الاعراف (Al-A'raf)
Per AyatMushaf
اِنَّ
sesungguhnya
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اتَّخَذُوا
(mereka) menjadikan
الْعِجْلَ
anak lembu
سَيَنَالُهُمْ
kelak akan menimpa mereka
غَضَبٌ
kemurkaan
مِّنْ
dari
رَّبِّهِمْ
Tuhan mereka
وَذِلَّةٌ
dan kehinaan
فِى
dalam
الْحَيٰوةِ
kehidupan
الدُّنْيَاۗ
dunia
وَكَذٰلِكَ
dan demikian itu
نَجْزِى
Kami memberi balasan
الْمُفْتَرِيْنَ
orang-orang yang memberi kebohongan
﴿١٥٢﴾
Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sembahannya), kelak akan menerima kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebohongan.
1106 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan patung anak sapi sebagi tuhan sesembahan, mereka akan tertimpa oleh kemurkaan besar dari tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan dunia, disebabkan oleh kekafiran mereka kepada tuhan mereka. Sebagimana kami telah memperlakukan mereka demikian, kami (juga) memperlakukan demikian terhadap orang-orang yang mengada-adakan kedustaan dan membuat hal-hal baru di dalam agama Allah. Maka setiap pelaku bid’ah adalah orang yang hina.
Sumber: https://tafsirweb.com/2606-surat-al-araf-ayat-152.html
Tafsir as-Sa'di
152 Allah menjelaskan keadaan para penyembah anak sapi. ”sesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak lembu (sebagai sesembahannya)” yakni sebagai tuhan, ”kelak akan menimpa mereka kemurkaan dari Rabb mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia” sebagaimana mereka telah membuat Rabb mereka marah dan meremehkan perintahNya “demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang membuat-buat kebohongan” semua pendusta atas nama Allah pembohong atas nama syariatNya dan mengucapkan sesuatu atas namaNya apa yang Dia tidak katakan akan mendapatkan bagian dari murka Allah dan kehinaan dunia.
Sumber: https://tafsirweb.com/2606-surat-al-araf-ayat-152.html
Tafsir Al-Wajiz
152. Sesungguhnya orang-orang yang telah menganggap anak sapi sebagai Tuhan dan tidak bertaubat, maka mereka akan menerima azab dari Tuhan di akhirat, dan hukuman di dunia dengan saling membunuh. Kerendahan, kehinaan manusia itu bagi mereka.Sebagaimana Kami membalas mereka, Kamu juga akan membalas orang-orang yang berbuat rekayasa kepada Allah dengan perbuatan syirik dan lain-lain, dan di antara mereka itu adalah para penyembah anak sapi.
Sumber: https://tafsirweb.com/2606-surat-al-araf-ayat-152.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 152-153 Adapun kemurkaan Allah yang menimpa Bani Israil karena menyembah patung anak sapi adalah Allah tidak menerima taubat mereka sampai mereka membunuh sebagian lainnya, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam surah Al Baqarah: (Maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kalian, dan bunuhlah diri kalian. Hal itu adalah lebih baik bagi kalian pada sisi Tuhan yang menjadikan kalian; maka Allah akan menerima taubat kalian. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang) (Surah Al-Baqarah: 54) Adapun kehinaan yang menimpa mereka itu adalah kehinaan dan kerendahan di kehidupan dunia.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang membuat-buat kebohongan) menimpa orang yang membuat-buat bid'ah Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengingatkan hamba-hambaNya dan memberi petunjuk kepada mereka bahwa Dia menerima taubat hamba-hambaNya dari segala dosa, sekalipun dari kekufuran, kemusyrikan, kemunafikan atau perpecahan. Oleh karena itu kisah ini dilanjutkan dengan firmanNya: (Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertobat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhanmu) yaitu, wahai Muhammad, wahai Rasul yang menyampaikan taubat, wahai Nabi pembawa rahmat (sesudah itu) yaitu setelah melakukan perbuatan itu (adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)
Sumber: https://tafsirweb.com/2606-surat-al-araf-ayat-152.html
Informasi
Surat
الاعراف (Al-A'raf)
Tempat Tertinggi — 206 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
152 dari 206 ayat
Juz
Juz 9
Halaman
Halaman 169
Ruku
Ruku 140
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 34 (67/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1106 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-7