التوبة (At-Taubah)
Per AyatMushaf
يٰٓاَيُّهَا
wahai
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوْا
beriman
لَا
jangan
تَتَّخِذُوْٓا
kamu mengambil/menjadikan
اٰبَاۤءَكُمْ
bapak-bapakmu
وَاِخْوَانَكُمْ
dan saudara-saudaramu
اَوْلِيَاۤءَ
pemimpin
اِنِ
jika
اسْتَحَبُّوا
mereka menginginkan/menyukai
الْكُفْرَ
kekafiran
عَلَى
atas
الْاِيْمَانِۗ
keimanan
وَمَنْ
dan siapa
يَّتَوَلَّهُمْ
menjadikan mereka pemimpin
مِّنْكُمْ
diantara kamu
فَاُولٰۤىِٕكَ
maka mereka itu
هُمُ
mereka
الظّٰلِمُوْنَ
orang-orang yang zalim
﴿٢٣﴾
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai pelindung, jika mereka lebih menyukai kekafiran daripada keimanan. Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
1258 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya serta melaksanakan syariatNya, janganlah kalian menjadikan kaum kerabat kalian (seperti ayah, saudara dan yang lainnya) sebagai pemimpin-pemimpin yang kalian membocorkan kepada mereka rahasia-rahasia kaum muslimin dan bertukar pikiran dengan mereka dalam urusan-urusan kalian, selama mereka masih bertahan di atas kekafiran dan memusuhi islam. Dan barangsiapa yang menjadikan mereka sebagai pemimpin dan memberikan kasih sayang kepada mereka, sungguh dia telah bermaksiat kepada Allah dan menzhalimi diri sendiri dengan kezhaliman yang besar.
Sumber: https://tafsirweb.com/3039-surat-at-taubah-ayat-23.html
Tafsir as-Sa'di
23. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman,” lakukanlah tuntutan iman dengan berwala’ kepada yang menunaikannya dan bermu’adah kepada yang tidak menunaikannya.Dan “janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu,” yang merupakan orang terdekat, lebih-lebih selainnya, janganlah kamu menjadikan mereka “pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan.” Yakni memilih dengan sukarela “kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” Karena mereka berani bermaksiat kepada Allah dan menjadikan musuh-musuh Allah sebagai pemimpin-pemimpin. Pada asalnya, arti al-Wilayah adalah kecintaan dan pertolongan, dan disini dinyatakan demikian karena menjadikan mereka pemimpin-pemimpin melazimkan sifat mendahulukan ketaatan dan kecintaan kepada mereka di atas ketaatan dan kecintaan kepada Allah dan RasulNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3039-surat-at-taubah-ayat-23.html
Tafsir Al-Wajiz
23 Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu menjadi walimu atas rahasia kalian, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan kepada Allah dan rasul-Nya dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, dan lebih rela dari pada menjadikan orang mukmin sebagai wali maka mereka itulah orang-orang yang zalim atas diri mereka sendiri, dan ridho kepada pelaku kesyirikan. Ayat ini turun untuk orang yang mempengaruhi istri, keluarga dan anaknya dan duduk bersama mereka, dan tidak hijrah dari Makkah menuju Madinah, sebab menurut mereka itu melelahkan bagi mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/3039-surat-at-taubah-ayat-23.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 23-24 Allah سبحانه وتعالى memerintahkan agar membedakan diri dengan orang-orang kafir, sekalipun mereka adalah bapak dan anak. Allah melarang untuk menjadikan mereka sebagai pemimpin, (jika mereka lebih menyukai) yaitu mereka memilih (kekafiran daripada keimanan) Allah mengancam atas tindakan itu, sebagaimana firmanNya: (Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Dan dimasuk-kan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai) (Surah Al-Mujadilah: 22) Kemudian AllahSWT memerintahkan kepada Rasulallah ﷺ untuk mengancam orang yang mementingkan keluarga dan kerabatnya daripada Allah, Rasulallah dan berjihad di jalanNya.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah, "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan) yaitu kalian mengusahakan dan menghasilkannya (perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai) yaitu kalian sukai karena kebaikan dan keindahannya. yaitu jika semua itu: (lebih kalian sukai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (daripada) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah) yaitu tunggulah apakah yang menimpa kalian berupa siksaan dan hukumanNya. Oleh karena itu, Allah berfirman: (sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik) Disebutkan dalam hadits shahih dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersabda,”Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaanNya, tidaklah beriman seseorang di antara kalian sebelum diriku ini lebih dicintai olehnya daripada orang tuanya, anak-anaknya, dan semua orang” Diriwayatkan dari Ibnu Umar, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,”Apabila kalian melakukan transaksi barang dagangan, dan kalian mengikuti ekor sapi, serta kalian puas dengan pertanian, sedangkan kalian meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menguasakan kehinaan atas kalian yang tidak dapat dicabut, kecuali jika kalian kembali kepada agama kalian”
Sumber: https://tafsirweb.com/3039-surat-at-taubah-ayat-23.html
Informasi
Surat
التوبة (At-Taubah)
Pengampunan — 129 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
23 dari 129 ayat
Juz
Juz 10
Halaman
Halaman 190
Ruku
Ruku 158
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 38 (76/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1258 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-9