الانعام (Al-An'am)
Per AyatMushaf
وَاِذَا
dan apabila
جَاۤءَتْهُمْ
datang kepada mereka
اٰيَةٌ
sesuatu ayat
قَالُوْا
mereka berkata
لَنْ
tidak
نُّؤْمِنَ
kami beriman
حَتّٰى
sehingga
نُؤْتٰى
kami diberi
مِثْلَ
seperti
مَآ
apa
اُوْتِيَ
diberikan
رُسُلُ
Rasul-Rasul
اللّٰهِ
Allah
ۘ
اَللّٰهُ
Allah
اَعْلَمُ
lebih mengetahui
حَيْثُ
di mana
يَجْعَلُ
Dia menjadikan
رِسٰلَتَهٗۗ
kerasulanNya
سَيُصِيْبُ
akan menimpa
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اَجْرَمُوْا
(mereka) berdoa
صَغَارٌ
kecil/kehinaan
عِنْدَ
disisi
اللّٰهِ
Allah
وَعَذَابٌ
dan siksa
شَدِيْدٌۢ
yang sangat pedih
بِمَا
dengan apa/disebabkan
كَانُوْا
adalah mereka
يَمْكُرُوْنَ
mereka membuat tipu daya
﴿١٢٤﴾
Dan apabila datang suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, “Kami tidak akan percaya (beriman) sebelum diberikan kepada kami seperti apa yang diberikan kepada rasul-rasul Allah.” Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan.
913 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan apabila datang kepada orang-orang musyrik dari penduduk Mekah itu hujjah yang terang tentang kenabian Muhammad , maka sebagian pemuka mereka berkata, ”Kami tidak akan pernah mengimani kenabiannya sampai Allah mau memberikan kepada kami sebagian dari (bukti) kenabian dan mukjizat, seperti yang telah diberikan kepada rasul terdahulu.” maka Allah membantah pernyatan mereka,dengan firman-Nya ”Allah lebih tahu dimana Dia akan meletakkan tugas kerasulan,” maksudnya tentang orang-orang yang pantas mengemban risalahnya dan menyampaikannya kepada manusia. Para penentang tersebut akan dilanda kehinaan, dan bagi mereka siksaan yang pedih di neraka jahanam disebabkan tipu daya mereka terhadap islam dan kaum muslimin.
Sumber: https://tafsirweb.com/2248-surat-al-anam-ayat-124.html
Tafsir as-Sa'di
124. Para penjahat besar itu kukuh di atas kebatilannya dan menolak kebenaran yang dibawa oleh para Rasul karena hasad dan dengki, mereka berkata, “Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah,” berupa kenabian dan kerasulan. Ini mengandung penentangan mereka kepada Allah, bangga terhadap diri mereka, sombong terhadap kebenaran yang Dia turunkan melalui para rasul, dan penolakan terhadap keutamaan dan kebaikan Allah, maka Allah menjawab tantangan mereka yang rusak.Dia menyatakan bahwa mereka tidak layak mendapatkan kebaikan. Pada mereka tidak terdapat sesuatu yang bisa membuat mereka menjadi hamba-hamba Allah yang shalih. Apalagi menjadi nabi dan rasul.Allah berfirman, “Allah lebih mengetahui dimana Dia menempatkan tugas kerasulan.” Barangsiapa yang Allah mengetahuinya layak mendapatkannya, mampu menunaikan tanggung jawabnya, mempunyai segala sifat yang baik, dan terbebas dari segala akhlak yang tercela, maka Allah memberinya apa yang menjadi tuntutan hikmahNya, baik secara independen maupun menginduk, dan barangsiapa yang tidak demikian, maka Dia tidak akan meletakkan pemberianNya yang paling utama pada orang yang tidak kapabel dan tidak suci di sisiNya.Ayat ini mengandung dalil kesempurnaan hikmah Allah, karena walaupun Dia Maha Pengasih, Maha Pemurah, Mahaluas KarunaiNya, namun Dia adalah Mahabijaksana, tidak meletakkan karuniaNya kecuali pada orang yang layak. Kemudian Allah mengancam orang-orang yang berbuat kejahatan. Dia berfirman, “Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah.” Yakni kehinaan dan kenistaan, Allah menghinakan mereka akibat kesombongan mereka terhadap kebenaran. “Dan siksa yang keras itu disebabkan mereka selalu membuat tipu daya.” Maksudnya, disebabkan makar mereka, bukan karena Allah menzhalimi mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/2248-surat-al-anam-ayat-124.html
Tafsir Al-Wajiz
124 Apabila datang suatu ayat yang menunjukkan tentang kebenaran risalah Nabi Muhammad kepada mereka para penduduk Makkah dan para pembesarnya, mereka berkata: “Kami tidak akan beriman sehingga kami melihat yang serupa dengan berbagai mukjizat yang telah diberikan kepada para nabi Allah sebelummu”. Kemudian Allah menjawab mereka: Allah lebih Mengetahui kepada siapa Dia menempatkan tugas kerasulan. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras pada hari kiamat disebabkan mereka selalu membuat tipu daya.Ayat ini turun untuk Walid bin Mughirah yang berkata: Kalaupun kenabian ini benar, maka pasti aku akan lebih awal menjadi nabi dari pada Muhammad, sebab aku lebih tua, lebih kaya dan banyak anak.”
Sumber: https://tafsirweb.com/2248-surat-al-anam-ayat-124.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 123-124 Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Sebagaimana Kami menjadikan di negerimu, wahai Muhammad, para pembesar, pemimpin yang jahat dan orang-orang yang mengajak kepada kekafiran dan menghalangi dari Allah, serta menentang dan memusuhimu. Demikian itu para rasul sebelum kamu juga diuji dengan hal itu, lalu mereka mendapatkan hasil yang baik" Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa) (Surah Al-Furqan: 31) dan (Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu) (Surah Al-Isra: 16) DIkatakan bahwa maknanya adalah Kami memerintahkan mereka untuk taat, lalu mereka menentangnya, lalu Kami membinasakan mereka.Dikatakan juga,”Kami memerintahkan mereka berdasarkan takdir. Sebagaimana Allah berfirman di sini: (agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu) Terkait firman Allah: (pembesar-pembesar yang jahat agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu) Ibnu Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dioa berkata,”Kami menjadikan berkuasa orang-orang jahat mereka, lalu mereka berbuat kemaksiatan di dalamnya.Jika mereka melakukan hal itu, maka kami membinasakan mereka dengan azab. Mujahid dan Qatadah berkata terkait firmanNya (pembesar-pembesar yang jahat) yaitu para pembesarnya. Saya berkata, Demikian juga firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kalian diutus untuk menyampaikannya.” (34) Dan mereka berkata, "Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak (daripada kalian) dan kami sekali-kali tidak akan diazab” (35)) (Surah Saba’) dan (Dan demikianlah Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak mereka” (23)) (Surah Az-Zukhruf) Yang dimaksud dengan tipu daya di sini adalah ajakan mereka kepada kesesatan dengan memperindah perkataan dan perbuatan yang menggiurkan.Sebagaimana firman Allah yang memberitahukan tentang kaum nabi Nuh: (Dan mereka melakukan tipu daya yang amat besar (22)) (Surah Nuh) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedangkan mereka tidak menyadarinya) yaitu Tidaklah bencana dari tipu daya mereka itu dan penyesatan terhadap orang-orang yang mereka sesatkan itu melainkan menimpa diri mereka sendiri.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka, dan beban-beban (dosa yang lain) di samping beban mereka sendiri) (Surah Al-'Ankabut:13) dan (dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan).Ingatlah, amat buruklah apa (dosa) yang mereka pikul itu) (Surah An-Nahl: 25).Firman Allah (Apabila datang suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, "Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah”) yaitu ketika datang kepada mereka suatu bukti dan hujjah yang pasti, mereka akan berkata: (Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah) yaitu sampai datang kepada kami para malaikat dari Allah dengan membawa risalah, sebagaimana mereka datang kepada para rasul. Ini sebagaimana Allah berfirman : (Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami, "Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?” (21)) (Surah Al-Furqan) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan) yaitu Dia lebih mengetahui dimana Dia menempatkan risalahNya dan siapa yang baik untuknya di antara makhlukNya.Sebagaimana firmanNya: (Dan mereka berkata.”Mengapa Al-Qur’an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri ini (31) Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu) (Surah Az-Zukhruf: 31-32) Mereka bermaksud bahwa kenapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada laki-laki yang agung, besar, mulia, dan terpuji di mata mereka (dari salah satu dua negeri ini) yaitu dari Makkah dan Thaif.Hal itu karena mereka (semoga Allah memberi keburukan kepada mereka) menghina Rasulullah ﷺ karena perasaan iri, dengki, permusuhan, dan sombong. Sebagaimana Allah berfirman seraya memberitahukan tentang mereka: (Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, niscaya mereka tidak lain hanyalah membuat kamu menjadi olok-olok. (Mereka mengatakan), "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan kalian?" Padahal mereka adalah orang-orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah (36)) (Surah Al-Anbiya’) dan (Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul?" (41)) (Surah Al-Furqan) Diriwayatkan dari Watsilah bin Al-Asqa' bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah telah memilih dari anak nabi Ibrahim yaitu nabi Ismail, dan Dia telah memilih dari keturunan nabi Ismail yaitu Bani Kinanah, dan memilih dari Bani Kinanah yaitu Quraisy, dan memilih dari Quraisy yaitu Bani Hasyim, dan Dia memilihku dari kalangan Bani Hasyim” Firman Allah سبحانه وتعالى: (Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras) Ini adalah peringatan keras dari Allah dan ancaman yang kuat bagi orang yang enggan mengikuti dan taat kepada para rasulNya dalam apa yang mereka bawa.Sesungguhnya pada hari kiamat dia pasti akan di timpa (kehinaan) yaitu kehinaan yang abadi. Dia menghukum mereka dengan hal itu untuk menghinakan mereka hari kiamat karena mereka mereka sombong di dunia. Sebagaiana firmanNya: (Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina) (Surah Ghafir: 60) yaitu dalam keadaan kecil, hina. dan rendah.Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya) tipu daya itu kebanyakan dilakukan secara sembunyi-sembunyi, yaitu secara halus melakukan tipu daya. Mereka akan dihadapkan kepada siksa yang dahsyat sebagai balasan yang setimpal: (Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun) (Surah Al-Kahfi: 49) Sebagaimana Allah berfirman: (Pada hari ditampakkan segala rahasia (9)) (Surah Ath-Thariq) yaitu tampaklah hal-hal yang ditutupi, tersimpan, dan tersembunyi
Sumber: https://tafsirweb.com/2248-surat-al-anam-ayat-124.html
Informasi
Surat
الانعام (Al-An'am)
Binatang Ternak — 165 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
124 dari 165 ayat
Juz
Juz 8
Halaman
Halaman 143
Ruku
Ruku 116
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 29 (57/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-913 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-6