الانعام (Al-An'am)
Per AyatMushaf
قُلْ
katakanlah
هَلُمَّ
bawalah kemari
شُهَدَاۤءَكُمُ
saksi-saksi kamu
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
يَشْهَدُوْنَ
(mereka) mempersaksikan
اَنَّ
bahwasanya
اللّٰهَ
Allah
حَرَّمَ
mengharamkan
هٰذَاۚ
ini
فَاِنْ
maka jika
شَهِدُوْا
mereka mempersaksikan
فَلَا
maka janganlah
تَشْهَدْ
kamu menjadi saksi
مَعَهُمْۚ
bersama mereka
وَلَا
dan jangan
تَتَّبِعْ
kamu mengikuti
اَهْوَاۤءَ
hawa nafsu
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
كَذَّبُوْا
(mereka) mendustakan
بِاٰيٰتِنَا
dengan ayat-ayat Kami
وَالَّذِيْنَ
dan orang-orang yang
لَا
tidak
يُؤْمِنُوْنَ
beriman
بِالْاٰخِرَةِ
dengan kehidupan akhirat
وَهُمْ
dan/sedang mereka
بِرَبِّهِمْ
dengan Tuhan mereka
يَعْدِلُوْنَ
mereka mempersekutukan
ࣖ
﴿١٥٠﴾
Katakanlah (Muhammad), “Bawalah saksi-saksimu yang dapat membuktikan bahwa Allah mengharamkan ini.” Jika mereka memberikan kesaksian, engkau jangan (ikut pula) memberikan kesaksian bersama mereka. Jangan engkau ikuti keinginan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, dan mereka mempersekutukan Tuhan.
939 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai rasul), kepada kaum musyrikin, ”bawalah kemari para saksi kalian yang menyaksiakan bahwa sesungguhnya Allah Dia lah yang mengharamkan tanaman dan binatang yang kalian haramkan itu.” apabila mereka menyampaikan persaksian mereka (dengan cara berdusta dan curang) maka janganlah kalian mempercayai mereka. Dan janganlah engkau menuruti orang-orang yang memperuntukan hawa nafsu mereka lalu mendustakan ayat-ayat Allah dengan apa yang mereka katakana berupa pengharaman apa yang Allah halalkan dan menghalalkan apa yang Allah haramakan. Dan janganlah engkau mengikuti orang orang yang tidak mempercayai kehidupan akhirat dan tidak beramal untuknya, dan orang-orang yang menyekutukan tuhan mereka dengan menyembah yang lain bersamaNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/2274-surat-al-anam-ayat-150.html
Tafsir as-Sa'di
150. Katakanlah kepada orang-orang yang mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah dan menisbatkannya kepada Allah, “Datangkanlah saksi-saksimu yang memberi kesaksian bahwa Allah mengharamkan ini?” jika ucapan ini disodorkan kepada mereka maka mereka berada di antara dua perkara: bisa jadi mereka tidak menghadirkan seorang pun yang bersaksi atas itu. Sehingga klaim mereka adalah batil yang tak didukung dengan saksi dan bukti.Bisa jadi mereka mendatangkan saksi yang bersaksi untuk mereka dalam perkara ini, dan tidak mungkin ada yang memberi kesaksian dalam hal ini kecuali pendusta lagi pendosa yang kesaksiannya tidak diterima. Perkara ini bukan termasuk perkara yang mungkin ditetapkan dengan kesaksian orang yang adil. Oleh Karena itu, Allah melarang Nabinya dan para pengikutnya dari kesaksian ini.Dia berfirman, “JIka mereka mempersiapkan, maka janganlah kamu ikut (pula) menjasi saksi bersama mereka, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sedang mereka mempersekutukan Tuhan mereka.” Maksudnya, mereka menyamakan Allah dengan selainNya dari sesembahan-sesembahan dan sekutu-sekutu. Jika mereka tidak beriman kepada Hari Akhir, tidak bertauhid kepada Allah, maka keinginan mereka pun akan sama dengan akidah mereka, ia berkisar di antara kesyirikan dan pendustaan terhadap kebenaran. Maka sudah selayaknya kalau Allah melarang makhlukNya yang terpilih untuk mengikuti hawa nafsu seperti ini dan memberi kesaksian bersama para pendukungnya.Dari sini diketahui bahwa pengharaman mereka terhadap apa yang dihalalkan oleh Allah adalah berasal dari hawa nafsu yang menyesatkan.
Sumber: https://tafsirweb.com/2274-surat-al-anam-ayat-150.html
Tafsir Al-Wajiz
150 Katakanlah kepada mereka: “Bawa dan hadirkanlah kemari saksi-saksi yang kamu miliki yang dapat mempersaksikan bahwa Allah telah mengharamkan makanan yang kamu haramkan ini seperti keledai, unta saibah dan lainnya” Jika mereka mempersaksikan, maka janganlah kamu ikut pula menjadi saksi bersama mereka wahai nabi sebab itu hanyalah perkataan cela mereka. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sedang mereka mempersekutukan Tuhan mereka dengan sesembahan lain atau menyeru kepada makhluk seperti berhala, kemudian mereka menyembah dan menyekutukannya dengan Allah.
Sumber: https://tafsirweb.com/2274-surat-al-anam-ayat-150.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 148-150 Ini merupakan dialog yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى dan perkara samar yang disampaikan oleh orang-orang musyrik dalam kemusyrikan dan pengharaman mereka terhadap hal-hal yang mereka haramkan. Lalu Allah menunjukkan kemusyrikan dan pengharaman mereka itu. Allah Maha Kuasa untuk mengubahnya dengan memberikan ilham kepada kita iman dan menghalangi antara kita dan kekufuran, tetapi Allah tidak mengubahnya.Dia menunjukkan bahwa hanya dengan kehendak, keinginan, dan keridhaanNya terhadap kita atas hal tersebut. Oleh karena itu mereka berkata: (Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukan-Nya, dan tidak (pula) kami mengharamkan barang sesuatu apa pun) Sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Dan mereka berkata, "Jikalau Allah Yang Maha Pemurah menghendaki, tentulah kami tidak menyembah (mereka)") (Surah Az-Zukhruf: 20), Allah سبحانه وتعالى berfirman (Demikian pulalah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul)) yaitu dengan hal yang samar-samar ini telah tersesat orang-orang sebelum mereka, dan itu merupakan hujjah yang mereka sampaikan itu bathil, karena jika hujjah mereka benar, maka Allah tidak menimpakan siksaNya, tidak membinasakan, dan tidak mengirimkan rasul-rasulNya, serta tidak menimpakan siksa yang pedih terhadap orang-orang musyrik itu (Katakanlah, Adakah kalian mempunyai sesuatu pengetahuan”) yaitu dengan keridhaan Allah kepada kalian atas apa yang kalian lakukan ("sehingga dapat kalian mengemukakannya kepada Kami?") yaitu yang kalian tunjukkan, jelaskan, dan kemukakan kepada kami (Kalian tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka) yaitu sangkaan dan khayalan.Yang dimaksud dengan persangkaan dalam ayal ini adalah keyakinan yang salah (dan kalian tidak lain hanya berdusta) kalian berdusta terhadap Allah dalam apa yang kalian akui itu. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak mempersekutukan-Nya) dan (Demikian pulalah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul)) serta (Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan-(Nya)) (Surah Al-An’am: 107)) yaitu sesungguhnya mereka berkata,”Kegiatan menyembah kami kepada sembahan-sembahan itu untuk mendekatkan diri kepada Allah” Lalu Allah memberitahu mereka bahwa perbuatan itu tidak mendekatkan mereka.Firman Allah Swt: (Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan-(Nya)) Allah سبحانه وتعالى berfirman,”Seandainya Aku menghendaki, sungguh Aku mengumpulkan mereka semua ke dalam jalan petunjuk” Firman Allah سبحانه وتعالى: (Katakanlah, "Allah mempunyai hujah yang jelas lagi kuat; maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kalian semuanya” (149)) Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada NabiNya سبحانه وتعالى: (Katakanlah) kepada mereka, wahai Muhammad (Allah mempunyai hujah yang jelas lagi kuat) yaitu, milikNyalah hikmah yang sempurna dan hujjah yang jelas dalam memberikan petunjuk kepada orang yang Dia beri petunjuk dan menyesatkan orang yang Dia sesatkan (Jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kalian semuanya) Semua itu terjadi sesuai dengan takdir, kehendak, dan pilihanNya. Bersamaan dengan itu, Dia meridhai orang-orang mukmin serta murka terhadap orang-orang kafir, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kalau Allah menghendaki tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk) (Surah Al-An'am: 35) dan (Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi) (Surah Yunus: 99) serta (Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat (118) kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusanNya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya (119)) (Surah Hud) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Katakanlah, "Kemarikanlah saksi-saksi kalian") yaitu hadirkanlah saksi-saksi kalian (yang dapat mempersaksikan bahwa Allah mengharamkan (makanan yang kalian) haramkan ini) yaitu hal yang kalian haramkan, dustakan, dan buat-buat ini terhadap Allah (Jika mereka mempersaksikan, maka janganlah kamu ikut (pula) menjadi saksi bersama mereka) yaitu karena sesungguhnya apa yang mereka persaksikan dalam keadaan ini adalah itu merupakan kedustaan dan sesuatu yang sia-sia (dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sedangkan mereka mempersekutukan Tuhan mereka) yaitu mereka menyekutukanNya dan menjadikan sekutu bagiNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/2274-surat-al-anam-ayat-150.html
Informasi
Surat
الانعام (Al-An'am)
Binatang Ternak — 165 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
150 dari 165 ayat
Juz
Juz 8
Halaman
Halaman 148
Ruku
Ruku 119
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 30 (59/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-939 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-6