الانعام (Al-An'am)

Per AyatMushaf
وَقَالُوْا
dan mereka berkata
مَا
apa yang ada
فِيْ
didalam
بُطُوْنِ
perut
هٰذِهِ
ini
الْاَنْعَامِ
binatang ternak
خَالِصَةٌ
khusus
لِّذُكُوْرِنَا
untuk laki-laki kami
وَمُحَرَّمٌ
dan yang diharamkan
عَلٰٓى
atas
اَزْوَاجِنَاۚ
isteri-isteri kami
وَاِنْ
dan jika
يَّكُنْ
adalah
مَّيْتَةً
mati
فَهُمْ
maka mereka
فِيْهِ
padanya
شُرَكَاۤءُ
bersekutu (makan) bersama
ۗسَيَجْزِيْهِمْ
kelak (Allah) akan membalas mereka
وَصْفَهُمْۗ
ketetapan mereka
اِنَّهٗ
sesungguhnya
حَكِيْمٌ
Maha Bijaksana
عَلِيْمٌ
Maha Mengetahui
﴿١٣٩﴾
Dan mereka berkata (pula), “Apa yang ada di dalam perut hewan ternak ini khusus untuk kaum laki-laki kami, haram bagi istri-istri kami.” Dan jika yang dalam perut itu (dilahirkan) mati, maka semua boleh (memakannya). Kelak Allah akan membalas atas ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
928 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang musyrik berkata, ”Apa yang ada di dalam perut binatang-binatang ternak yang berupa janin-janin, hukumnya mubah bagi para laki-laki dari kami, namun haram bagi para wanita kami, jika dilahirkan dalam keadaan hidup.” Dan mereka saling berbagi bila dilahirkan dalam keadaan mati. Allah akan menghukum mereka, karena mereka menetapkan aturan syariat bagi diri mereka, baik berupa pengahalalan, maupun pengharaman yang tidak pernah diizinkan oleh Allah . Sesungguhnya Allah maha bijaksana dalam pengaturan urusan-urusan makhlukNya, lagi maha mengetahui mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/2263-surat-al-anam-ayat-139.html

Tafsir as-Sa'di

139. Di antara keyakinan mereka yang buruk adalah mereka menentukan sebagian binatang ternak, lalu mereka menentukan janin yang ada di perutnya sebagai manusia yang haram untuk wanita dan tidak laki-laki. Mereka berkata, “janin yang ada di dalam perut binatang ternak ini adalah khusus untuk pria kami.” Maksudnya, hanya halal untuk kaum laki-laki saja, dan tidak halal untuk wanita. “Dan haram atas wanita.” Ini jika janin itu lahir dalam keadaan mati, maka ia halal untuk semuanya, yakni halal untuk wanita dan laki-laki. “kelak Allah akan membalas mereka terhadap ketetapan mereka,” dimana mereka menetapkan sesuatu yang dihalalkan oleh Allah sebagai sesuatu yang haram, dan menetapkan yang haram menjadi halal, maka mereka menetang dan menyelisihi sayariat Allah dan mereka menisbatkannya kepada Allah. “Sesungguhnya Allah Mahabijaksana,” dimana Dia menunda mereka dan menenpatkan mereka dalam kesesatan yang mereka alami. “Lagi Maha Mengetahui,” keadaan mereka, tidak ada yang samar bagiNya.Dia mengetahui mereka, mengetahui apa yang mereka katakan dan nisbatkan secara dusta kepadaNya sementara Dia terus memberi mereka rizki dan keselamatan.

Sumber: https://tafsirweb.com/2263-surat-al-anam-ayat-139.html

Tafsir Al-Wajiz

139 Mereka orang-orang musyrik juga mengatakan: “Apa yang ada dalam perut binatang ternak ini yaitu keledai dan unta saibah adalah khusus untuk sesembahan dan lelaki kami dan diharamkan atas wanita kami, baik anak perempuan maupun saudara perempuan dan lainnya,” Jika yang dalam perut itu dilahirkan mati, maka pria dan wanita sama-sama boleh memakannya. Kelak Allah akan membalas mereka atas ketetapan untuk mereka, atas perkataan dusta terang-terangandan dan fitnah yang mereka lakukan dengan mengharamkan apa yang tidak diharamkan Allah. Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana dalam segala perbuatan dan syariat-Nya lagi Maha Mengetahui atas segala kondisi hamba-Nya.Ibnu Abbas berkata: Jika seekor domba melahirkan domba jantan maka mereka menyembelihnya, untuk dimakan khusus para laki-laki dan haram untuk perempuan. Namun bila melahirkan domba betina maka mereka tidak menyembelihnya, namun jika melahirkan domba mati/sudah menjadi bangkai maka mereka memakannya bersama (laki-laki dan perempuan).

Sumber: https://tafsirweb.com/2263-surat-al-anam-ayat-139.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Mujahid berkata tentang firmanNya: (Dan mereka mengatakan, "Apa yang dalam perut binatang ternak ini adalah khusus untuk pria kami dan diharamkan atas wanita kami") yaitu saibah dan bahirah. Abu Al-‘Aliyah, Mujahid, dan Qatadah berkata tentang firmanNya: (Allah akan membalas mereka terhadap ketetapan mereka) yaitu ucapan mereka yang dusta tentang hal itu, sebagaimana firman Allaah سبحانه وتعالى: (Dan janganiah kalian mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidah kalian secara dusta, "Ini halal dan ini haram, " untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidaklah beruntung (116) (Itu adalah) kesenangan yang sedikit) (Surah An-Nahl: 116-117) (Sesungguhnya Allah Maha bijaksana) yaitu dalam perbuatan, firman, syariat dan takdirNya (lagi Maha Mengetahui) amal hamba-hambaNya, yang baik dan yang buruk.Dia akan membalas terhadap mereka atas hal itu dengan pembalasan yang sempurna.

Sumber: https://tafsirweb.com/2263-surat-al-anam-ayat-139.html

Informasi

Surat

الانعام (Al-An'am)

Binatang Ternak — 165 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

139 dari 165 ayat

Juz

Juz 8

Halaman

Halaman 146

Ruku

Ruku 117

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 29 (58/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-928 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-6