الاعراف (Al-A'raf)

Per AyatMushaf
قَالَ
(Allah) berfirman
اخْرُجْ
keluarlah kamu
مِنْهَا
daripadanya (surga)
مَذْءُوْمًا
tercela/terhina
مَّدْحُوْرًا
terbuang/terusir
ۗ
لَمَنْ
sesungguhnya siapa
تَبِعَكَ
mengikuti kamu
مِنْهُمْ
diantara mereka
لَاَمْلَـَٔنَّ
sungguh Aku akan penuhi
جَهَنَّمَ
neraka jahanam
مِنْكُمْ
dari/dengan kamu
اَجْمَعِيْنَ
semuanya
﴿١٨﴾
(Allah) berfirman, “Keluarlah kamu dari sana (surga) dalam keadaan terhina dan terusir! Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka ada yang mengikutimu, pasti akan Aku isi neraka Jahanam dengan kamu semua.”
972 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Allah berfirman kepada iblis, ”keluarlah dari surga dalam keadan dimurkai lagi terusir.Sesungguhnya aku benar-benar akan memenuhi isi jahanam denganmu dan orang-orang yang mengikutimu dari kalangan anak keturunan Adam bersama-sama.

Sumber: https://tafsirweb.com/2472-surat-al-araf-ayat-18.html

Tafsir as-Sa'di

18. yakni Allah berfirman kepada iblis ketika dia mengatakan apa yang dikatakannya, ”keluarlah kamu dari surga itu” dalam keadaan hina dina bukan mulia, akan tetapi “sebagai yang terhina lagi terusir” dalam keadaan dijauhkan dari Allah dari rahmatNya dan dari segala kebaikan. ”benar-benar aku akan mengisi Neraka jahanam” denganmu dan dengan orang-orang yang mengikutimu “semuanya” ini adalah sumpah dari Allah bahwa neraka adalah tempat para ahli maksiat.Dia pasti memenuhi dengan iblis dan para pengikutnya dari golongan jin dan manusia.

Sumber: https://tafsirweb.com/2472-surat-al-araf-ayat-18.html

Tafsir Al-Wajiz

18. Untuk menegaskan laknat dan pengasingan dirinya dari penduduk langit, Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada Iblis: “Keluarlah dari surga dalam keadaan disalahkan, dibenci dan tertolak dari rahmatKu. Dan Aku bersumpah untuk orang yang tidak menaatiKu dan mengikutimu, maka sungguh aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan dirimu, keturunanmu dan seluruh orang yang mengikutimu”

Sumber: https://tafsirweb.com/2472-surat-al-araf-ayat-18.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah سبحانه وتعالى menegaskan laknat dan pengusiranNya atas iblis dari tempat tertinggi melalui firmanNya: (Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir) Ibnu Jarir berkata,”Adapun “Al-Madz’um” adalah terhina, dan kata “Adz-dza’mu” adalah aib yang besar. Dikatakan “dza’amahu” (menghinakannya), “yadz’amuhu” (menghinakannya), “dzaman” (kehinaan) dan “madz’uumun” (terhina). Mereka juga meninggalkan huruf “hamzah”, lalu berkata,”dzumtuhu”, “adziimuhu”, “dzaiman”, dan “dzaaman”.Kata “Adz-dzaamu” dan “Adz-dzaimu” maknanya adalah aib yang lebih besar daripada aib yang menggunakan kata “Adz-dzammu”. Dia berkata berkata bahwa kata “Al-Mahdur” adalah terusir, yaitu dijauhkan dan terusir. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata,”Sesuatu yang kami ketahui tentang kata “almadz’um” dan “Al-Madzmum” kecuali hanya dalam bentuk tunggal.Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa maknanya adalah terhina dan dimurkai. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya) Sebagaimana firmanNya: (Tuhan berfirman, "Pergilah, barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup (63) Dan godalah (bujuklah) siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan berijanjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka, melainkan tipuan belaka (64) Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka.Dan cukuplah Tuhanmu sebagai Penjaga” (65)) (Surah Al-Isra)

Sumber: https://tafsirweb.com/2472-surat-al-araf-ayat-18.html

Informasi

Surat

الاعراف (Al-A'raf)

Tempat Tertinggi — 206 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

18 dari 206 ayat

Juz

Juz 8

Halaman

Halaman 152

Ruku

Ruku 123

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 31 (61/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-972 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-7