الاعراف (Al-A'raf)

Per AyatMushaf
فَلَمَّآ
maka setelah
اٰتٰىهُمَا
(Allah) memberikan kepada keduanya
صَالِحًا
anak saleh
جَعَلَا
keduanya menjadikan
لَهٗ
bagiNya
شُرَكَاۤءَ
sekutu-sekutu
فِيْمَآ
terhadap apa
اٰتٰىهُمَا
(Allah) memberikan kepada keduanya
ۚفَتَعٰلَى
maka Maha Tinggi
اللّٰهُ
Allah
عَمَّا
dari apa
يُشْرِكُوْنَ
mereka sekutukan
﴿١٩٠﴾
Maka setelah Dia memberi keduanya seorang anak yang saleh, mereka menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya itu. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.
1144 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Sesudah Allah memberikan rizki kepada pasangan suami istri tersebut berupa anak shalih, mereka berdua justru mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah terhadap anak yang hanya Allah sendiri yang menciptakannya. Mereka menjadikan peribadahannya kepada selain Allah. Maka Maha tinggi Allah dan Maha suci dari segala sekutu.

Sumber: https://tafsirweb.com/2644-surat-al-araf-ayat-190.html

Tafsir as-Sa'di

190 “tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna” sesuai dengan permintaan mereka dan sempurnalah nikmat Allah padanya ”maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugrahkanNya kepada keduanya itu” yakni keduanya menjadikannya sekutu sekutu bagi Allah pada anak tersebut padahal yang menciptakannya, menganugerahkannya, dan membahagiakan kedua orang tuanya hanyalah Allah semata. maka keduanya menjadikannya sebagai hamba selain Allah, bisa memberinya nama dengan nama abd (hamba) yang disandarkan kepada selain Allah abdul haris, abdul uzza, abdul ka’bah, dan lain lain Dan bisa pula keduanya menyekutukan Allah dalam ibadah setelah Allah memberinya nikmat yang tidak seorang hambapun mampu menghitungnya. ini adalah perpindahan dari macam kepada jenis, karena asal pembicaran tentang jenis (yakni jenis manusia secara umum) dan tidak diragukan bahwa hal itu banyak terjadi pada keturunan adam dan hawwa. oleh karena itu Allah menetapkan kebatilan syirik atas mereka dan bahwa dalam hal itu mereka adalah orang orang zhalim dengan kezhaliman yang paling besar. Tiada beda antara syirik dalam ucapan dan syirik dalam perbuatan. Sesungguhnya dzat yang menciptakan mereka dari jiwa yang darinya Dia menciptakan istrinya dan menjadikan untuk mereka pasangan dari jenis mereka sendiri, kemudian menjadikan kasih sayang dan rasa cinta diantara mereka yang menjadikan sebagian merasa senang, cinta dan condong kepada sebagian yang lain, kemudian Dia membimbing mereka kepada apa yang dengannya syahwat kenikmatan, anak-anak dan keturunan bisa diraih, kemudian Dia menciptakan anak cucu di dalam Rahim ibu dalam jangka waktu tertentu yang diidam-idamkan oleh jiwa mereka dan mereka memohon kepada Allah agar melahirkannya dalam keadaan sehat dan selamat, lalu Allah menyempurnakan nikmat bagi mereka, serta mewujudkan keinginan mereka.Apakah Dia tidak berhak disembah tanpa disekutukan dengan sesuatu pun dalam ibadah kepadaNYa dengan mengihlaskan agama hanya kepadaNYa?

Sumber: https://tafsirweb.com/2644-surat-al-araf-ayat-190.html

Tafsir Al-Wajiz

190 Tatkala Allah memberi kepada suami istri (bukan Adam dan Hawa: keturunan Bani Adam) seorang anak yang sempurna, saleh dan sehat, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan dengan anak dan sekutu.

Sumber: https://tafsirweb.com/2644-surat-al-araf-ayat-190.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 189-190 Allah سبحانه وتعالى mengingatkan, bahwa sesungguhnya Dia telah menciptakan semua manusia dari nabi Adam. Dia menciptakan istrinya, yaitu Hawa, dari dirinya, kemudian Allah menyebarkan manusia dari keduanya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan: dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa) (Surah Al-Hujurat: 13) dan (Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri, dan darinya Allah menciptakan istrinya) (Surah An-Nisa: 1) dan di ayat ini Allah سبحانه وتعالى berfirman (dan darinya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya) yaitu agar dia terbiasa dan tentang dengan hal itu, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang) (Surah Ar-Rum: 21) Tidak ada keharmonisan antara dua jiwa yang lebih agung daripada keharmonisan antara suami istri.Oleh karena itu Allah menyebutkan bahwa terkadang seorang penyihir menggunakan tipu muslihatnya untuk memisahkan antara seseorang dengan pasangannya (Maka setelah dicampurinya) yaitu berhubungan dengannya (istrinya itu mengandung kandungan yang ringan) dan itu pada permulaan masa hamil, pada masa ini seorang wanita tidak merasakan sakit, karena sesungguhnya hanya berupa air mani, lalu gumpalan darah, kemudian segumpal daging. Terkait firman Allah: (dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu)) Mujahid berkata bahwa maknanya adalah dia melanjutkan kehamilannya. Qatadah berkata tentang firmanNya: (dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu)) yaitu kehamilannya mulai jelas.Ibnu Jarir berkata bahwa maknanya adalah dia terus menerus mengandung air itu dia membawa dan mengandungnya. Al-Hasan berkata,”Terjadilaah melalui hal itu anak cucu nabi Adam dan orang yang melakukan kemusyrikan di antara mereka setelahnya (maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan Allah kepada keduanya itu) Diriwayatkan dari Qatadah,"Al-Hasan berkata bahwa mereka adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani. Allah memberi rezeki mereka anak-anak, lalu mereka menjadikannya Yahudi dan Nasrani” Semua sanad ini shahih dari Al-Hasan, dan dia menafsirkan ayat ini dengan penafsiran itu, dan ini merupakan penafsiran yang paling baik dan paling utama tentang apa yang terkandung dalam ayat ini.Tidaklah yang dimaksud dari ayat ini melalui konteks ini dalah nabi Adam dan Hawa, melainkan maksudnya adalah orang-orang musyrik dari keturunannya. Penyebutan nabi Adam dan Hawa pada di awal merupakan seperti pengantar dari perkara dua orang. Hal ini seperti kelanjutan dari penyebutan seseorang dengan menyebutkan jenisnya Oleh karena itu Allah berfirman: (Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan) kemudian Allah berfirman:

Sumber: https://tafsirweb.com/2644-surat-al-araf-ayat-190.html

Informasi

Surat

الاعراف (Al-A'raf)

Tempat Tertinggi — 206 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

190 dari 206 ayat

Juz

Juz 9

Halaman

Halaman 175

Ruku

Ruku 145

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 35 (70/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1144 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-7