Kembali ke Surat Al-A'raf

الاعراف (Al-A'raf)

Surat ke-7, Ayat ke-13

قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُوْنُ لَكَ اَنْ تَتَكَبَّرَ فِيْهَا فَاخْرُجْ اِنَّكَ مِنَ الصّٰغِرِيْنَ

(Allah) berfirman, “Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.”

📚 Tafsir Al-Muyassar

Allah berfirman kepada iblis, ”turunlah kamu dari surga!

Kamu tidak pantas untuk menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah dari surga! Sesungguhnya Kamu termasuk makhluk yang hina dan nista. ”

Sumber: https://tafsirweb.com/2467-surat-al-araf-ayat-13.html

📚 Tafsir as-Sa'di

13. oleh karena itu, manakala terjadi penentangan dari iblis, maka dia terdegrasi ke derajat yang paling rendah. Allah berfirman kepadanya, turunlah kamu “dari surganya” yakni dari surge. ”karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri didalamnya” karena ia adalah rumah orang-orang yang baik lagi suci, maka ia tidak layak dihuni oleh makhluk yang paling buruk dan paling jahat. ”maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina” yakni termasuk orang-orang yang hina dina sebagai balasan atas kesombongan dan ujubnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/2467-surat-al-araf-ayat-13.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

13. Allah berfirman kepada Iblis: “Maka turunlah dari surga tempat kamu diciptakan.

Tidak selayaknya dan tidak sepatutnya kamu sombong di dalamnya dan mengingkari perintahKu, maka keluarlah dari sana. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina dan rendah sebagai balasan atas kesombonganmu”

Sumber: https://tafsirweb.com/2467-surat-al-araf-ayat-13.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 13-15 Allah SWT berfirman seraya berbicara kepada iblis tentang perkara yang bersifat takdir: (Turunlah kamu dari surga itu!) yaitu karena kedurhakaanmu terhadap perintahKu dan penyimpanganmu dari ketaatan kepadaKu. Jadi tidak layak bagimu untuk bersikap sombong di sana. Kebanyakan mufasir berkata bahwa “dhamir” itu kembali merujuk kepada surga.

Bisa juga merujuk kepada kedudukan yang ditempati oleh iblis di kerajaan langit yang tertinggi. (maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina) yaitu dalam keadaan hina dan rendah, sebagai perlakuan baginya kebalikan dari apa yang dia yakini, dan balasan dari pengakuannya, yaitu mendapatkan kebalikannya. Lalu ketika itu iblis yang dilaknat itu menyadari dan dia meminta masa tangguh sampai hari kiamat, dia berkata: (Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan (14) Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh” (15)) Allah mengabulkan apa yang dia minta karena di dalamnya terdapat hikmah, keinginan, dan kehendakNya yang tidak dapat ditentang, dan dicegah, serta tidak ada yang bisa menghalangi keputusanNya, dan Dia itu Maha Cepat perhitunganNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/2467-surat-al-araf-ayat-13.html

Informasi Tambahan

Juz

8

Halaman

152

Ruku

123

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved