الاعراف (Al-A'raf)

Per AyatMushaf
فَعَقَرُوا
maka mereka menyembelih
النَّاقَةَ
unta betina
وَعَتَوْا
dan mereka durhaka
عَنْ
dari
اَمْرِ
perintah
رَبِّهِمْ
Tuhan mereka
وَقَالُوْا
dan mereka berkata
يٰصٰلِحُ
Hai shaleh
ائْتِنَا
datangkan kepada kami
بِمَا
dengan apa
تَعِدُنَآ
kamu ancamkan pada kami
اِنْ
jika
كُنْتَ
kamu adalah
مِنَ
dari
الْمُرْسَلِيْنَ
orang-orang yang diutus
﴿٧٧﴾
Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya. Mereka berkata, “Wahai Saleh! Buktikanlah ancaman kamu kepada kami, jika benar engkau salah seorang rasul.”
1031 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian mereka menyembelih unta betina itu sebagai bentuk pelecehan mereka terhadap ancaman shaleh asa , dan mereka bersikaf sombong untuk menaati perintah tuhan mereka, dan mereka berkata dengan nada mengejek dan kemustahilan datangnya siksa, ”Wahia shaleh, datangkanlah kepada kami apa yang engkau ancamkan berupa siksaan, jika kamu memang termasuk utusan-utusan Allah. ”

Sumber: https://tafsirweb.com/2531-surat-al-araf-ayat-77.html

Tafsir as-Sa'di

77 “kemudian mereka sembelih unta betina itu” dimana shaleh telah mengancam mereka dengan siksa yang pedih jika mereka berani mengganggunya. ”dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Rabb” yakni mereka menolaknya dengan menyombongkan diri terhadap perintah Allah, dimana barangsiapa bersikap demikian maka Allah akan menimpakan azab yang pedih padanya. ”dan mereka berkata” ditambah dengan perbuatan-perbuatan tersebut yang menunjukan kelancangan dan keberanian menentang Allah tanpa mempedulikan apa yang mereka katakan justru mereka membanggakannya, ”hai shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami", jika(betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah). Maka shaleh menjawab ”bersukarialah kamu sekalian dirumahmu selama tiga hari, itu adalah ajnji yang tidak dapat didustakan”

Sumber: https://tafsirweb.com/2531-surat-al-araf-ayat-77.html

Tafsir Al-Wajiz

77. Lalu mereka membunuh unta itu dengan menyembelih dan memotong kakinya. Pembunuhan itu dihubungkan dengan seluruh kaum, karena mereka senang dengan perbuatan salah satu golongan mereka.Mereka enggan mengikuti risalah Shalih. Dengan menantang dan mengejek, mereka berkata: “Wahai Shalih, datangkanlah azab yang kamu janjikan untuk kami, jika kamu adalah nabi yang benar-benar diutus”

Sumber: https://tafsirweb.com/2531-surat-al-araf-ayat-77.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 73-78 Ulama tafsir dan nasab berkata bahwa Tsamud bin ‘Atsir bin Iram bin Sam bin Nuh adalah saudara lelaki Jadis bin Atsir, demikian juga kabilah Thasm. Mereka semua adalah kabilah-kabilah dari bangsa ‘Aribah sebelum nabi Ibrahim. Kaum Tsamud sesudah kaum 'Ad, dan tempat tinggal mereka itu terkenal, yaitu terletak di antara Hijaz dan Syam sampai lemba Al-Qura dan daerah sekitarnya.Rasulullah ﷺ pernah melewati bekas rumah dan tempat tinggal mereka, yaitu ketika beliau sedang berjalan menuju perang Tabuk, yaitu pada tahun ke-sembilan. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Samud) yaitu sungguh Kami telah mengutus kepada kaum Tsamud saudara mereka, nabi Shalih (Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagi kalian selain-Nya”) Semua rasul itu mengajak untuk menyembah Allah saja, tidak ada sekutu bagiNya. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, "Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah oleh kamu sekalian akan Aku" (25)) (Surah Al-Anbiya) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepada kalian dari Tuhan kalian. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagi kalian) yaitu telah datang kepada kalian hujjah dari Allah yang membenarkan apa yang aku bawa kepada kalian.Unta betina itu dan anaknya setelah melahirkannya tinggal bersama mereka, ada masa ketika unta itu minum dari air sumur yang disediakan untuknya satu hari, dan hari lain air itu untuk minum mereka. Pada hari unta itu minum, mereka bisa meminum air susu unta itu yang mereka perah. Mereka bias memenuhi semua wadah dan bejana mereka sesuai kehendak mereka.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman di ayat lain: (Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu); tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran) (28)) (Surah Al-Qamar) dan (Saleh menjawab, "Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kalian mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu”) (Surah Asy-Syu'ara: 155) Unta itu biasa merumput di sebagian lembah dan keluar dari lembah lain untuk mencari air karena selalu menginginkan air.Berdasarkan yang disebutkan bahwa unta itu adalah ciptaan besar dan pemandangannya menakjubkan; saat unta itu melewati ternak mereka, maka ternak-ternak itu menjauh darinya. Ketika hal itu berlangsung lama dan mereka semakin mendustakan nabi Shalih, maka mereka bertekad untuk membunuh unta betina itu agar airnya mereka peroleh setiap hari. Dikatakan bahwa mereka semua bersepakat untuk membunuhnya.Saya berkata ini adalah makna yang tampak pada firman Allah سبحانه وتعالى: (Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyamaratakan mereka (dengan tanah) (14) (Surah Asy-Syams) dan (Dan telah Kami berikan kepada Samud unta betina itu (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu) (Surah Al-Isra: 59) dan Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kemudian mereka sembelih unta betina itu) Hal itu disandarkan kepada semua kabilah, jadi hal ini menunjukkan bahwa mereka semuanya setuju dengan hal itu.Hanya Allah yang lebih mengetahui. (Maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumahnya) yaitu mereka mati tidak bernyawa lagi

Sumber: https://tafsirweb.com/2531-surat-al-araf-ayat-77.html

Informasi

Surat

الاعراف (Al-A'raf)

Tempat Tertinggi — 206 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

77 dari 206 ayat

Juz

Juz 8

Halaman

Halaman 160

Ruku

Ruku 131

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 32 (64/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1031 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-7