الاعراف (Al-A'raf)

Per AyatMushaf
وَقَالَ
dan berkata
الْمَلَاُ
pemuka-pemuka
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
كَفَرُوْا
kafir/ingkar
مِنْ
dari
قَوْمِهٖ
kaumnya
لَىِٕنِ
sungguh jika
اتَّبَعْتُمْ
kamu mengikuti
شُعَيْبًا
Syu'aib
ِانَّكُمْ
sesungguhnya kalian
اِذًا
jika demikian
لَّخٰسِرُوْنَ
tentu orang-orang yang merugi
﴿٩٠﴾
Dan pemuka-pemuka dari kaumnya (Syuaib) yang kafir berkata (kepada sesamanya), “Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syuaib, tentu kamu menjadi orang-orang yang rugi.”
1044 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan telah berkata para pemimpin dan pemuka-pemuka yang memdustakan lagi menolak dakwah tauhid sebagai penegasan keangkuhan dan pernentangan mereka demi memperingatkan (manusia) agar tidak mengikuti syu’aib , ”jika kalian mengikuti syu’aib, sesungguhnya kalian akan menjadi orang-orang yang binasa.”

Sumber: https://tafsirweb.com/2544-surat-al-araf-ayat-90.html

Tafsir as-Sa'di

90 “pemuka-pemuka kaum syu’aib yang kafir berkata (kepada sesamanya)” memperingatkan agar tidak mengikuti syu’aib. ”sesungguhnya jika kamu mengikuti syu’aib tentu kamu jika berniat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi” ini termasuk tipuan dari diri mereka, bahwa kerugian dan kesengsaraan ada pada mengikuti kebenaran dan petunjuk. Mereka tidak menyadari bahwa seluruh kerugian berporos pada sikap mereka, berpegang pada kesesatan dan usaha penyesatan kepada orang lain. Dan mereka mengetahui itu manakala azab telah turun menimpa mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/2544-surat-al-araf-ayat-90.html

Tafsir Al-Wajiz

90. Para pemimpin kaum kafir berkata kepada kelompoknya: “Sungguh jika kalian beriman kepada Syu’aib dan mengikutinya, maka sesungguhnya kalian itu termasuk orang-orang yang merugi dalam perniagaan dengan meninggalkan hal sepele dalam timbangan dan akan binasa di akhir kehidupannya”

Sumber: https://tafsirweb.com/2544-surat-al-araf-ayat-90.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 90-92 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang besarnya kekufuran, pertentangan, kesombongan, kesesatan yang mereka lakukan, dan kebiasaan hati mereka yang menentang kebenaran. Oleh karena itu mereka bersumpah dan berkata: (Sesungguhnya jika kalian mengikuti Syu’aib. tentulah kalian jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi) Lalu Allah melanjutkannya dengan firmanNya: (Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka (91)) Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa mereka ditimpa gempa, sebagaimana mereka mengguncang dan mengancam nabi Syu'aib dan para sahabatnya dengan hendak mengusirnya. Sebagaimana Allah memberitahukan tentang mereka dalam surat Hud, Dia berkata: (Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu teriakan yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya (94)) (Surah Hud) Hubungannya dengan ayat itu (hanya Allah yang lebih mengetahui) yaitu ketika mereka mencemooh dengan hal itu, dalam firmanNya: (Apakah shalatmu menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal) (Surah Hud: 87).Lalu datanglah teriakan dan mendiamkan mereka. dan Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang mereka di surah Asy-Syu'ara (Kemudian mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar (189) (Surah Asy-Syu'ara) Hal itu tidak lain karena mereka berkata kepada nabi Syu'aib seperti dalam konteks kisahnya: (Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit) (Surah Asy-Syu'ara: 187).Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi, dan mereka semua dikumpulkan pada saat itu. Azab menimpa mereka pada hari mereka dinaungi yaitu awan yang menaungi mereka mengandung nyala api serta kobaran yang besar. Kemudian teriakan dari langit menimpa mereka, dan gempa bumi yang sangat dahsyat mengguncang mereka dari bawah, lalu ruh mereka dicabut dan tubuh mereka menjadi kaku (maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu) yaitu seakan-akan mereka ketika ditimpa azab itu tidak tinggal di tempat mereka dimaana hendak mengusir nabi Syu'aib dan para sahabatnya.Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjawab perkataan mereka: (orang-orang yang mendustakan nabi Syu’aib. mereka itulah orang-orang yang merugi)

Sumber: https://tafsirweb.com/2544-surat-al-araf-ayat-90.html

Informasi

Surat

الاعراف (Al-A'raf)

Tempat Tertinggi — 206 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

90 dari 206 ayat

Juz

Juz 9

Halaman

Halaman 162

Ruku

Ruku 132

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 33 (65/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1044 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-7