الاعراف (Al-A'raf)
Per AyatMushaf
وَاِذَا
dan apabila
فَعَلُوْا
mereka melakukan
فَاحِشَةً
perbuatan keji
قَالُوْا
mereka berkata
وَجَدْنَا
kami dapati
عَلَيْهَآ
atasnya
اٰبَاۤءَنَا
nenek moyang kami
وَاللّٰهُ
dan Allah
اَمَرَنَا
menyuruh kami
بِهَاۗ
dengannya
قُلْ
katakan
اِنَّ
sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
لَا
tidak
يَأْمُرُ
menyuruh
بِالْفَحْشَاۤءِۗ
dengan perbuatan keji
اَتَقُوْلُوْنَ
mengapa kamu mengatakan
عَلَى
atas/terhadap
اللّٰهِ
Allah
مَا
apa
لَا
tidak
تَعْلَمُوْنَ
(kalian) mengetahui
﴿٢٨﴾
Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, “Kami mendapati nenek moyang kami melakukan yang demikian, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.” Katakanlah, “Sesungguhnya Allah tidak pernah menyuruh berbuat keji. Mengapa kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui?”
982 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan apabila orang-orang kafir berbuat keburukan, mereka beralasan bahwa tindakan tersebut sudah mereka warisi dari nenek moyang mereka sebelumnya dan termasuk yang diperintahkan oleh Allah. Katakanlah kepada mereka (wahai rasul), ”sesungguhnya Allah tidak pernah memerintahkan para hambaNYa berbuat tindakan-tindakan yang buruk dan jelek. Apakah pantas kalian (wahai orang-orang musyrik) mengatakan sesuatu terhadap Allah yang tidak kalian ketahui sebagai mengada-ngadakan kedustaan dan kebohongan?”
Sumber: https://tafsirweb.com/2482-surat-al-araf-ayat-28.html
Tafsir as-Sa'di
28. Allah menjelaskan buruknya keadaan orang-orang musyrik yang melakukan dosa dan mengklaim bahwasannya Allah telah menyuruh mereka melakukannya. ”dan apabila mereka melakukan perbuatan keji” yaitu segala sesuatu yang buruk lagi jelek dianataranya adalah thawaf di ka’bah dengan telanjang “mereka berkata ’kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu.” Mereka benar dalam hal itu. ”dan Allah menyuruh kami mengerjakannya” dalam hal ini mereka berdusta. Oleh karena itu Allah membantah penisbatan ini Dia berfirman ”katakanlah ‘sesungguhnya Allah tidak menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji. yakni tidak layak dengan kesempurnaanNya dan hikmahNya Dia tidak menyuruh hamba-hambaNya melakukan perbuatan keji. tidak ada yang dilakukan orang-orang musyrik itu dan tidak pula lainnya. ”mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui” adakah kedustaan yang lebih besar dari ini?
Sumber: https://tafsirweb.com/2482-surat-al-araf-ayat-28.html
Tafsir Al-Wajiz
28. Dan ketika orang-orang musyrik telah melakukan kemaksiatan yang sangat besar, seperti Thawaf mengelilingi Ka’bah dalam keadaan telanjang, dan menyembah berhala untuk meniru bapak-bapak mereka, mereka akan berkata: “Kami mendapati bapak-bapak kami melakukan itu, dan Allah memerintahkan kami untuk melakukan kekejian itu.” Katakanlah kepada mereka, wahai Nabi: “Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk melakukan akhlak yang baik dan mulia, dan tidak memerintahkan perbuatan keji dan munkar. Mengapa kalian berkata tentang sesuatu yang tidak kalian ketahui kebenarannya dan tidak dikuatkan dengan dalil yang bisa diterima kepada Allah?!” Ayat ini turun terkait Thawafnya orang-orang musyrik di Ka’bah dalam keadaan telanjang.
Sumber: https://tafsirweb.com/2482-surat-al-araf-ayat-28.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 28-30 Mujahid berkata bahwa orang-orang musyrik melakukan thawaf di Ka'bah dalam keadaan telanjang bulat. Mereka berkata,"Kami melakukan thawaf sebagaimana kami dilahirkan oleh ibu-ibu kami" dan para wanita meletakkan potongan kulit yang dijahit atau sesuatu pada farjinya Saya berkata,”Orang-orang Arab selain suku Quraisy, mereka tidak thawaf di Ka’bah dengan memakai pakaian mereka. Mereka memaknai halitu bahwa mereka tidak melakukan thawaf dengan memakai pakaian yang mereka gunakan untuk bermaksiat kepada Allah.Adapun orang-orang Quraisy yang dikenal dengan Al-Humsa melakukan thawaf dengan pakaian mereka. Dan orang yang dipinjami pakaian oleh orang Humsa, maka dia melakan thawaf dengan pakaian itu. dan orang yang mempunyai pakaian baru, maka dia melakukan thawaf dengan pakaian itu, kemudian dia membuangnya dan tidak ada seorang pun yang mengambilnya. Siapa saja yang tidak mempunyai pakaian baru, dan tidak dipinjami pakaian oleh orang Humsa, maka dia melakukan thawaf dengan keadaan telanjang bulat.Kebanyakan para wanita melakukan thawaf dalam keadaan telanjang pada malam hari. Ini merupakan sesuatu yang mereka buat-buat dan mereka ikuti dari nenek moyang mereka. Mereka meyakini bahwa perbuatan nenek moyang mereka itu disandarkan kepada perintah dan syariat Allah.Lalu Allah menyangkal hal itu. Dia berfirman: (Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, "Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya") Lalu Allah berfirman seraya menyangkal mereka: (Katakanlah) Wahai Muhammad, kepada orang-orang yang mengklaim demikian (Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji) yaitu apa yang kalian buat-buat itu adalah perkara yang keji dan mungkar, dan Allah tidak pernah memerintahkan hal seperti itu (Mengapa kalian mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kalian ketahui?) yaitu apakah kalian menyandarkan perkataan-perkataan yang tidak kalian ketahui kebenarannya kepada Allah?Firman Allah سبحانه وتعالى: (Katakanlah, "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”) yaitu keadilan dan perkara yang lurus (Dan (katakanlah), "Luruskanlah muka (diri) kalian di setiap salat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kalian kepada-Nya”) yaitu Allah memerintahkan kalian agar istiqamah dalam menyembahNya, yaitu dengan mengikuti para rasul yang dikuatkan dengan mukjizat-mukjizat dalam apa yang mereka sampaikan dan syariat-syariat yang mereka bawa yang berasal dari Allah, serta agar kalian ikhlas dalam beribadah hanya kepadaNya. Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى tidak akan menerima amal, sampai dua rukun ini disatukan, yaitu agar benar dan sesuai dengan syariat, dan dikerjakan dengan ikhlas dan bersih dari kemusyrikan. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan (demikian pula) kalian akan kembali (kepada-Nya) (29) Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka) terjadi perbedaan pendapat tentang makna firmanNya (Sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan (demikian pula) kalian akan kembali (kepada-Nya)) Ibnu Abi Najih meriwayatkan dari Mujahid tentang firmanNya: (Sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan (demikian pula) kalian akan kembali (kepada-Nya)) bahwa Allah akan menghidupkan kalian setelah kematian kalian.Qatadah berkata tentang firmanNya: (Sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan (demikian pulalah) kalian akan kembali (kepada-Nya)) yaitu Allah memulai penciptaan, lalu Dia menciptakan mereka. dan sebelum itu mereka bukanlah sesuatu apapun, kemudian mereka mati, lalu Allah mengembalikan mereka. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya (Sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan (demikian pula) kalian akan kembali (kepada-Nya) (29) Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka) dia berkata,”sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى memulai penciptaan anak cucu Adam dalam keadaan mukmin dan kafir, sebagaimana Allah berfirman: (Dialah yang menciptakan kalian, maka di antara kalian ada yang kafir dan di antara kalian ada yang beriman) (Surah At-Taghabun: 2) Kemudian Dia mengembalikan mereka pada hari kiamat sebagaimana Dia memulai penciptaan merekaa dalam keadaan mukmin dan kafir.
Sumber: https://tafsirweb.com/2482-surat-al-araf-ayat-28.html
Informasi
Surat
الاعراف (Al-A'raf)
Tempat Tertinggi — 206 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
28 dari 206 ayat
Juz
Juz 8
Halaman
Halaman 153
Ruku
Ruku 124
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 31 (61/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-982 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-7