الانفال (Al-Anfal)

Per AyatMushaf
ذٰلِكَ
demikian itu
بِاَنَّهُمْ
karena sesungguhnya mereka
شَاۤقُّوا
mereka menentang
اللّٰهَ
Allah
وَرَسُوْلَهٗۚ
dan RasulNya
وَمَنْ
dan barang siapa
يُّشَاقِقِ
menentang
اللّٰهَ
Allah
وَرَسُوْلَهٗ
dan RasulNya
فَاِنَّ
maka sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
شَدِيْدُ
sangat keras
الْعِقَابِ
siksa
﴿١٣﴾
(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, sungguh, Allah sangat keras siksa-Nya.
1173 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Apa yang dialami oleh orang-orang kafir berupa pukulan terhadap kepala-kepala mereka, leher-leher mereka, dan ujung-ujung tubuh mereka, adalah disebabkan oleh penentangan mereka terhadap perintah Allah dan rasulNya. Dan barangsiapa menyelisihi perintah Allah dan RasulNYa, maka sesungguhnya Allah itu amat pedih siksaanNya bagi orang tersebut di dunia dan akhirat.

Sumber: https://tafsirweb.com/2879-surat-al-anfal-ayat-13.html

Tafsir as-Sa'di

13. hal itu karena orang orang kafir itu menentang Allah dan rasulNya yakni memerangi dan memusuhi secara terang terangan. ”dan barangsiapa menentang Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaanNya.” di antara siksaanNya pada orang orang kafir adalah kemenangan yang diberikanNya kepada orang orang yang beriman atas mereka dan pembunuhan terhadap mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/2879-surat-al-anfal-ayat-13.html

Tafsir Al-Wajiz

13 Ketentuan yang demikian itu adalah untuk orang-orang musyrik karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya dengan mengusir orang-orang mukmin dari tempat tinggal mereka. Barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya

Sumber: https://tafsirweb.com/2879-surat-al-anfal-ayat-13.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 11-14 Allah سبحانه وتعالى mengingatkan mereka atas nikmat yang telah Dia berikan kepada mereka, yaitu rasa kantuk yang memberi mereka rasa aman dari ketakutan yang mereka alami karena banyaknya musuh mereka dan sedikitnya jumlah mereka. Demikianlah yang dilakukan Allah سبحانه وتعالى kepada mereka pada saat perang Uhud sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kemudian setelah kalian berduka cita Allah menurunkan kepada kalian keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kalian, sedangkan segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri) (Surah Ali Imran: 154), Abu Thalhah berkata,”Aku adalah salah orang yang menerima rasa kantuk itu pada perang Uhud, dan sungguh pedangku terjatuh berkali-kali dari tanganku.Pedangku jatuh dan aku mengambilnya, dan aku melihat mereka menelentangkan tubuh mereka, di bawah tamengnya. Terkait firman Allah سبحانه وتعالى: (dan Allah menurunkan kepada kalian hujan dari langit) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Nabi ﷺ ketika berangkat menuju perang Badar dan orang-orang musyrik berada di antara mereka dan mata air terdapat gundukan pasir, dan orang-orang muslim sangat lemah, lalu setan memasukkan pada hati mereka kebencian di antara mereka dan membisikkan godaan di antara mereka seraya berkata,"Kalian mengakui bahwa kalian adalah kekasih-kekasih Allah, dan di antara kalian terdapat Rasulallah, dan orang-orang musyrik bisa mengalahkan kalian dalam menguasai mata air; dan kalian shalat dalam keadaan junub" Lalu Allah menurunkan hujan yang sangat lebat kepada mereka, sehingga orang-orang muslim minum dan bersuci. Dan Allah menghilangkan godaan setan dari mereka, dan memadatkan tanah berpasir itu ketika terkena hujan, dan orang-orang dan hewan-hewan kendaraan mereka bisa berjalan.Allah memberikan bala bantuan kepada nabiNya ﷺ dan orang-orang mukmin dengan seribu malaikat. Malaikat Jibril bersama lima ratus malaikat di sisi satu beliau, dan di malaikat Mikail dengan lima ratus malaikat di sisi lainnya. Pendapat yang lebih baik dari ini adalah apa yang diriwayatkan oleh Imam Muhammad bin Ishaq bin Yasar, penulis kitab Al-Magazi; telah bercerita kepadaku Yazid bin Ruman, dari Urwah bin Az-Zubair, dia berkata,”Allah menurunkan hujan dari langit dan lembah itu dalam keadaan kering.Lalu Rasulullah ﷺ dan para sahabat beliau diguyur hujan yang tanah mereka menjadi padat dan tidak menghalangi mereka untuk berjalan. Dan orang-orang musyrik itu ditimpa sesuatu yang membuat mereka kesulitan bergerak. Mujahid berkata bahwa Allah menurunkan hujan kepada orang-orang muslim sebelum rasa kantuk menyerang mereka.Dengan hujan itu, debunya menghilang, tanahnya mengeras, hati mereka menjadi senang dan kaki mereka menjadi kokoh. Firman Allah: (untuk menyucikan kalian dengan hujan itu) yaitu dari hadas kecil atau hadas besar, itu adalah penyucian bagian luar (dan menghilangkan dari kalian gangguan-gangguan setan) yaitu dari bisikan dan gangguannya yang buruk, dan ini merupakan penyucian batin. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang hak penduduk surga: (Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak) (Surah Al-Insan:21) Ini merupakan perhiasan bagian luar (dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih) (Surah Al-Insan: 21) yaitu menyucikan apa yang ada pada mereka berupa kebencian, kedengkian, atau permusuhan, dan itu merupakan, perhiasan batin dan penyuciannya (dan untuk menguatkan hati kalian) yaitu dengan kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi musuh.Hal ini merupakan keberanian batin (dan untuk memperteguh dengannya telapak kaki(kalian)) Ini merupakan keberanian bagian luar, Hanya Allah yang lebih mengetahui. Firman Allah: ((Ingatlah) ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku bersama kalian, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman”) Ini merupakan nikmat tersembunyi yang ditampakkan Allah kepada mereka agar mereka bersyukur atas itu, yaitu bahwa Allah سبحانه وتعالى memerintahkan para malaikat yang Dia turunkan untuk menolong NabiNya, agamaNya, dan tentaraNya yaitu, orang-orang mukmin, Dia menitipkan sesuatu antara Dia dan mereka untuk agar orang-orang yang beriman memperteguh mereka. Firman Allah: (Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang yang kafir) yaitu teguhkanlah dan kuatkanlah jiwa kalian wahai orang-orang mukmin atas musuh-musuh kalian, yang mana itu merupakan perintahKu kepada kalian.Aku akan menimpakan ketakutan, kehinaan, dan kerendahan kepada orang-orang yang menentang perintahKu dan mendustakan RasulKu (maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka) yaitu penggallah kepala mereka lalu belahlah, penggallah leher mereka dan putuskanlah, serta tebaslah jari-jari tangan dan kaki mereka. Para mufasir berbeda pendapat tentang makna: (bagian atas lehernya) Dikatakan bahwa maknanya adalah pukullah kepala mereka. Pendapat ini dikatakan oleh Ikrimah.Dikatakan bahwa makna “di atas leher” adalah batang leher. Pendapat ini dikatakan oleh Adh-Dhahhak dan ‘Athiyyah Al-Aufi. Pengertian ini diperkuat bahwa Allah سبحانه وتعالى membimbing orang-orang mukmin dalam firmanNya: (Apabila kalian bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang), maka pancunglah batang leher mereka.Sehingga apabila kalian telah mengalahkan mereka, maka tawanlah mereka) (Surah Muhammad: 4) Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka) Ibnu Jarir berkata bahwa maknanya adalah pukullah musuh kalian wahai orang-orang mukmin di setiap ujung dan sendi jari-jari tangan dan kaki mereka. dan “Al-banan” adalah bentuk jamak dari “banaanah", sebagaimana seorang penyair berkata: Aduhai, seandainya saja sebuah jariku terputus, dan aku menjumpainya dalam rumah itu dalam keadaan terjaga dan waspada.Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka) yaitu “Al-Banan” adalah pada ujung jari mereka. Demikian juga dikatakan oleh Adh-Dhahhak dan Ibnu Juraij. As-Suddi berkata bahwa “al-banan” adalah ujung jari, Dikatakan juga yaitu setiap persendian.Ikrimah, ‘Athiyah Al-Aufi, dan Adh-Dhahhak berkata dalam riwayat,"Setiap persendian." Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: ((Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya) yaitu mereka menentang keduanya, sehingga mereka berjalan dalam keadaan membangkang, meninggalkan syariat, keimanan dan tidak mengikutinya dalam keadaan membangkang. Hal itu juga diambil dari kata “syaqqul ‘asha” yaitu membelahnya menjadi dua. (Dan barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya) yaitu Dia adalah yang menuntut atas orang yang menentang dan membangkang terhadapNya. Tidak ada sesuatu pun yang luput dariNya, dan tidak ada yang dapat bertahan terhadap murkaNya.Maha suci dan Maha tinggi Allah, tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia. (Itulah (hukuman dunia yang ditimpakan atas kalian), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang yang kafir itu ada (lagi) azab neraka (14)) Ini ditujukan untuk orang-orang kafir yaitu rasakanlah siksa dan hukuman dunia ini; dan ketahuilah juga bahwa bagi orang-orang kafir itu azab neraka di akhirat.

Sumber: https://tafsirweb.com/2879-surat-al-anfal-ayat-13.html

Informasi

Surat

الانفال (Al-Anfal)

Rampasan Perang — 75 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

13 dari 75 ayat

Juz

Juz 9

Halaman

Halaman 178

Ruku

Ruku 147

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 36 (71/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1173 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-8