الاعراف (Al-A'raf)
Per AyatMushaf
وَلَمَّا
dan setelah
سُقِطَ
menyesali
فِيْٓ
dalam
اَيْدِيْهِمْ
perbuatan mereka
وَرَاَوْا
dan mereka mengetahui
اَنَّهُمْ
bahwasanya mereka
قَدْ
sungguh
ضَلُّوْاۙ
mereka telah sesat
قَالُوْا
mereka berkata
لَىِٕنْ
sungguh jika
لَّمْ
tidak
يَرْحَمْنَا
memberi kami rahmat
رَبُّنَا
Tuhan kami
وَيَغْفِرْ
dan mengampuni
لَنَا
bagi kami
لَنَكُوْنَنَّ
niscaya kami menjadi
مِنَ
dari
الْخٰسِرِيْنَ
orang-orang yang merugi
﴿١٤٩﴾
Dan setelah mereka menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa telah sesat, mereka pun berkata, “Sungguh, jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang rugi.”
1103 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan ketika menyesal orang-orang yang menyembah patung anak sapi selain Allah itu ketika kembalinya Musa kepada mereka, dan mereka melihat bahwa sesungguhnya mereka telah sesat, melenceng dari jalan yang lurus, dan pergi jauh meninggalkan agama Allah, lalu mereka mulai mengakui penghambaan diri kepada Allah dan memohon ampunan. Mereka berkata, ”sesungguhnya bila tuhan kami tidak merahmati kami dengan menerima taubat kami, dan menutupi dosa-dosa kami dengannya, tentulah kami akan bebar-benar termasuk orang-orang yang binasa yang amal perbuatnnya akan hilang.”
Sumber: https://tafsirweb.com/2603-surat-al-araf-ayat-149.html
Tafsir as-Sa'di
149 “dan manakala” Musa kembali kepada kaumnya dia mendapati mereka dalam keadaan tersebut. Musa menjelaskan kesesatan mereka, dan merekapun menyesal. ”mereka sangat menyesali perbuatannya” yakni bersedih tanda penyesalan atas perbuatan mereka, ”dan mengetahui bahwa mereka telah sesat” merekapun kembali kepada Allah dan merendahkan diri dihadapanNya “mereka pun berakta ’sungguh jika Rabb kami tidak memberi rahmat kepada kami” dengan membimbing kita ke jalan yang lurus, memberi taufik kepada ibadah kepadaNYa dan kepada amal-amal shalih, ”dan tidak mengampuni kami” atas dosa menyembah anak sapi yang telah kami lakukan, ”pastilah kami menjadi orang-orang yang merugi” yang merugi di dunia dan akhirat.
Sumber: https://tafsirweb.com/2603-surat-al-araf-ayat-149.html
Tafsir Al-Wajiz
149. Dan ketika mereka menyesal dan menyadari bahwa mereka salah dan tersesat dari keimanan dengan menganggap patung anak sapi sebagai Tuhan, mereka bertaubat dan memohon pertolongan. Mereka berkata: “Jika Tuhan tidak mengasihi Kami dengan menerima taubat kami dan mengampuni dosa-dosa kami, maka sungguh kami benar-benar termasuk orang-orang yang merugikan diri sendiri atau orang-orang yang dibinasakan”
Sumber: https://tafsirweb.com/2603-surat-al-araf-ayat-149.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 148-149 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang kesesatan orang-orang yang tersesat dari kalangan Bani Israil dalam peribadatan mereka terhadap patung anak sapi yang dibuat oleh Samiri untuk mereka dari perhiasan bangsa Qibthi yang mereka pinjam dari orang-orang Qibthi, kemudian dia membentuknya menjadi bentuk anak sapi untuk mereka. Kemudian dia memasukkan debu dari bekas jejak kuda Malaikat Jibril ke dalam perhiasan yang sudah dibentuk itu sehingga menjadi bentuk anak sapi dan memiliki Khuwar. “Al-khuwar” adalah suara sapi. Hal ini terjadi pada mereka setelah kepergian nabi Musa untuk memenuhi janji Allah سبحانه وتعالى.Lalu Allah memberitahukan hal itu kepadanya ketika dia berada di nukit Tursina, dimana Allah سبحانه وتعالى berfirman kepadanya memberitahukan apa yang telah DzatNya yang Maha Mulia lakukan kepada mereka: (Allah berfirman, "Maka sesungguhnya Kami telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri" (85)) (Surah Thaha) (Apakah mereka tidak mengetahui bahwa anak sapi itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka?) Allah mengingkari kesesatan mereka karena anak sapi itu dan kebingungan mereka terhadap Pencipta langit dan bumi, Tuhan dan Pemilik segala sesuatu, dimana mereka menyembah bersamaNya patung anak sapi yang bersuara yang tidak dapat berbicara dengan mereka, dan tidak memberikan petunjuk menuju kebaikan kepada mereka.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya) yaitu mereka menyesali apa yang telah mereka perbuat (dan mengetahui bahwa dirinya telah sesat, berkatalah mereka, "Sungguh jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami) Sebagian ulama membaca (La’in tarhamna) dengan huruf “ta” sebelum kata (rabbana) yang menjadi munada, dan (wa taghfir lana lanakunanna minal khasirin) yaitu termasuk golongan yang dibinasakan. Ini merupakan pengakuan dari mereka atas dosa mereka dan permohonan perlindungan mereka kepada Allah سبحانه وتعالى
Sumber: https://tafsirweb.com/2603-surat-al-araf-ayat-149.html
Informasi
Surat
الاعراف (Al-A'raf)
Tempat Tertinggi — 206 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
149 dari 206 ayat
Juz
Juz 9
Halaman
Halaman 168
Ruku
Ruku 139
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 34 (67/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1103 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-7