الانفال (Al-Anfal)

Per AyatMushaf
وَمَا
dan tidak
كَانَ
adalah
اللّٰهُ
Allah
لِيُعَذِّبَهُمْ
akan mengazab mereka
وَاَنْتَ
dan/sedang kamu
فِيْهِمْۚ
diantara mereka
وَمَا
dan tidak
كَانَ
adalah
اللّٰهُ
Allah
مُعَذِّبَهُمْ
mengazab mereka
وَهُمْ
dan/sedang mereka
يَسْتَغْفِرُوْنَ
mereka meminta ampun
﴿٣٣﴾
Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.
1193 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan sekali-kali Allah tidaklah menyiksa kaum musyrikin itu, sedang kamu wahai rasul, masih berada ditengah mereka, dan Allah tidak menyiksa mereka, ketika mereka beristigfar memohon ampunan (kepada Allah) dari dosa-dosa mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/2899-surat-al-anfal-ayat-33.html

Tafsir as-Sa'di

33 seandainya Allah menyegerakan azabNya niscaya tiada yang tertinggal akan tetapi Allah menunda azabNya disebabkan oleh keberadaan Rasulullah diantara mereka. Dia berfirman ”dan Allah sekali kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada diantara mereka” keberadaan Rasulullah diantara mereka adalah pelindung dari azab. Dan dengan perkataan yang mereka ucapkan secara terbuka di depan khalayak, mereka menyadari keburukannya, mereka khawatir ia akan menimpa mereka, maka mereka memohon ampun kepada Allah.Oleh karena itu Dia berfirman ”dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun” ini adalah pencegah azab dari mereka padahal sebab sebab turunnya azab itu telah tercapai.

Sumber: https://tafsirweb.com/2899-surat-al-anfal-ayat-33.html

Tafsir Al-Wajiz

33 Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka sesuai apa yang mereka minta, sedang kamu berada di antara mereka. Ini sebagai penghormatan kepadamu. Dan Allah juga tidak akan mengazab mereka di Makkah, sedang mereka masih meminta ampun sambil bertawaf dan berkata mengelilingi Ka’bah: Kami memohon ampunan-Mu.Maksudnya bahwa di sana ada orang-orang muslim yang senantiasa meminta ampun kepada Allah. Ayat ini turun ketika Abu Jahal bin Hisyam berkata: “Ya Allah jika ....” akhir ayat turun ketika orang-orang musyrik tawaf di Ka’bah dengan berkata: Kami memohon ampun, kami memohon ampun.

Sumber: https://tafsirweb.com/2899-surat-al-anfal-ayat-33.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 31-33 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang kekufuran, kesombongan, pembangkangan, keingkaran, dan seruan orang-orang Quraisy yang bathil ketika mendengar ayat-ayatNya dibacakan kepada mereka, sehingga mereka berkata: (Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menghendaki, niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini) Demikianlah perkataan mereka yang hanya perkataan saja tanpa perbuatan. Jika tidak demikian maka mereka menentangnya bukan sekali untuk mendatangkan surah seperti Al-Qur'an, dan mereka tidak menemukan jalan untuk melakukan itu. Sesungguhnya ucapan mereka ini untuk menipu diri mereka sendiri dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam kebathilan itu.Makna firman Allah: (dongengan-dongengan orang-orang purbakala) itu adalah bentuk jamak dari kata “Ushtuurah” yaitu kitab-kitab mereka, lalu dia mengutipnya, mempelajarinya, lalu membacakannya kepada orang-orang. Ini adalah dusta yang murni. Sebagaimana yang diberitahukan Allah tentang mereka dalam ayat lain: (Dan mereka berkata, "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang” (5) Katakanlah, "Al-Qur’an itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi.Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (6)) (Surah Al-Furqan) yaitu bagi orang yang bertaubat dan kembali kepadaNya, maka sesungguhnya Dia menerima taubatnya dan memaafkannya.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan (ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, "ya Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih" (32)) Hal ini karena dahsyatnya kebodohan mereka dan kerasnya pendustaan, pembangkangan, dan keingkaran mereka. Ini adalah sesuatu untuk menghinakan mereka. dan yang lebih utama bagi mereka adalah berkata,"Ya Allah, jika Al-Qur'an ini adalah kebenaran dari sisiMu, maka berilah kami petunjuk kepadanya dan berilah kami taufik untuk mengikutinya" Akan tetapi, mereka meminta keputusan dan meminta agar siksaan itu dipercepat dan didahulukan untuk mereka, sebagaimana firmanNya: (Dan mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Kalau tidaklah karena waktu yang telah ditetapkan, benar-benar telah datang azab kepada mereka, dan azab itu benar-benar akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadarinya (53)) (Surah Al-Ankabut) dan (Dan mereka berkata.”Ya Tuhan kami. cepatkanlah untuk kami azab yang diperuntukkan pada kami sebelum hari berhisab" (16)) (Surah Shad) Demikian juga dikatakan oleh orang-orang bodoh dari umat-umat terdahulu, sebagaimana yang dikatakan oleh kaum nabi Syu'aib: (Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar (187) (Surah Asy-Syu'ara’) Dia berkata kepada mereka: (Ya Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih) Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa dia adalah Abu Jahal bin Hisyam, dia berkata: (Ya Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini, dialah yang benar dari sisiMu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih) Lalu turunlah ayat: (Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka sedangkan kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun (33)).Firman Allah (Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka sedangkan kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun (33)) Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa orang-orang musyrik melakukan thawaf di Baitullah dan berkata,"Ya Allah, Kami penuhi panggilanMu. Kami penuhi panggilanMu, tidak ada sekutu bagiMu" Lalu Nabi ﷺ bersabda,"Ya, ya." Mereka juga berkata,"Ya Allah, Kami penuhi panggilanMu. Kami penuhi panggilanMu, tidak ada sekutu bagiMu, kecuali sekutu yang menjadi milikMu.Engkau memilikinya, dan dia tidak memiliki" Lalu mereka berkata"AmpunanMu, ampunanMu" Lalu Allah سبحانه وتعالى menurunkan firmanNya: (Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan engkau berada di antara mereka) Ibnu Abbas berkata bahwa di antara mereka terdapat dua keamanan, yaitu Nabi ﷺ dan permohonan ampun. Setelah Nabi ﷺ pergi, maka yang tersisa adalah permohonan ampun. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan kamu berada di antara mereka) dia berkata,”Allah tidak mengazab suatu kaum, sedangkan nabi-nabi mereka berada di antara mereka, sehingga Allah mengeluarkan nabi-nabi itu dari mereka.Kemudian dia berkata tentang firmanNya: (Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun) dia berkata bahwa di antara mereka terdapat orang yang telah ditetapkan Allah masuk dalam keimanan, dan dia memohon ampunan, yaitu melakukan shalat, yaitu penduduk Makkah. Pendapat semacam itu diriwayatkan dari Mujahid, Ikrimah, ‘Athiyyah Al-Aufi, Sa'id bin Jubair, dan As-Suddi.

Sumber: https://tafsirweb.com/2899-surat-al-anfal-ayat-33.html

Informasi

Surat

الانفال (Al-Anfal)

Rampasan Perang — 75 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

33 dari 75 ayat

Juz

Juz 9

Halaman

Halaman 180

Ruku

Ruku 149

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 36 (72/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1193 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-8