الانفال (Al-Anfal)
Per AyatMushaf
۞
وَاِنْ
dan jika
جَنَحُوْا
mereka condong
لِلسَّلْمِ
untuk/kepada perdamaian
فَاجْنَحْ
maka hendaklah kamu condong
لَهَا
kepadanya
وَتَوَكَّلْ
dan bertawakkallah
عَلَى
atas/kepada
اللّٰهِ
Allah
ۗاِنَّهٗ
sesunguhnya Dia
هُوَ
Dia
السَّمِيْعُ
Maha Mendengar
الْعَلِيْمُ
Maha Mengetahui
﴿٦١﴾
Tetapi jika mereka condong kepada perdamaian, maka terimalah dan bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
1221 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan bila mereka condong untuk meninggalkan peperangan dan berkeinginan untuk menjalin perdamian dengan kalian, maka condonglah kepada hal itu (wahai nabi), dan serahkan urusanmu kepada Allah dan percayalah kepadaNya. Sesungguhnya Dia maha mendengar ucapan-ucapan mereka lagi mahamengetahui niat-niat mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/2927-surat-al-anfal-ayat-61.html
Tafsir as-Sa'di
61. Allah berfirman “dan jika mereka condong”, yakni orang-orang kafir yang memerangi kaum Muslimin.Yakni mereka condong kepada kedamaian dan genjatan senjata, “ maka condonglah kepadanya dan bertakwalah kepada Allah.” Yakni, ikutilah keinginan mereka dan bertakwalah kepada Allah karena hal itu mengandung banyak faidah, diantaranya kedamaian adalah tuntutan disetiap waktu, jika mereka yang memulai dalam hal itu maka harus diikuti. Di antara faidah lainya adalah, hal itu memberi waktu bagi pasukan Muslim untuk menyusun kekuatan dan mempersiapkan diri untuk waktu berikutnya jika diperlukan. Di antara faidahnya pula adalah, bahwa jika kamu berdamai dan masing-masing pihak mengetahui apa yang ada pada selainya, maka Islam adalah agama yang tinggi dan tidak ada yang di atasnya.Siapapun yang mempuyai akal dan ilmu, jika memang dia itu obyektip, maka dia pasti akan mengutamakan agama Islam daripada agama lainnya, karena keindahan Islam dan perintahnya dan larangan, dalam pergaulan dalam makhluk, dan dalam keadilan. Dan bahwa tidak ada kezhaliman dan aniaya sedikitpun dalam agama Islam, maka dalam kondisi tersebut akan muncul simpatisan dan pengikut dalam jumlah yang banyak, sehingga perdamaian itu menjadi batu loncatan orang-orang Muslim untuk mengalahkan orang-orang kafir.
Sumber: https://tafsirweb.com/2927-surat-al-anfal-ayat-61.html
Tafsir Al-Wajiz
61 Jika mereka condong untuk melakukan perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar segala perkataan lagi Maha Mengetahui segala perbuatan dan maksud hati.
Sumber: https://tafsirweb.com/2927-surat-al-anfal-ayat-61.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 61-63 Allah berfirman berfirman,”Jika kamu khawatir terhadap pengkhianatan suatu kaum, maka kembalikanlah perjanjian mereka kepada mereka secara jujur.Jika mereka tetap terus memerangi dan memusuhimu, maka perangilah mereka" (dan jika mereka condong) yaitu cenderung (kepada perdamaian) yaitu perdamaian dan mengadakan gencatan senjata (maka condonglah kepadanya) yaitu cenderunglah kepadanya dan terimalah hal itu dari mereka. Oleh karena itu, ketika orang-orang musyrik pada tahun perjanjian Hudaibiyyah mengajukan perdamaian pada tahun kesembilan antara mereka dan Rasulallah ﷺ, lalu beliau menerima hal itu dengan persyaratan lain yang diajukan mereka Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan bertawakallah kepada Allah) yaitu lakukanlah perjanjian perdamaian dengan mereka dan berserah dirilah kepada Allah, karena sesungguhnya Allahlah Yang mencukupi dan menolong kalian, sekalipun mereka bermaksud melakukan tipu muslihat dalam perdamaian itu, yaitu untuk menghimpun kekuatan dan melakukan: (maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindung kalian)) yaitu Dialah yang mencukupi kalian. Kemudian Dia menyebutkan nikmatNya yang telah Dia berikan kepada orang-orang mukmin dari kalangan kaum Muhajirin dan Anshar.Dia berfirman : (Dialah yang memperkuat kalian dengan pertolongan-Nya dan dengan orang-orang mukmin (62) dan yang mempersatukan hati mereka) yaitu mengumpulkannya untuk beriman, taat, menolong dan membantumu (Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka) aitu telah ada permusuhan dan kebencian di antara mereka. Orang-orang Anshar di masa Jahiliah sering berperang di antara mereka, yaitu suku Aus dan suku Khazraj. Terjadi juga berbagai peristiwa yang mengakibatkan keburukan, sehingga Allah memadamkan itu dengan cahaya keimanan, sebagaimana Allah berfirman: (dan ingatlah akan nikmat Allah kepada kalian ketika kalian dahulu (masa Jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah menjinakkan antara hati kalian, lalu menjadikan kalian karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara, dan kalian telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian darinya.Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kalian, agar kalian mendapat petunjuk (103)) (Surah Ali Imran) Oleh karena itu Allah berfirman: (tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha perkasa lagi Maha bijaksana) yaitu Maha perkasa dari semua sisi, sehingga DIa tidak mengecewakan harapan orang-orang yang berserah diri kepadaNya, dan Maha bijaksana dalam semua perbuatan dan hukum-hukumNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/2927-surat-al-anfal-ayat-61.html
Informasi
Surat
الانفال (Al-Anfal)
Rampasan Perang — 75 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
61 dari 75 ayat
Juz
Juz 10
Halaman
Halaman 184
Ruku
Ruku 153
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 37 (74/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1221 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-8