الانفال (Al-Anfal)
Per AyatMushaf
وَالَّذِيْنَ
dan orang-orang yang
اٰمَنُوْا
beriman
مِنْۢ
dari
بَعْدُ
sesudah itu
وَهَاجَرُوْا
dan mereka berhijrah
وَجَاهَدُوْا
dan mereka berjihad
مَعَكُمْ
bersamamu
فَاُولٰۤىِٕكَ
maka mereka itu
مِنْكُمْۗ
dari kamu
وَاُولُوا
dan orang mempunyai
الْاَرْحَامِ
hubungan kerabat
بَعْضُهُمْ
sebagian mereka
اَوْلٰى
lebih utama
بِبَعْضٍ
dengan sebagian yang lain
فِيْ
di dalam
كِتٰبِ
Kitab
اللّٰهِ
Allah
ۗاِنَّ
sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
بِكُلِّ
dengan segala
شَيْءٍ
sesuatu
عَلِيْمٌ
Maha Mengetahui
ࣖ
﴿٧٥﴾
Dan orang-orang yang beriman setelah itu, kemudian berhijrah dan berjihad bersamamu maka mereka termasuk golonganmu. Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) menurut Kitab Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
1235 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan orang-orang yang beriman setelah kaum muhajirin dan Anshar, mereka berhijrah dan berjihad bersama kalian di jalan Allah, maka mereka itu termasuk dari golongan kalian (wahai kaum mukminin); mereka mendapatkan hak yang sama dengan yang kalian terima dan mereka menanggung kewajiban yang sama dengan yang menjadi tanggungan kalian. Dan orang-orang yang saling memiliki hubungan kekerabatan, sebagian mereka lebih berhak kepada yang lain dalam urusan warisan yang ada di dalam hukum Allah dibandingkan orang-orang muslim pada umumnya. Sesungguhnya Allah maha mengetahui segala sesuatu, mengetahui apa-apa yang bermaslahat bagi hamba hambaNya seperti penetapan hak mewarisi bagi sebagian dari sebagian yang lain yang terkait hubungan kerabat dan pernasaban, bukan saling mewarisi atas dasar sumpah, dan hubungan lainya, yang dahulu terjadi pada permulaan perkembangan islam.
Sumber: https://tafsirweb.com/2941-surat-al-anfal-ayat-75.html
Tafsir as-Sa'di
75. Begitu pula orang-orang yang datang sesudah para Muhajirin dan Anshar tersebut dari kalangan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, dia beriman, berhijrah dan berjihad di jalan Allah, “maka orang-orang itu termasuk golonganmu (juga).” Untuk mereka apa yang menjadi hakmu, atas mereka apa yang menjadi kewajibanmu. Inilah muwalah imaniyah (loyalitas keimanan) yang mana di awal Islam ia memiliki pengaruh dan dampak positif yang sangat besar, sampai-sampai Nabi mempersaudarakan di antara orang-orang Muhajirin dengan orang-orang Anshar dengan persaudaraan yang khusus, selain persaudaraan iman yang umum, bahkan mereka saling mewarisi satu sama lain dengan persaudaraan tersebut.Lalu Allah menurunkan, “orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah,” maka yang mewarisi hanyalah kerabatnya dari Ashabah dan Ashabul Furudh, jika tidak ada, maka kerabat terdekatnya dari Dzawil Arham, sebagiamana hal itu di tujukan oleh keumunan ayat yang mulia. FirmanNya, “Di dalam kitab Allah.” Yakni, di dalam hukum dan syariatNya. “Sesungguhnya Allah Mengetahui Segala Sesuatu.” Yang diantaranya adalah keadaanymu, yang mana Allah memberlakukan syariat-syariat agamanya yang cocok dan sesuai denganNya. Selesai tafsir surat Al-Anfal.Segala puji bagi Allah dan segala karunia hanya dariNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/2941-surat-al-anfal-ayat-75.html
Tafsir Al-Wajiz
75 Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya kemudian berhijrah dari negeri kafir setelah ada perjanjian Huadibiyah pada tahun keenam, serta berjihad bersamamu maka orang-orang itu termasuk golonganmu juga. Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya daripada yang bukan kerabat di dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.Dari Allah-lah pemindahan perintah hijrah menjadi perintah untuk menyambung silaturrahim, dan pentingnya kerabat dalam surat Annisa. Ada seorang laki-laki yang berjanji kepada seorang laki-laki. Aku akan mewarisimu jika engkau mewarisiku dengan bersumpah.Maka turunlah ayat dan orang-orang yang memiliki hubungan silaturrahmi. Ayat ini telah dinaskh dengan ayat hijrah dan ayat mempererat persaudaraan
Sumber: https://tafsirweb.com/2941-surat-al-anfal-ayat-75.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 74-75 Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan hukum orang-orang mukmin di dunia, lalu Allah menghubungkannya dengan apa yang mereka dapatkan di akhirat. Lalu Allah memberitahukan sesuatu tentang mereka dengan hakikat keimanan, sebagaimana apa yang disebutkan pada permulaan surah bahwa Allah akan membalas mereka dengan ampunan dan pemaafan dari dosa-dosa mereka, jika ada dan dengan rezeki yang mulia, yaitu rezeki yang baik, mulia, berlimpah, dan terus-menerus selamanya, tidak pernah terputus dan tidak pernah habis serta tidak pernah membosankan karena kebaikan dan keberagamannya. Kemudian Allah menyebutkan bahwa para pengikut mereka di dunia atas jejak mereka dalam keimanan dan amal shalih, maka akan bersama mereka di akhirat, sebagaimana ALlah سبحانه وتعالى berfirman: (Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai) (Surah At-Taubah: 100) Adapun firman Allah: (Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah) yaitu di dalam hukum Allah, dan bukanlah makna yang dimaksud dengan firmanNya: (Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat) itu khusus seperti yang digunakan oleh ulama ahli faraid yang menetapkan hal itu untuk kerabat yang tidak mempunyai bagian tertentu, bukan pula termasuk 'asabah, melainkan mereka mewarisi melalui orang yang mewariskan, seperti bibi dan paman dari pihak ibu, bibi dari pihak ayah, anak-anak dari anak perempuan, anak-anak saudara perempuan, dan lainnya yang memiliki hubungan seperti mereka.Sebagaimana sebagian ulama yang menggunakan ayat ini sebagai hujjah dan meyakini bahwa hal itu merupakan sesuatu yang jelas. tentang masalah itu, tetapi kebenaran itu mencakup semua kerabat, sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Al-Hasan. Qatadah, dan lainnya bahwa ayat ini mensasakh hukum mewarisi atas dasar teman dan saudara yang saling mewarisi seperti yang pernah diberlakukan pada permulaan Islam. Berdasarkan hal ini maka ayat ini mencakup orang yang memiliki hubungan dengan pengertian khusus.Ulama yang tidak mewariskannya berpegang kepada dalil-dalil lain dan dalil mereka yang paling kuat adalah hadits,”Sesungguhnya Allah telah memberikan hak waris kepada setiap orang yang berhak menerimanya maka tidak ada lagi wasiat kepada ahli waris”
Sumber: https://tafsirweb.com/2941-surat-al-anfal-ayat-75.html
Informasi
Surat
الانفال (Al-Anfal)
Rampasan Perang — 75 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
75 dari 75 ayat
Juz
Juz 10
Halaman
Halaman 186
Ruku
Ruku 155
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 37 (74/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1235 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-8