الانعام (Al-An'am)
Per AyatMushaf
فَكُلُوْا
maka makanlah
مِمَّا
dari apa (binatang)
ذُكِرَ
disebut
اسْمُ
nama
اللّٰهِ
Allah
عَلَيْهِ
atasnya
اِنْ
jika
كُنْتُمْ
kalian adalah
بِاٰيٰتِهٖ
kepada ayat-ayatNya
مُؤْمِنِيْنَ
orang-orang yang beriman
﴿١١٨﴾
Maka makanlah dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya.
907 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Maka makanlah sembelihan-sembelihan yang telah disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kalian beriman kepada petunjuk-petunjuk Allah yang jelas.
Sumber: https://tafsirweb.com/2242-surat-al-anam-ayat-118.html
Tafsir as-Sa'di
118-119. Allah memerintahkan orang-orang beriman dengan tuntunan iman, bahwa jika mereka adalah orang-orang yang beriman maka hendaknya mereka memakan daging yang disembelih dengan menyebut Nama Allah dari binatang ternak dan binatang-binatang lain yang dihalalkan yang meyakini kehalalannya. Janganlah mereka melakukan apa yang di lakukan oleh orang-orang Jahiliyah yaitu mengharamkan apa-apa yang dihalalkan dalam jumlah banyak dan itu mereka adakan dalam diri mereka sendiri, dan penyesatan dari setan-setan mereka.Maka Allah menjelaskan tanda seorang Mukmin adalah diaa menyelisihi orang-orang Jahiliyah pada kebiasan orang-orang tercela ini yang mengandung penyimpangan pada syariat Allah. Apa gerangan yang menghalangi mereka untuk memakan sesuatu yang telah disebutkan Nama Allah telah menjelaskan dan memaparkan sembelihnya sementara Allah telah menjelaskan dan memaparkan secara terperinci apa-apa yang diharamkan atas mereka? Tidak ada lagi syubhat dan persoalan yang meharuskan mereka menolak makan sebagian yang hala karena takut terjatuh pada yang haram.Ayat yang mulia ini menujukan bahwa pada dasarnya segala sesuatu yang dimakan itu adalah mubah, dan bahwa pada dasarnya segala sesuatu jika tidak ada dalil syari’at yang mengharamkan sesuatu darinya, maka ia tetap berada di atas kehalalannya. Sesuatu yang Alah tidak bahas adalah halal, karena Dia telah merinci yang haram, maka sesuatu yang tidak Dia rinci berarti tidak haram, walaupun begitu dalam keadaan terpaksa dan kelaparan sesuatu yang haram telah dijelaskan oleh Allah secara rinci adalah halal, sebagaimanan firmanNYa, Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan.Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Maidah:3).Kemudian Allah memperingatkan kebanyakan manusia, Dia berfirman, “Dan sesunggguhnya kebanyakan dari manusia benar-benar hendak menyesatkan orang lain dengan hawa nafsu mereka.” Maksdunya, hanya dengan memperturutkan apa yang diinginkan oleh diri mereka “tanpa pengetahuan,” dan tanpa hujjah. Maka hendaknya hamba-hamba Allah berhati-hati dengan orang-orang yang seperti mereka . Tanda-tanda mereka seperti yang dujelaskan oleh Allah adalah bahwa ajakan mereka tidak dilandasi dengan bukti dan mereka tidak memiliki dalil syar’I, orang yang telah membuat pelanggaran kepada syriat Allah dan terhadap hamba-hambaNya, dan Allah tidak menyukai orang-orang yang malanggar.Lain halnya dengan orang-orang yang mendapatkan petunjuk dan memberi petunjuk, mereka menyeru kepada petunjuk dan kebenaran. Dan dalam dakwah, mereka hany mengikuti dan mencari ridha serta kedekatan kepadaNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/2242-surat-al-anam-ayat-118.html
Tafsir Al-Wajiz
118 Maka makanlah binatang-binatang yang halal wahai orang-orang mukmin, yang disembelih dengan menyebut nama Allah jika kamu memang beriman kepada ayat-ayat-Nya. Ayat ini turun ketika seseorang berkata kepada Nabi: Wahai Rasulullah mengapa kita boleh memakan apa yang kita bunuh namun tidak boleh memakan apa yang telah Allah bunuh? Sehingga Allah menurunkan ayat (Fa kuluu mimma dzukira...)
Sumber: https://tafsirweb.com/2242-surat-al-anam-ayat-118.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 118-119 Ini merupakan pembolehan dari Allah bagi hamba-hambaNya yang mukmin untuk memakan hewan sembelihan yang disebutkan nama Allah atas hewan sembelihan itu. Maknanya yaitu bahwa tidak diperbolehkan sesuatu yang tidak disebutkan nama Allah, sebagaimana orang-orang kafir Quraisy berkenan memakan bangkai, dan memakan hewan sembelihan yang dikorbankan untuk berhala-berhala dan lainnya. Kemudian Allah menganjurkan untuk memakan sesuatu yang disebutkan nama Allah.Lalu Dia berfirman: (Mengapa kalian tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kalian apa yang diharamkan-Nya atas kalian) yaitu Dia telah menjelaskan dan menerangkan kepada kalian sesuatu yang diharamkan atas kalian. Sebagian ulama membaca (fashalla) dengan ditasydid. Ulama’ lainnya membaca dengan ditakhfif.Dan keduanya bermakna menjelaskan dan menerangkan (kecuali apa yang terpaksa kalian memakannya) yaitu kecuali dalam keadaan darurat, karena sesungguhnya hal itu diperbolehkan bagi kaitan memakan sesuatu yang kalian dapatkan. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kebodohan orang-orang musyrik dalam pandangan mereka yang rusak, berupa menghalalkan bangkai dan sesuatu yang disebutkan nama selain Allah. Lalu Dia berfirman: (Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan.Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas) yaitu Dia lebih mengetahui tentang tindakan melampaui batas, berdusta, dan membuat-buat sesuatu dari mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/2242-surat-al-anam-ayat-118.html
Informasi
Surat
الانعام (Al-An'am)
Binatang Ternak — 165 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
118 dari 165 ayat
Juz
Juz 8
Halaman
Halaman 142
Ruku
Ruku 115
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 29 (57/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-907 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-6