الاعراف (Al-A'raf)
Per AyatMushaf
قَالَ
(Nuh) berkata
يٰقَوْمِ
wahai kaumku
لَيْسَ
tidaklah
بِيْ
denganku
ضَلٰلَةٌ
kesesatan
وَّلٰكِنِّيْ
akan tetapi aku
رَسُوْلٌ
utusan
مِّنْ
dari
رَّبِّ
Tuhan
الْعٰلَمِيْنَ
semesta alam
﴿٦١﴾
Dia (Nuh) menjawab, “Wahai kaumku! Aku tidak sesat; tetapi aku ini seorang Rasul dari Tuhan seluruh alam.
1015 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Nuh berkata, ”wahai kaumku, aku bukan orang sesat dalam satu perkara apapun dari sudut manapun. Akan tetapi, aku adalah seorang utusan dari tuhan alam semesta, tuhanku dan tuhan kalian, serta tuhan seluruh makhluk.
Sumber: https://tafsirweb.com/2515-surat-al-araf-ayat-61.html
Tafsir as-Sa'di
61-62 Nuh menjawab dengan halus, dia bersikap lemah lembut berharap mereka akan tunduk. Nuh berkata ”hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikitpun”. Yakni aku bukalah orang yang sesat dalam satu persoalanpun.Akan tetapi akau hanyalah pemberi petunjuk yang diberi petunjuk. Hidayahnya adalah seperti hidayah saudara-saudaranya para rasul ulul azmi, hidayah tertinggi, terlengkap dan tersempurna. Oleh karena itu dia berkata ”tetapi aku adalah utusan dari Rabb semesta alam”.Yakni Rabbku. Rabbmu, Rabb seluruh makhluk, yang mendidik seluruh makhluk dengan segala bentuk pendidikan, dimana salah satu pendidikanNya yang paling agung adalah bahwa Dia mengutus para rasul kepada hamba-hambaNya yang mengajak mereka kepada amal shalih, akhlak yang mulia dan akidah yang lurus, dan melarang dari yang sebaliknya. Oleh karena itu dia berkata ”aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Rabbku dan aku memberi nasihat kepadamu.” Yakni tugasku adalah menyampaikan kepadamu dengan menjelaskan tauhid kepadaNya, perintah-perintahNYa dan larangan-laranganNYa, semata-mata karena dasar kasih sayang dan memberi nasihat. ”dan aku mengetahui dari Allah yang tidak kamu ketahui” yang mengharuskanmu menaatiku dan tunduk kepada perintahku jika kamu mengetahui.
Sumber: https://tafsirweb.com/2515-surat-al-araf-ayat-61.html
Tafsir Al-Wajiz
61. Nuh berkata: “Wahai kaumku, Tidaklah aku menyimpang dari jalan kebenaran, namun aku adalah seorang yang diutus kepada kalian oleh Tuhan semesta alam (jin dan manusia) untuk memberi petunjuk dan membimbing kalian, membawa kebaikan untuk kalian, dan mencegah keburukan menimpa kalian”
Sumber: https://tafsirweb.com/2515-surat-al-araf-ayat-61.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 59-62 Ketika Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kisah nabi Adam dan semua yang berkaitan dan berhubungan dengannya di permulaan surah. Lalu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kisah para nabi lain satu per satu. Lalu Allah سبحانه وتعالى memulainya dengan menyebutkan nabi Nuh karena sesungguhnya dia adalah rasul Allah yang pertama yang diutus kepada penduduk bumi setelah nabi Adam, yaitu Nuh bin Lamik bin Matusylakh bin Akhnukh.Abdullah bin Abbas dan beberapa ulama’ dari kalangan ulama tafsir berkata,”Awal mula berhala-berhala itu disembah adalah karena ada suatu kaum yang shalih mati. Kemudian kaum mereka membangun masjid-masjid untuk mereka dan membuat gambar-gambar mereka di dalamnya agar mereka bisa mengingatkan keadaan dan ibadah mereka sehingga mereka bisa menirunya. Setelah masa berlalu lama, mereka menjadikan gambar-gambar itu menjadi bentuk tubuh.Setelah masa berlalu lama lagi, mereka menyembah patung-patung itu dan menamainya dengan nama-nama orang shalih itu, yaitu Wad, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr. Ketika hal itu semakin gawat, Allah سبحانه وتعالى mengutus seorang rasul yaitu nabi Nuh. Lalu dia memerintahkan kepada mereka agar menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya.Lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagi kalian selain-Nya. Sesungguhnya (kalau kalian tidak menyembah Allah), aku takut kalian akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat)) yaitu azab hari kiamat ketika kalian bertemu dengan Allah, dan kalian dalam keadaan menyekutukanNya. (Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata) yaitu mayoritas kaum, para pemimpin dan para pembesar mereka. (Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata) yaitu dalam seruanmu kepada kami untuk meninggalkan menyembah berhala-berhala ini, yang kami dapati nenek moyang kami melakukannya. Demikian juga keadaan orang-orang yang durhaka. Sesungguhnya mereka melihat orang-orang yang berbuat kebajikan dalam kesesatan.Sebagaimana firmanNya: (Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan, "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat" (32)) (Surah Al-Muthaffifin: 32) dan (Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, "Kalau sekiranya dia (Al-Qur’an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya.Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya, maka mereka akan berkata, "Ini adalah dusta yang lama” (11)) (Surah Al-Ahqaf) dan ayat-ayat lainnya. (Nuh menjawab, "Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikit pun, tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam"(61)) yaitu aku bukanlah orang yang sesat, melainkan utusan Tuhan dan pemilik segala sesuatu. (Aku sampaikan kepada kalian amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasihat kepada kalian, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kalian ketahui (62)) Ini merupakan tugas seorang rasul, yaitu sebagai orang yang menyampaikan risalah dengan fasih, penuh nasehat, dan mengetahui Allah.Tidak ada seorang pun dari makhluk Allah yang mempunyai sifat-sifat ini selain mereka
Sumber: https://tafsirweb.com/2515-surat-al-araf-ayat-61.html
Informasi
Surat
الاعراف (Al-A'raf)
Tempat Tertinggi — 206 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
61 dari 206 ayat
Juz
Juz 8
Halaman
Halaman 158
Ruku
Ruku 129
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 32 (63/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1015 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-7