Kembali ke Surat Al-A'raf

الاعراف (Al-A'raf)

Surat ke-7, Ayat ke-42

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَآ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan kebajikan, Kami tidak akan membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Mereka itulah penghuni surga; mereka kekal di dalamnya,

📚 Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan melakukan amal-amal shalih sesuai dengan batasan kemampuan mereka, dan Allah tidak memikulkan beban pada seseorang dari amal-amalan, kecuali apa yang sanggup dikerjakannya. Mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka tinggal di dalamnya selama-lamanya, tidak akan keluar darinya.

Sumber: https://tafsirweb.com/2496-surat-al-araf-ayat-42.html

📚 Tafsir as-Sa'di

42 manakala Allah menyebutkan hukuman orang-orang yang durhaka lagi zhalim maka setelah itu Dia menyebutkan pahala orang-orang yang taat. Dia berfirman ”dan orang-orang yang beriman” dengan hati mereka ”dan mengerjakan amal-amal yang salih” dengan anggota tubuh mereka. Mereka mengumpulkan antara iman dan amal, antara amalan lahir dengan amalan batin, antara melakukan yang wajib dan menjauhi yang haram.

Karena firmanNya ”dan mengerjakan amal shalih” adalah bersifat umum mencakup seluruh amal shalih yang wajib dan dianjurkan, dan bisa jadi sebagian darinya di luar kemampuan seorang hamba, maka Allah berfirman” kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. yakni sesuai dengan kemampuannya dan tidak melebihi batas kekuatannya, maka dalam kondisi tersebut dia wajib bertakwa kepada Allah sebatas kemampuannnya.

Jika dia tidak mampu melakukan sebagian yang wajib dimana selainnya mampu melakukannya, maka ia gugur darinya, sebagaiamana firmanNya ”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” “Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya” “dan sekali-kali tidak menjadikan kesempitan untukmu di dalam agama” “maka bertakwalah kepada Allah menurut kesanggugapanmu” Tiada kewajiban karena ketidakmampuan, dan tiada yang diharamkan pada waktu darurat. “mereka itulah” yaitu orang-orang yang menyandang iman dan mengerjakan amal shalih, adalah “penghuni-penghuni surge, maka mereka kekal didalamnya” yakni mereka tidak berpindah darinya. Tidak mencari penggganti karena mereka telah mendapatkan berbagai macam kelezatan dan kenikmatan yang tiada tertandingi dan tidak ada yang lebih dari itu.

Sumber: https://tafsirweb.com/2496-surat-al-araf-ayat-42.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

42. Dan semua orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya, dan beramal shalih sesuai kemampuannya dengan mengerjakan perintah dan menjauhi larangan. Kami tidak membebani suatu jiwa dengan untuk beribadah dan taat kecuali sesuai kapasitasnya.

Hanya mereka itulah para penghuni surga, bukan selainnya. Mereka tinggal di dalamnya selamanya.

Sumber: https://tafsirweb.com/2496-surat-al-araf-ayat-42.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 42-43 Ketika Allah SWT menyebutkan keadaan orang-orang yang celaka, Dia menguhubungkannya dengan penyebutan keadaan orang-orang yang bahagia. Dia berfirman: (Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh) yaitu hati mereka beriman dan anggota tubuhnya melakukan amal shalih bertentangan dengan orang-orang yang mengingkari dan menyombongkan diri kepada ayat-ayat Allah. Dia menjelaskan bahwa keimanan dan amal shalih itu mudah bagiNya.

Allah SWT berfirman: (Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya (42) Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka) yaitu berupa kedengkian dan kemurkaan sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih Imam Bukhari dari Abu Sa'id Al-Khudri, dia berkata,”Rasulullah SAW bersabda: “Apabila orang-orang mukmin selamat dari neraka, mereka ditahan di atas sebuah jembatan yang terletak di antara surga dan neraka. Lalu dilakukanlah hukuman qisas berkenaan dengan penganiayaan-penganiayaan yang terjadi di antara mereka ketika di dunia. Setelah mereka dibersihkan dan disepuh, barulah mereka diizinkan untuk memasuki surga.

Demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya seseorang di antara mereka terhadap suatu kedudukan di surga, lebih ia ketahui ketimbang tempat tinggalnya sewaktu di dunia. Oleh karena itu ketika mereka tidak ditempatkan di neraka karena dimasukkan ke dalam surga, lalu mereka diseru, (Apa yang kalian peroleh sekarang disebabkan amal perbuatan yang telah kalian kerjakan (43)) yaitu karena amal kalian, jadi kalian memperoleh rahmat dan masuk surga, kemudian kalian menempati tempat kalian sesuai dengan amal kalian"

Sumber: https://tafsirweb.com/2496-surat-al-araf-ayat-42.html

Informasi Tambahan

Juz

8

Halaman

155

Ruku

126

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved