الاعراف (Al-A'raf)
Per AyatMushaf
فَخَلَفَ
maka datang
مِنْۢ
dari
بَعْدِهِمْ
sesudah mereka
خَلْفٌ
pengganti/generasi
وَّرِثُوا
mereka mewarisi
الْكِتٰبَ
kitab
يَأْخُذُوْنَ
mereka mengambil
عَرَضَ
harta benda dunia
هٰذَا
ini
الْاَدْنٰى
yang rendah
وَيَقُوْلُوْنَ
dan mereka mengatakan
سَيُغْفَرُ
akan diampuni
لَنَاۚ
bagi kami
وَاِنْ
dan jika
يَّأْتِهِمْ
datang kepada mereka
عَرَضٌ
harta benda dunia
مِّثْلُهٗ
sebanyak itu
يَأْخُذُوْهُۗ
mereka mengambilnya
اَلَمْ
bukankah
يُؤْخَذْ
diambil
عَلَيْهِمْ
atas mereka
مِّيْثَاقُ
perjanjian
الْكِتٰبِ
kitab
اَنْ
bahwa
لَّا
tidak
يَقُوْلُوْا
mereka mengatakan
عَلَى
atas/terhadap
اللّٰهِ
Allah
اِلَّا
kecuali
الْحَقَّ
yang benar
وَدَرَسُوْا
dan mereka mempelajari
مَا
apa
فِيْهِۗ
didalamnya
وَالدَّارُ
dan kampung
الْاٰخِرَةُ
akhirat
خَيْرٌ
lebih baik
لِّلَّذِيْنَ
bagi orang-orang yang
يَتَّقُوْنَۗ
(mereka) bertakwa
اَفَلَا
maka apakah tidak
تَعْقِلُوْنَ
kalian menggunakan akal
﴿١٦٩﴾
Maka setelah mereka, datanglah generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini. Lalu mereka berkata, “Kami akan diberi ampun.” Dan kelak jika harta benda dunia datang kepada mereka sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dalam Kitab (Taurat) bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka tidakkah kamu mengerti?
1123 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Maka setelah orang-orang yang kami sebutkan karakter mereka itu, datanglah pengganti yang buruk, mereka mengambil kitab (taurat) dari para pendahulu mereka, lalu membaca dan memahaminya, namun menyelisiihi hukumnya. Mereka mengambil apa yang ditawarkan kepada mereka dari kekayaan dunia, melalui cara-cara nista seperti mengambil uang sogokan dan lainnya. Demikian itu dikarenakan sifat ketamakan dan ambisi (duniawi) yang besar mereka. dan selain itu, mereka juga mengatakan, ”Sesungguhnya Allah akan mengampuni dosa-dosa kami’, sebagai bentuk angan-angan kosong mereka kepada Allah.Dan apabila kaum yahudi itu didatangi kekayaan yang fana dari berbagai jenis barang haram, mereka akan mengambilnya dan menganggapnya halal bagi mereka, dengan terus larut dalam dosa-dosa mereka dan mengambil apa-apa yang haram. Apakah belum diambil dari mereka janji-janji untuk menegakan taurat dan mengamalkan kandungannya, dan agar mereka tidak berbicara sembarangan atas nama Allah, kecuali kebenaran dan tidak berdusta atas NamaNya. Dan mereka sudah mengetahui kandungan kitabnya, tetapi mereka menyia-nyiakannya dan mengabaikan untuk mengamalkannya dan mereka melanggar pejanjian Allah terhadap mereka dalam perkara tersebut.Padahal negeri akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah, lalu menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi semua laranganNYa. Tidaklah mau memikirkan mereka itu, orang-orang yang mengambil penghasilan denagn cara rendah, bahwa sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah itu jauh lebih baik dan lebih abadi bagi orang-orang yang bertakwa?
Sumber: https://tafsirweb.com/2623-surat-al-araf-ayat-169.html
Tafsir as-Sa'di
169 sehingga datanglah "setelah mereka generasai" yang jahat "yang mewarisi” sesudah mereka “taurat” mereka menjadikan rujukan kitab itu atas mereka dan memperlakukan kitab itu menurut hawa nafsu mereka. mereka disodori harta agar mereka memberi fatwa dan memutuskan hukum dengan cara yang tidak benar, suap merajalela dikalangan mereka ”yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berakta” mereka mengakui bahwa ia adalah dosa dan bahwa mereka adalah orang-orang zhalim ”kami akan diberi ampun” ini adalah omong kosong bukan kebenarana dan ia bukan istigfar dan minta ampun yang sebenarnya. jika memang demikian niscaya mereka akan menyesal atas apa yang mereka perbuat dan mereka berniat kuat untuk tidak mengulanginya akan tetapi jika ada harta dan suap lain, maka mereka mengambilnya, mereka menukar ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, mereka mengganti yang baik dengan yang buruk, Allah mengingkari mereka dan menjelaskan kelancangan mereka ”bukankah perjanjian taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar?” lalu mengapa mereka berakata atas namaNYa tanpa kebenaran karena mengikuti hawa nafsu dan cenderung kepada ambisi mereka, ”dan” sebenarnya mereka ”telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya?” tidak ada persoalan mereka atasnya, justru mereka melakukan perbuatan mereka itu dalam keadaan sengaja dan mengetahui. ini lebih besar dosanya, lebih buruk celaannya, dan lebih berat siksaanna. ini termasuk kebodohan akal mereka dan kerendahan pikiran mereka, karena mereka lebih mementingkan dunia daripada akhirat. oleh karena itu Dia berfirman ”dan kampung akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa” dengan menjauhi penghasilan yang bersumber dari suap atas penetapan hukum berdasar kepada selain yang diturunkan oleh Allah dan perkara-perkara haram lainnya. ”maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?” yakni apakah kalian tidak mempunyai akal yang dengannya kalian menimbang apa yang semesitnya lebih dipentingkan, apa yang lebih berhak untuk diusahakan dan didahulukan? tugas akal adalah melihat kepada akibat dari sesuatu adapun orang yang berpandangan dangkal lagi pendek, dia tidak dapat meraih nikmat orang yang kekal, dimana akal dan pikirannya?
Sumber: https://tafsirweb.com/2623-surat-al-araf-ayat-169.html
Tafsir Al-Wajiz
169 Maka sesudah mereka datanglah generasi yang jahat, mereka yang mewarisi Taurat dari para pendahulu mereka. Mereka yang mengambil harta benda dunia berupa uang suap yang rendah dan memakan harta haram yang berlawanan dengan perintah Allah. Mereka menerjang hukum kitab Taurat, dan mereka menyangka bahwa mereka akan diampuni dan mengharap sesuatu yang salah.Jika mereka mendapat harta yang melenceng dari syariat mereka tetap mengambilnya, serta menyangka tetap akan diampuni. Al ‘ardl adalah kesenangan yang sementara. Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan sesuatu yang berkaitan dengan Allah kecuali yang benar saja, padahal mereka telah mempelajari, membaca, serta faham dan mengerti apa yang tersebut di dalam Taurat?.Mereka meninggalkan perintah itu atas dasar pengetahuan, bukan ketidaktahuan. Lalu bagaimana bisa mereka menyangka akan mendapat ampunan setelah mereka membangkang. Dan negeri akhirat itu lebih bagi mereka yang bertakwa dan berhati-hati atas hukuman-Nya.Maka apakah kamu sekalian tidak berfikir dan tidak mengerti?
Sumber: https://tafsirweb.com/2623-surat-al-araf-ayat-169.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 168-170 Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bahwa Dia mencerai-beraikan mereka di bumi menjadi berbagai golongan yaitu menjadi beberapa kelompok dan bagian sebagaimana Allah berfirman: (Dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israil, "Diamlah di negeri ini, maka apabila datang masa berbangkit, niscaya Kami datangkan kalian dalam keadaan bercampur-baur" (104)) (Surah Al-Isra) (di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian) yaitu di antara mereka ada orang baik, dan tidak baik.Sebagaimana ucapan jin: (Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda (11)) (Surah Al-Jin). (Dan Kami coba mereka) yaitu Kami menguji mereka (dengan (nikmat) yang baik dan (bencana) yang buruk-buruk. (Al-A'raf: 168) yaitu dengan kesejahteraan dan kesempitan, anjuran dan peringatan, serta kesehatan dan penyakit (agar mereka kembali (kepada kebenaran)) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka datanglah sesudah mereka generasi yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini).Allah سبحانه وتعالى berfirman bahwa setelah generasi yang di dalamnya terdapat orang shalih dan tidak baik itu datanglah generasi lain yang tidak ada kebaikan sama sekali di dalamnya, dan mereka mewarisi kitab itu, yaitu Taurat. Mujahid berkata mereka adalah orang-orang Nasrani. Dan bisa juga maknanya lebih umum daripada itu.(mereka mengambil harta dunia yang rendah ini) yaitu mereka menukar kebenaran yang harus disampaikan dan disiarkan dengan harta dunia.Lalu mereka menjanjikan terhadap diri sendiri bahwa mereka akan bertaubat. Dan setiap kali datang kepada mereka hal seperti yang pertama, mereka terjerumus ke dalamnya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya juga) Sebagaimana yang dikatakan oleh Sa'id bin Jubair,"Mereka melakukan dosa, kemudian meminta ampun kepada Allah dari dosa itu dan mengakui kesalahannya kepada Allah. dan jika tampak bagi mereka harta itu, maka mereka akan mengambilnya juga" Mujahid berkata tentang firrnan Allah سبحانه وتعالى: (mereka mengambil harta dunia yang rendah ini) dia berkata,”Tidak ada sesuatu apa pun dari perkara dunia yang tampak di hadapan mereka melainkan mereka mengambilnya, baik halal maupun haram, lalu mereka mengharapkan ampunan. )dan mereka berkata, Kami akan diberi ampun." Dan kelak jika datang kepada mereka harta dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga)) Qatadah berkata tentang ayat ini,"Benar, demi Allah, sungguh memang generasi yang jahat" (mereka mewarisi Kitab) setelah para nabi dan rasul mereka, Allah mewariskannya kepada mereka dan mengambil janji dari mereka.Allah سبحانه وتعالى berfirman di ayat lain (Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat) (Surah Maryam: 59) Allah berfirman: (mereka mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata, "Kami akan diberi ampun”) Mereka berangan-angan dengan angan-angan kosong terhadap Allah dan teperdaya (Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga)) Tidak ada sesuatu pun yang menyibukkan dan menghalangi mereka dari hal itu, setiap kali ada kesempatan bagi mereka perkara dunia, maka mereka memakannya, tanpa memperhatikan apakah itu halal ataupun haram.Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menyangkal perbuatan mereka, bersamaan dengan janji yang di ambil atas mereka yaitu agar menerangkan kebenaran kepada manusia dan tidak boleh menyembunyikannya. Sebagaimana firman Allah: (Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu), "Hendaklah kalian menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kalian menyembunyikannya," lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruknya tukaran yang mereka terima (187)) (Surah Ali Imran) Ibnu Juraij berkata bahwa Ibnu Abbas telah berkata tentang firmanNya: (Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecualiyang benar) dia berkata dalam apa yang mereka harapkan dari Allah, yaitu pengampunan dosa-dosa mereka dimana mereka masih mengulanginya dan tidak bertaubat.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan kampung akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?) Allah menganjurkan kepada mereka menyukai pahalaNya yang berlimpah dan memperingatkan mereka bencana dan hukumanNya, yaitu pahalaKu dan apa yang ada di sisiKu berupa kebaikan bagi orang-orang yang menghindari hal-hal yang diharamkan dan meninggalkan kemauan hawa nafsunya serta mau melakukan ketaatan kepada Tuhannya (Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?) Dia berfirman,”Apakah mereka yang menukar apa yang ada di sisiKu dengan harta dunia mempunyai akal yang mencegah perbuatan bodoh dan sia-sia yang mereka lakukan? Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tentang orang yang berpegang teguh kepada kitabNya yang menuntunnya untuk pengikut Rasulullah Muhammad ﷺ sebagaimana yang ada dalam kitab. Lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al-Kitab (Taurat)) yaitu berpegang teguh kepadanya, mengikuti perintah-perintahnya, dan meninggalkan hal-hal yang dilarang. (serta mendirikan salat (akan diberi pahala), karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan)
Sumber: https://tafsirweb.com/2623-surat-al-araf-ayat-169.html
Informasi
Surat
الاعراف (Al-A'raf)
Tempat Tertinggi — 206 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
169 dari 206 ayat
Juz
Juz 9
Halaman
Halaman 172
Ruku
Ruku 142
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 34 (68/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1123 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-7