البقرة (Al-Baqarah)
Per AyatMushaf
وَقَالَتِ
dan berkata
الْيَهُوْدُ
orang Yahudi
لَيْسَتِ
tidak mempunyai
النَّصٰرٰى
Nasrani
عَلٰى
atas
شَيْءٍۖ
sesuatu
وَّقَالَتِ
dan berkata
النَّصٰرٰى
Nasrani
لَيْسَتِ
tidak mempunyai
الْيَهُوْدُ
orang Yahudi
عَلٰى
atas
شَيْءٍۙ
sesuatu
وَّهُمْ
dan mereka
يَتْلُوْنَ
mereka membaca
الْكِتٰبَۗ
Kitab
كَذٰلِكَ
seperti demikian
قَالَ
berkata
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
لَا
tidak
يَعْلَمُوْنَ
mereka mengetahui
مِثْلَ
seperti
قَوْلِهِمْ
ucapan mereka
ۚ
فَاللّٰهُ
maka Allah
يَحْكُمُ
Dia mengadili
بَيْنَهُمْ
diantara mereka
يَوْمَ
hari
الْقِيٰمَةِ
kiamat
فِيْمَا
didalam apa
كَانُوْا
adalah mereka
فِيْهِ
didalamnya
يَخْتَلِفُوْنَ
mereka perselisihkan
﴿١١٣﴾
Dan orang Yahudi berkata, “Orang Nasrani itu tidak memiliki sesuatu (pegangan),” dan orang-orang Nasrani (juga) berkata, “Orang-orang Yahudi tidak memiliki sesuatu (pegangan),” padahal mereka membaca Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak berilmu, berkata seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili mereka pada hari Kiamat, tentang apa yang mereka perselisihkan.
120 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan orang-orang Yahudi berkata, “orang-orang Nasrani itu sedikitpun tidak berada di atas ajaran agama yang benar”. Demikian pula kaum Nasrani mengatakan itu terhadap kaum Yahudi padahal mereka semua membaca Taurat dan Injil yang didalamnya termuat kewajiban beriman kepada seluruh Nabi. Begitu pula orang-orang yang tidak mengetahui dari kalangan kaum musyrikin Arab dan lainnya mengatakan ungkapan serupa dengan mereka, maksudnya mereka berkata kepada setiap penganut agama, “kamu tidak berada di atas asas yang benar sedikitpun”.Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari kiamat tentang apa apa yang mereka perselisihkan dalam perkara agama, dan masing-masing akan dibalas sesuai dengan perbuatannya.
Sumber: https://tafsirweb.com/534-surat-al-baqarah-ayat-113.html
Tafsir as-Sa'di
113. Yang demikian itu disebabkan karena orang-orang ahli kitab menyimpan hawa nafsu dan dengki yang besar hingga sebagian mereka menyesatkan sebagian lain, dan sebagian lagi mengkafirkan sebagian lain sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak membaca dan menulis dari kaum Musyrikin Arab dan selainnya, setiap kelompok menyesatkan kelompok lainnya. Dan Allah akan menghakimi di antara kelompok-kelompok yang bertikai itu dengan ketetapnNya yang adil yang telah dikabarkan kepada hamba-hambaNya, maka tidaklah ada keberhasilan dan tidak juga ada keselamatan kecuali bagi orang yang mempercayai seluruh Rosul dan nabi, dan mentaati perintah-perintah Rabbnya, menjauhi larangan-laranganNya; sedangkan orang yang selain mereka, maka dia termasuk yang binasa.
Sumber: https://tafsirweb.com/534-surat-al-baqarah-ayat-113.html
Tafsir Al-Wajiz
Seluruh kelompok Yahudi dan Nasrani menuduh kelompok selain mereka adalah salah. Padahal, yang benar adalah bahwa setiap keterangan dari kitab yang diturunkan adalah saling membenarkan satu sama lain. Yang lebih buruk dari itu, ada orang-orang musyrik yang bodoh yang berkata, padahal dia tidak mempunyai ilmu dan juga tidak mempunyai kitab.Mereka berkata: “Mereka itu semua (Yahudi dan Nasrani) bukanlah penyeru kepada agama yang benar sama sekali.” Sesungguhnya, kelak pada hari kiamat Allah Maha memberi putusan tentang klaim-klaim sepihak perihal agama yang manusia perselisihkan. Allah akan tunjukkan kepada mereka kebenaran tentang hal yang mereka perdebatkan. Sebab turunnya ayat ini adalah ketika Yahudi Madinah dan Nasrani Najran saling berdebat.Kaum Yahudi berkata: “Kalian (orang Nasrani) tidak punya pegangan atas agama yang benar.” Orang Yahudi mengingkari kenabian Isa dan kitab Injil. Adapun orang Nasrani juga berkata: “Kalian (orang Yahudi) tidak punya pegangan atas agama yang benar.” Orang Nasrani juga tidak percaya terhadap kenabian nabi Musa dan kitab Taurat. Maka turunlah ayat ini.
Sumber: https://tafsirweb.com/534-surat-al-baqarah-ayat-113.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 111-113 Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kesombongan orang Yahudi dan Nasrani terhadap keyakinan mereka, di mana setiap golongan dari mereka mengklaim bahwa hanya mereka yang akan masuk surga dengan berpegang teguh pada agama mereka masing-masing, sebagaimana Allah telah memberitahukan tentang mereka dalam Surah Al-Ma'idah, bahwa mereka berkata: (Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya) (Surah Al-Maidah: 18) Lalu Allah سبحانه وتعالى membantah mereka dengan fakta bahwa Dia akan menghukum mereka atas dosa-dosa mereka.Bahkan jika klaim mereka benar, maka keadaan seharusnya tidak seperti itu. Sebagaimana mereka juga telah mengklaim bahwa mereka tidak akan merasakan api neraka kecuali hanya selama beberapa hari saja, kemudian mereka akan dipindahkan ke surga. Lalu Allah سبحانه وتعالى menolak klaim ini Demikianlah Allah berfirman kepada mereka terkait klaim yang mereka buat tanpa dasar, bukti, dan keterangan.Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Demikian itu (hanya) angan-angan mereka). Abu Al-'Aliyah berkata, yaitu angan-angan yang mereka buat kepada Allah tanpa dasar yang benar. Qatadah dan Ar-Rabi' bin Anas juga mengungkapkan hal yang serupa.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah), yaitu katakanlah nabi Muhammad. (Tunjukkanlah bukti kebenaranmu) Abu Al-'Aliyah, Mujahid, As-Suddi, dan Ar-Rabi' bin Anas berkata maknanya yaitu hujjah kalian Qatadah menyatakan: "Buktikan klaim kalian atas hal tersebut" (jika kamu adalah orang yang benar) yaitu terkait klaim yang kalian buat. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: ((Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan) yaitu maknanya siapansaja yang ikhlas beramal hanya kepada Allah bahwa tidak ada sekutu bagiNya, Hal ini sesuai dengan firman Allah سبحانه وتعالى: (Maka jika mereka berbantah (denganmu), katakanlah: (Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku) (Surah Al-Imran: 20) Abu Al-’Aliyah dan Ar-Rabi’ berkata tentang ayat: ((Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah) yang siapa yang ikhlas (beribadah) hanya kepada Allah.Sa'id bin Jubair berkata: (bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri) yaitu ikhlas (pandangannya) yaitu agamanya, (dan dia berbuat kebajikan) yaitu dia mengikuti ajaran yang baik. Dan terkait firmanNya: (maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati) yaitu Allah menjamin bagi mereka pahala, dan memberi mereka rasa aman dari bahaya yang mereka takuti, (dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka) pada masa depan mereka, (dan tidak (pula) mereka bersedih hati) atas apa yang telah mereka tinggalkan, sebagaimana dikatakan oleh Sa'id bin Jubair bahwa (dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka) itu di akhirat dan (dan tidak (pula) yaitu mereka bersedih hati bersedih terhadap kematian. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan," padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab) menjelaskan bahwa Dia menunjukkan pertentangan, permusuhan, dan pembangkangan mereka satu sama lain, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abbas bahwa ketika orang Nasrani dari Najran menghadap Rasulullah ﷺ, lalu beberapa orang alim dari orang Yahudi hadir, maka mereka akan bertengkar di hadapan Rasulullah ﷺ.Lalu Rafi’ bin Huraimilah berkata, "Kalian tidak memiliki dasar apa-apa”, sedangkan dia mengkafirkan nabi Isa عليه السلام dan Injil. Seorang laki-laki dari kalangan Nasrani Najran berkata kepada orang-orang Yahudi, "Kalian tidak memiliki dasar apa-apa," dan dia mengingkari kenabian Musa عليه السلام dan mengingkari Taurat. Maka Allah menurunkan ayat ini untuk merespon ungkapan mereka: (Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan," padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab) maknanya yaitubahwa keduanya membaca isi yang terkandung dalam kitab mereka, tetapi mengingkari apa yang diyakini oleh agama yang lain, yaitu orang-orang Yahudi mengungkari nabi Isa, sedangkan mereka mempunyai kitab taurat yang di dalamnya terdapat kandungan bahwa Allah telah mengambil perjanjian atas mereka melalui lisan nabi Musa عليه السلام untuk meyakini nabi Isa عليه السلام.Sedangkan dalam Injil yang dibawa oleh nabi Isa itu terdapat kandungan untuk meyakini nabi Musa عليه السلام dan apa yang dia bawa berupa Taurat itu dari sisi Allah. Dan mereka saling mengingkari apa yang ada pada temannya. Qatadah berkata terkait (orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan") betul; dahulu orang-orang Nasrani berpegang pada sesuatu, tetapi mereka kemudian berbuat bid’ah dan berselisih (dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan,") betul; dahulu orang-orang Yahudi berpegang pada sesuatu, tetapi mereka kemudian berbuat bid’ah dan berselisih.Ungkapan ini menunjukkan bahwa kedua kelompok ini sebenarnya mengatakan yang benar mengenai tuduhan yang dilayangkan oleh kelompok yang lain. Namun, tampilan konteks ayat ini menunjukkan celaan terhadap mereka atas ucapan tanpa dasar mereka tentang kebenaran dari sesuatu yang berbeda dengan tuduhan itu. Oleh karena itu, Allah berfirman: (padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab) maknanya yaitu mereka membaca Kitab, namun tidak mengetahuan hukum Taurat dan Injil yang masing-masing dari keduanya pernah diwajibkan pada waktu tertentu, namun mereka mengimpang dari keduanya, membalas orang yang berbuat kerusakan dengan perbuatan kerusakan lain, sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah dalam riwayat pertama tentang tafsirnya, dan hanya Allah yang lebih Mengetahui.Firman Allah: (Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu) menjelaskan kebodohan orang Yahudi dan Nasrani tentang apa yang mereka sampaikan dalam perdebatan mereka. Ini merupakan bentuk sindiran dan petunjuk. Ada perbedaan pendapat mengenai orang yang disebut dalam firman Allah: (orang-orang yang tidak mengetahui), Ar-Rabi' bin Anas dan Qatadah mengatakan bahwa (Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui) artinya orang-orang Nasrani mengatakan hal yang sama dengan perkataan orang-orang Yahudi.Ibnu Juraij berkata: Aku bertanya kepada 'Atha': “Siapakah orang-orang yang tidak mengetahui itu? Dia menjawab, "Umat-umat yang ada sebelum orang-orang Yahudi dan Nasrani, sebelum Taurat dan Injil." Al-Suddi berkata: (Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui) artinya adalah orang Arab. Mereka berkata, "Muhammad itu tidak memiliki dasar apa-apa" Abu Ja'far bin Jarir memilih pendapat bahwa pendapat-pendapat ini merujuk pada sesuatu yang umum yang mencakup semua kelompok yang tidak memiliki pengetahuan, dan dalil yang pasti untuk mendukung salah satu dari pendapat-pendapat ini, sehingga pemahaman yang mencakup semua kemungkinan adalah lebih tepat, dan hanya Allah yang lebih mengetahui.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari Kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya) yaitu bahwa Allah akan mengumpulkan mereka semua pada hari kiamat lalu memisahkan mereka sesuai ketentuanNya yang adil dimana Dia tidak akan sewenang-wenang di dalamnya dan tidak akan berlaku zalim bahkan seberat dzarah. Ayat ini seperti firman Allah dalam surah Al-Hajj (Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi-iin orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu (17)) (Surah Al-Hajj) dan (Katakanlah: "Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dialah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui" (26)) (Surah As-Saba’)
Sumber: https://tafsirweb.com/534-surat-al-baqarah-ayat-113.html
Informasi
Surat
البقرة (Al-Baqarah)
Sapi — 286 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
113 dari 286 ayat
Juz
Juz 1
Halaman
Halaman 18
Ruku
Ruku 15
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 4 (7/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-120 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-2