الانعام (Al-An'am)
Surat ke-6, Ayat ke-123
وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا فِيْ كُلِّ قَرْيَةٍ اَكٰبِرَ مُجْرِمِيْهَا لِيَمْكُرُوْا فِيْهَاۗ وَمَا يَمْكُرُوْنَ اِلَّا بِاَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَ
Dan demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya.
📚 Tafsir Al-Muyassar
Sebagaimana ini terjadi dari para pemuka orang-orang kafir Makkah berupa tindakan menghalangi dari agama Allah, maka kami jadikan di tiap-tiap negeri itu penjahat-penjahat beasr yang dipimpin oleh tokoh mereka, agar mereka melakukan tipu daya demi menghalangi manusia dari jalan Allah. Dan tidaklah mereka melancarakan tipu daya kecuali terhadap diri mereka sendiri, sedang mereka tidaklah menyadari hal itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/2247-surat-al-anam-ayat-123.html
📚 Tafsir as-Sa'di
123. Orang-orang yang kebingungan dalam kegelapan dan buta di dalam kebatilan serta yang berada di dalam keadaan bimbang tidaklah sama. Di antara mereka adalah pemimpin, para kepala dan figure publik, serta ada pula pengikut yang dipimpin.
Yang pertamalah yang beruntung mendapatkan keadaan paling sengsara. Oleh karena itu berfirman, “Dan demikian lah kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang besar.” Maksudnya, para pemimpin dimana kejahatannya besar dan pembangkangannya sangat parah. “Agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu,” dengan tipuan dan seruan ke jalan setan, memusuhi para Rasul, dan pengikutnya dengan ucapan dan perbuatan. Hanya saja tipu daya dan makar mereka justru kembali kepada diri mereka sendiri karena mereka mebuat makar sementara Alalh juga membuat makar dan Dia adalah sebaik-baik pembuat makar.
Begitu juga Allah menjadikan imam-imam besar dalam hidayah dan orang-orang mulia yang melawan para penjahat itu, yang membantah pendapat-pendapat mereka, yang berjihad di jalan Allah melawan mereka, dan meniti jalan-jalan yang mengantarkan kepadanya. Allah membantu mereka, meluruskan pendapat mereka dan meneguhkan kaki mereka. Allah menjadikan hari-hari silih berganti di antara mereka dengan musuh-musuh mereka sehingga akhir perkaranya adalah kemenangan dan keunggulan mereka, dan akibat baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
Sumber: https://tafsirweb.com/2247-surat-al-anam-ayat-123.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
123 Sebagaimana Kami jadikan orang-orang fasik Makkah beserta para pembesarnya sebagai pemerang atas dakwahmu, maka Kami jadikan pula pada tiap-tiap negeri ada penjahat-penjahat yang besar, agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu dari keimanan. Mereka akan sibuk dalam kemaksiatan dan keluar dari jalan keistiqamahan Dan mereka tidak memperdayakan keburukan melainkan pada dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadari akibat kebodohan dan menuruti hawa nafsu mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/2247-surat-al-anam-ayat-123.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 123-124 Allah SWT berfirman, "Sebagaimana Kami menjadikan di negerimu, wahai Muhammad, para pembesar, pemimpin yang jahat dan orang-orang yang mengajak kepada kekafiran dan menghalangi dari Allah, serta menentang dan memusuhimu. Demikian itu para rasul sebelum kamu juga diuji dengan hal itu, lalu mereka mendapatkan hasil yang baik" Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa) (Surah Al-Furqan: 31) dan (Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu) (Surah Al-Isra: 16) DIkatakan bahwa maknanya adalah Kami memerintahkan mereka untuk taat, lalu mereka menentangnya, lalu Kami membinasakan mereka.
Dikatakan juga,”Kami memerintahkan mereka berdasarkan takdir. Sebagaimana Allah berfirman di sini: (agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu) Terkait firman Allah: (pembesar-pembesar yang jahat agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu) Ibnu Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dioa berkata,”Kami menjadikan berkuasa orang-orang jahat mereka, lalu mereka berbuat kemaksiatan di dalamnya.
Jika mereka melakukan hal itu, maka kami membinasakan mereka dengan azab. Mujahid dan Qatadah berkata terkait firmanNya (pembesar-pembesar yang jahat) yaitu para pembesarnya. Saya berkata, Demikian juga firman Allah SWT: (Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kalian diutus untuk menyampaikannya.” (34) Dan mereka berkata, "Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak (daripada kalian) dan kami sekali-kali tidak akan diazab” (35)) (Surah Saba’) dan (Dan demikianlah Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak mereka” (23)) (Surah Az-Zukhruf) Yang dimaksud dengan tipu daya di sini adalah ajakan mereka kepada kesesatan dengan memperindah perkataan dan perbuatan yang menggiurkan.
Sebagaimana firman Allah yang memberitahukan tentang kaum nabi Nuh: (Dan mereka melakukan tipu daya yang amat besar (22)) (Surah Nuh) Firman Allah SWT: (Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedangkan mereka tidak menyadarinya) yaitu Tidaklah bencana dari tipu daya mereka itu dan penyesatan terhadap orang-orang yang mereka sesatkan itu melainkan menimpa diri mereka sendiri.
Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka, dan beban-beban (dosa yang lain) di samping beban mereka sendiri) (Surah Al-'Ankabut:13) dan (dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan).
Ingatlah, amat buruklah apa (dosa) yang mereka pikul itu) (Surah An-Nahl: 25).
Firman Allah (Apabila datang suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, "Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah”) yaitu ketika datang kepada mereka suatu bukti dan hujjah yang pasti, mereka akan berkata: (Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah) yaitu sampai datang kepada kami para malaikat dari Allah dengan membawa risalah, sebagaimana mereka datang kepada para rasul. Ini sebagaimana Allah berfirman : (Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami, "Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?” (21)) (Surah Al-Furqan) Firman Allah SWT: (Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan) yaitu Dia lebih mengetahui dimana Dia menempatkan risalahNya dan siapa yang baik untuknya di antara makhlukNya.
Sebagaimana firmanNya: (Dan mereka berkata.”Mengapa Al-Qur’an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri ini (31) Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu) (Surah Az-Zukhruf: 31-32) Mereka bermaksud bahwa kenapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada laki-laki yang agung, besar, mulia, dan terpuji di mata mereka (dari salah satu dua negeri ini) yaitu dari Makkah dan Thaif.
Hal itu karena mereka (semoga Allah memberi keburukan kepada mereka) menghina Rasulullah SAW karena perasaan iri, dengki, permusuhan, dan sombong. Sebagaimana Allah berfirman seraya memberitahukan tentang mereka: (Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, niscaya mereka tidak lain hanyalah membuat kamu menjadi olok-olok. (Mereka mengatakan), "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan kalian?" Padahal mereka adalah orang-orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah (36)) (Surah Al-Anbiya’) dan (Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul?" (41)) (Surah Al-Furqan) Diriwayatkan dari Watsilah bin Al-Asqa' bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah telah memilih dari anak nabi Ibrahim yaitu nabi Ismail, dan Dia telah memilih dari keturunan nabi Ismail yaitu Bani Kinanah, dan memilih dari Bani Kinanah yaitu Quraisy, dan memilih dari Quraisy yaitu Bani Hasyim, dan Dia memilihku dari kalangan Bani Hasyim” Firman Allah SWT: (Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras) Ini adalah peringatan keras dari Allah dan ancaman yang kuat bagi orang yang enggan mengikuti dan taat kepada para rasulNya dalam apa yang mereka bawa.
Sesungguhnya pada hari kiamat dia pasti akan di timpa (kehinaan) yaitu kehinaan yang abadi. Dia menghukum mereka dengan hal itu untuk menghinakan mereka hari kiamat karena mereka mereka sombong di dunia. Sebagaiana firmanNya: (Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina) (Surah Ghafir: 60) yaitu dalam keadaan kecil, hina. dan rendah.
Firman Allah SWT: (dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya) tipu daya itu kebanyakan dilakukan secara sembunyi-sembunyi, yaitu secara halus melakukan tipu daya. Mereka akan dihadapkan kepada siksa yang dahsyat sebagai balasan yang setimpal: (Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun) (Surah Al-Kahfi: 49) Sebagaimana Allah berfirman: (Pada hari ditampakkan segala rahasia (9)) (Surah Ath-Thariq) yaitu tampaklah hal-hal yang ditutupi, tersimpan, dan tersembunyi
Sumber: https://tafsirweb.com/2247-surat-al-anam-ayat-123.html
Informasi Tambahan
Juz
8
Halaman
143
Ruku
116