Kembali ke Surat Al-A'raf

الاعراف (Al-A'raf)

Surat ke-7, Ayat ke-17

ثُمَّ لَاٰتِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَاۤىِٕلِهِمْۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ

kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.”

📚 Tafsir Al-Muyassar

Kemudian aku akan mendatangi mereka dari seluruh arah dan sisi. Maka aku akan menghalangi mereka dari jalan kebenaran, dan aku akan tampakan seperti indah kepada mereka sebuah kebatilan, dan aku dorong mereka mencintai dunia serta aku sebarkan keraguan-raguan pada mereka tentang akhirat. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan anak keturunan adam bersukur terhadap nikmat-nikmatMu. ”

Sumber: https://tafsirweb.com/2471-surat-al-araf-ayat-17.html

📚 Tafsir as-Sa'di

17 “kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka” yakni dari segala arah jurusan dan dari segala jalan yang padanya dia mampu mewujudkan maksudnya pada mereka. manakala iblis yang buruk ini mengetahui bahwa mereka adalah lemah, kelalaian telah mengawasi banyak dari mereka, dan dia sendiri telah bertekad bulat untuk mengeluarkan segala upayanya untuk menyesatkan mereka, maka dia mengira dan memang perkiraannya benar dia berkata” dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)” karena bersyukur termasuk meniti jalan yang lurus. sementara ia ingin menghalang-halangi manusia darinya dan dari bersyukur. Allah berfirman ”karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. ” Allah memperingatkan kita dari apa yang iblis katakana dan dia tekadkan untuk melakukannya, agar kita berhati-hati darinya, bersiap-siap menghadapi musuh kita, menjaga diri darinya.

Dengan kita (berilmu) mengetahui jalan-jalan dadri mana dia datang, dan celah-celah dimana dia menyusup darinya, maka dengan itu Allah telah memberi nikmat kepada kita dengan kenikmatan yang paling sempurna.

Sumber: https://tafsirweb.com/2471-surat-al-araf-ayat-17.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

17. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari setiap arah untuk menyesatkan dan membuat mereka bingung di akhirat. Lalu Engkau akan mendapati kebanyakan manusia tidak bersyukur kepadaMu atas nikmatMu, dan tidak menaati perintahMu.

Ini adalah anggapan dan sangkaan Iblis.

Sumber: https://tafsirweb.com/2471-surat-al-araf-ayat-17.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 16-17 Allah SWT memberitahukan bahwa setelah Dia memberikan masa tangguh kepada iblis (sampai hari mereka dibangkitkan) (Surah Al-A’raf: 14) lalu iblis terikat dengan hal itu, lalu dia mulai berbuat ingkar dan pertentangan.

Lalu dia berkata: (Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus) yaitu sebagaimana Engkau telah menyesatkanku. Ibnu Abbas berkata,”Sebagaimana Engkau telah menyesatkanku” Ulama’ lain berkata,”Sebagaimana Engkau membinasakanku, maka sungguh aku benar-benar akan menghalang-halangi hamba-hambaMu yang Engkau ciptakan dari keturunan orang ini yang menjadi sebab Engkau menjauhkanku dari (jalanMu yang lurus) yaitu jalan kebenaran dan keselamatan. Sungguh aku benar-benar akan menyesatkan mereka dari jalan itu agar mereka tidak menyembahMu dan tidak mengesakanMu, karena Engkau telah memutuskan kesesatan atas diriku.

Sebagian ulama nahwu berkata bahwa huruf “ba’” di sini mengandung makna sumpah, seakan-akan dia berkata,"Jadi demi kesesatan yang telah Engkau putuskan atas diriku, maka aku benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalanMu yang lurus" Mujahid berkta bahwa makna “jalanMu yang lurus” adalah kebenaran. Firman Allah SWT: (kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka). Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka mereka) yaitu akan akan membuat mereka ragu terhadap akhirat mereka (dan dari belakang mereka) aku membuat mereka menyukai dunia mereka (dan dari kanan mereka) aku akan mengaburkan mereka terhadap urusan agama mereka (dan dari kiri mereka) aku akan membuat mereka berhasrat kepada kemaksiatan.

Diriwayatkan dari Qatadah, bahwa dia datang (dari arah depan mereka) lalu memberitahu mereka bahwa tidak ada hari kebangkitan, surga, dan tidak pula neraka (dari arah belakang mereka) yaitu dari urusan dunia mereka, dia menghiasinya dan mengajak mereka untuk kepada hal itu. (dari kanan mereka) yaitu dari kebaikan-kebaikan mereka, dan memperlambat mereka dari hal itu (dan dari arah kiri mereka) dia menghiasi bagi mereka keburukan dan kemaksiatan serta mengajak mereka dan memerintahkan mereka untuk melakukannya. Wahai anak Adam, dia mendatangimu dari semua arah, tetapi tidak dari atasmu; dia tidak bisa menghalangi antara dirimu dan rahmat Allah SWT. Mujahid berkata,"Dari depan dan dari kanan mereka tanpa mereka bisa melihatnya, serta dari belakang dan dari kiri mereka tanpa mereka bisa melihatnya juga" Ibnu Jarir memilih pendapat bahwa maksud dari semua jalan kebaikan dan kejahatan.

Yaitu jika kebaikan, maka dia akan menghalangi mereka dari hal itu, dan jika kejahatan, maka dia menghias hal itu untuk mereka. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan tentang firmanNya: (Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur) dia berkata yaitu orang-orang yang mengesakan Allah. Perkataan iblis ini hanya sangkaan dan khayalannya saja.

Namun hal itu juga sesuai dengan kenyataan, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang-orang yang beriman (20) Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu (21)) (Surah Saba')

Sumber: https://tafsirweb.com/2471-surat-al-araf-ayat-17.html

Informasi Tambahan

Juz

8

Halaman

152

Ruku

123

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved