الاعراف (Al-A'raf)
Per AyatMushaf
وَمَا
dan tidak
تَنْقِمُ
kamu membalas dendam
مِنَّآ
dari kami
اِلَّآ
kecuali
اَنْ
bahwa
اٰمَنَّا
kami beriman
بِاٰيٰتِ
dengan ayat-ayat
رَبِّنَا
Tuhan kami
لَمَّا
setelah/ketika
جَاۤءَتْنَا
datang kepada kami
ۗرَبَّنَآ
Tuhan kami
اَفْرِغْ
limpahkan
عَلَيْنَا
kepada kami
صَبْرًا
kesabaran
وَّتَوَفَّنَا
dan wafatkan kami
مُسْلِمِيْنَ
orang-orang yang menyerahkan diri
ࣖ
﴿١٢٦﴾
Dan engkau tidak melakukan balas dendam kepada kami, melainkan karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.” (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu).”
1080 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Engkau tidaklah mencela dan mengingkari sesuatu dari kami (wahai fir’aun) selain keimanan kami dan kepercayaan kami terhadap hujjah-hujjah tuhan kami dan bukti-bukti kebenaran yang dibawa oleh Musa, yang engkau tidak kuasa untuk mendatangkan hal serupa dengannya begitupun orang lain selain Allah, Dzat yang memiliki keraajaan langit dan bumi. Wahai tuhan kami, limpahkan kepada kami kesabaran besar dan keteguhan di atasnya, dan wafatkanlah kami dalam keadaaan tunduk kepada perintahMu, dan mengikuti petunjuk RasulMu.”
Sumber: https://tafsirweb.com/2580-surat-al-araf-ayat-126.html
Tafsir as-Sa'di
126 "dan kamu tidak menyalahkan kami“ yakni kamu tidak mencela kami atas pengingkaranmu kepada kami dan ancamanmu kepada kami, kami tidak mempunyai dosa, ”melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Rabb kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami”. jika ini memang dosa yang dicela atasnya dan pelakunya berhak atas hukuman, maka ini adalah dosa kami. kemudian mereka memohon kepada Allah agar memberi mereka keteguhan dan kesabaran, mereka berkata “ya rabb kami limpahkanlah kesabaran kepada kami” yakni kesabaran yang besar. ini ditunjukan dengan bentuk nakirah karena ini adalah ujian besar yang berujung kepada kematian, maka ia memerlukan kesabaran besar agar hati tetap teguh dan orang mukmin tetap tenang dengan imannya serta agar kepanikan sirna darinya. ”dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepadamu)“, yakni dalam keadaan tunduk kepada perintahmu dan mengikuti rasulMu dan yang zahir bahwa ancaman fir’aun benar-benar dilakukan kepada mereka dan bahwa Allah meneguhkan mereka di atas iman.
Sumber: https://tafsirweb.com/2580-surat-al-araf-ayat-126.html
Tafsir Al-Wajiz
126. Kamu tidak akan menyalahkan dan mengingkari kami kecuali karena keimanan kami terhadap ayat-ayat Tuhan yang didatangkan melalui tangan Musa. Ini adalah suatu penghargaan yang agung.Tuhan kami telah memberikan kesabaran yang membanjiri (hati) kami saat disiksa, yaitu memberi kami kesabaran yang melimpah supaya kami tidak kembali kufur dan wafat tetap di jalan Islam seraya tunduk hanya kepadaMu tanpa menyimpang dan berpaling
Sumber: https://tafsirweb.com/2580-surat-al-araf-ayat-126.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 123-126 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang ancaman yang disampaikan Fir'aun (semoga laknat Allah atas dirinya) kepada para ahli sihir itu, ketika mereka beriman kepada nabi Musa, dan apa yang dia tampakkan kepada orang-orang tentang siasat dan tipu muslihatnya dalam ucapannya: (Sesungguhnya (perbuatan) ini adalah suatu muslihat yang telah kalian rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduknya darinya) yaitu sesungguhnya kemenangan Musa atas kalian di hari ini adalah berdasarkan apa yang kalian diskusikan dan kalian sukai. Sebagaimana firmanNya: (Sesungguhnya ia (Musa) adalah pemimpin kalian yang mengajarkan sihir Kepada kamu sekalian) (Surah Thaha : 71) nabi Musa dan semua orang yang mempunyai akal mengetahui bahwa apa yang dikatakan Fir'aun adalah sesuatu yang paking bathil.Sesungguhnya nabi Musa datang dari Madyan, dia menyeru Fir'aun untuk menyembah Allah. Lalu dia menampakkan beberapa mukjizat yang jelas dan hujjah yang pasti untuk membuktikan kebenaran dari apa yang dia bawa. Ketika itu Fir'aun mengirimkan di berbagai kota di kerajaannya agar dia mengumpulkan para ahli sihir dari berbagai daerah di negeri Mesir, dimana mereka adalah pilihannya dan para pembesar kaumnya.Lalu dia menghadirkan mereka dan menjanjikan mereka pemberian yang melimpah. Oleh karena itu para ahli sihir itu menjadi orang yang paling menginginkan hal itu, mengamankan kedudukan mereka dan mempersembahkannya untuk Fir’aun. Dan nabi Musa tidak mengenal satu pun orang dari mereka, tidak melihat, dan tidak pula berkumbul dengan mereka, dan Fir'aun mengetahui hal itu.Jadi apa yang dia katakan ini untuk menutupi kekalahan dan mengelabui rakyat negerinya yang tidak mengerti. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya {dengan perkataan itu), lalu mereka patuh kepadanya) (Surah Az-Zukhruf: 54) Sesungguhnya di antara kaumnya ada orang-orang yang percaya kepadanya dalam ucapannya: (Akulah tuhan kalian yang paling tinggi) adalah makhluk Allah yang paling bodoh dan paling sesat.Firman Allah سبحانه وتعالى: (untuk mengeluarkan penduduknya darinya) yaitu kalian dan dia telah berkumpul sehingga kalian bisa memiliki negara dan kekuasaan, serta kalian mengusir para pembesar dan pemimpin dari negeri itu, sehingga negeri dan kekuasaannya ada di tangan kalian (maka kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatan kalian ini)) jadi apa yang aku lakukan terhadap kalian. Kemudian Dia menjelaskan ancaman ini dengan firmanNya: (demi, sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kalian dengan bersilang secara bertimbal balik) yaitu memotong tangan kanan dan tangan kiri seseorang atau sebaliknya. (kemudian sungguh aku akan menyalib kalian semuanya) Allah سبحانه وتعالى berfirman di ayat lain: (pada pangkal pohon kurma) (Surah Thaha: 71) yaitu pada batang pohon.Ucapan ahli sihir berkata: (Sesungguhnya kepada Tuhanlah kami kembali) yaitu kami yakin bahwa sesungguhnya kami akan kembali kepadaNya, dan azabNya lebih keras daripada siksaanmu dan hukumanNya lebih dahsyat daripada apa yang kamu ancamkan kepada kami hari ini. Dan sihir yang kamu paksa kepada kami itu lebih besar daripada hukumanmu. Sungguh kami akan benar-benar bersabar hari ini atas siksaanmu, agar kami terbebsa dari azab Allah.Oleh karena itu mereka berkata: (Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami) Curahkanlah kepada kami kesabaran dan keteguhan atas agamaMu (dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)) yaitu dalam keadaan mengikuti nabiMu, yaitu nabi Musa, dan mereka berkata kepada Fir'aun: (Maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja (72) Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami. agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami melakukannya. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)" (73) Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup (74) Dan barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia) (75)) (Surah Thaha) Di permulaan siang mereka adalah ahli sihir, lalu mereka di akhir siang, mereka adalah para syuhada yang berbakti.
Sumber: https://tafsirweb.com/2580-surat-al-araf-ayat-126.html
Informasi
Surat
الاعراف (Al-A'raf)
Tempat Tertinggi — 206 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
126 dari 206 ayat
Juz
Juz 9
Halaman
Halaman 165
Ruku
Ruku 135
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 33 (66/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1080 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-7