَّ
akan tetapi
اَكْثَرَهُمْ
kebanyakan mereka
يَجْهَلُوْنَ
mereka bodoh/tidak mengetahui
﴿١١١﴾
Dan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran).
900 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Seandainya kami mengabulkan permintaan orang-orang musyrik itu, lalu kami menurunkan malaikat dari langit, dan Kami hidupkan orang-orang mati agar berbicara kepada mereka, serta kami kumpulkan semua yang mereka minta sehingga mereka dapat menyaksikannya dengan mata kepala mereka di hadapan mereka, mereka tetap tidak akan beriman terhadap dakwah yang engkau serukan kepada mereka (wahai rasul), dan mereka tidak akan mengamalkannya, kecuali orang yang Allah kehendaki memperoleh hidayah. Akan tetapi kebanyakan orang-orang kafir itu jahil terhadap kebenaran yang engkau bawa dari sisi Allah .

Sumber: https://tafsirweb.com/2235-surat-al-anam-ayat-111.html

Tafsir as-Sa'di

111. Begitu pula mereka menggantungkan iman kepada keinginan kehendak mereka semata tanpa bersandar kepada Allah, itu adalah kesalahan besar. Jika mukjizat-mukjizat datang kepada mereka seperti turunnya para malaikat kepada mereka, mereka memberi kesaksian kepada Rasulullah tentang risalah yang dibawanya, dialog mereka dengan orang-orang mati dan kebangkitan mereka setelah mereka mati, dan kami kumpulkan segala mukjizat dihadapan mereka sehingga ia mereka berbicara kepada mereka berhadap-hadapan, melihat langsung tentang kebenaran sesuatu yang dibawa oleh Rasul, semua itu tidak membuat mereka beriman jika Allah tidak menghendaki mereka beriman.Akan tetapi kebanyakan dari mereka tidak mengetahui, oleh karena itu, mereka hanya menggantungkan iman mereka kepada turunnya mukjizat, padahal sesuai dengan tuntunan akal dan ilmu, hendaknya tujuan seorang hamba adalah ketundukan kepada kebenaran, hendaknya dia mencarinya dengan cara yang telah dijelaskan oleh Allah lalu mengamalkannya dan memohon pertolongan kepada Tuhannya dalam mengikutinya, bukan bersandar kepada dirinya, kepada daya dan kekuatannya serta tidak menuntut turunya mukjizat-mukjizat yang justru tidak ada manfaat padanya.

Sumber: https://tafsirweb.com/2235-surat-al-anam-ayat-111.html

Tafsir Al-Wajiz

111 Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, maka mereka akan melihat para malaikat dengan mata kepala mereka sendiri dan bersaksi akan kebenaran risalahmu. Kami hidupkan orang-orang yang telah mati dan mereka akan bersaksi bahwa engkau adalah benar-benar Nabi yang diutus oleh Allah. Juga Kami kumpulkan dan Kami tampakkan segala mukjizat ke hadapan mereka.Tidak akan beriman kecuali yang hanya dikehendaki oleh Allah dengan sukarela tanpa paksaan. Maka jangan engkau terlalu risau jika mereka tidak beriman. Kebanyakan orang musyrik tidak mengetahui bahwa iman dan kufur adalah atas kehendak mereka sendiri.Ibnu Abbas menyebutkan bahwa sekelompok kafir Makkah dan para pembesarnya berkata kepada Nabi: Perlihatkan kepada kami para malaikat yang bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah, atau bangkitkanlah para pendahulu kami sehingga kami bisa menanyai mereka, apakah perkataanmu itu benar atau salah. Atau datangkanlah kepada kami penjamin dari Alllah dan malaikat. Maka turunlah ayat ini.

Sumber: https://tafsirweb.com/2235-surat-al-anam-ayat-111.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah سبحانه وتعالى berfirman bahwa sekalipun Kami mengabulkan permintaan mereka yang bersumpah dengan nama Allah dengan sumpah yang sungguh-sungguh, maka sungguh jika datang kepada mereka suatu mukjizat, maka Kami akan menurunkan malaikat kepada mereka untuk memberitahukan risalah dari Allah untuk membenarkan para rasul. Sebagaimana mereka meminta dan berkata: (atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikal dengan berhadapan muka dengan kami) (Surah Al-Isra’: 92) dan (Mereka berkata, "Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah”) (Surah Al-An'am: 124) serta (Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami, "Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?" Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan) kezaliman (21) (Surah Al-Furqan) (dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka) yaitu orang-orang yang mati memberitahu kepada mereka tentang kebenaran sesuatu yang dibaawa oleh para rasul (dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka) Sebagian ulama membacanya “qibalan” dengan dikasrah huruf qafnya dan difathah huruf ba’nya, berasal dari kata “muqabalah” dan “mu'ayanah” .Ulama lainnya membaca dengan didhammah kedua huruf awalnya ,Dikatakan bahwa maknanya adalah “muqabalah” dan “mu'ayanah” juga. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalhah dan Al-Aufi, dari Ibnu Abbas. Hal ini juga dikatakan oleh Qatadah dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam.Mujahid berkata, makna “qubulan” adalah bergelombang-gelombang, yaitu menghadap satu demi satu. Yaitu dihadapkan kepada mereka umat demi umat, lalu memberitahu mereka tentang kebenaran dari apa yang dibawa oleh para rasul kepada mereka.(niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki) yaitu sesungguhnya petunjuk itu sesuai dengan kehendak Allah, bukan mereka, bahkan Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyesatkan siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Melakukan sesuatu sesuai dengan kehendakNya. (Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai (23)) (Surah Al-Anbiya’) karena ilmu, hikmah, kekuasaan, keperkasaan, dan keunggulanNya.Ayat ini seperti firmanNya سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidak akan beriman (96) meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih (97)) (Surah Yunus)

Sumber: https://tafsirweb.com/2235-surat-al-anam-ayat-111.html

Informasi

Surat

الانعام (Al-An'am)

Binatang Ternak — 165 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

111 dari 165 ayat

Juz

Juz 8

Halaman

Halaman 142

Ruku

Ruku 115

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 29 (57/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-900 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-6