التوبة (At-Taubah)
Per AyatMushaf
يَحْلِفُوْنَ
mereka akan bersumpah
لَكُمْ
bagi kalian
لِتَرْضَوْا
supaya kamu ridho
عَنْهُمْ
dari/kepada mereka
ۚفَاِنْ
maka jika
تَرْضَوْا
kamu ridho
عَنْهُمْ
dari/kepada mereka
فَاِنَّ
maka jika
اللّٰهَ
Allah
لَا
tidak
يَرْضٰى
Dia ridho
عَنِ
dari/kepada
الْقَوْمِ
kaum
الْفٰسِقِيْنَ
orang-orang yang fasik
﴿٩٦﴾
Mereka akan bersumpah kepadamu agar kamu bersedia menerima mereka. Tetapi sekalipun kamu menerima mereka, Allah tidak akan rida kepada orang-orang yang fasik.
1331 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang munafik akan bersumoah dengan dusta di hadapan kalian (wahai kaum mukminin) agar kalian menerima mereka, dan jika kalian menerima mereka (karena kalian tidak mengetahui kedustaan mereka), maka sesungguhnya Allah tidak meridhai mereka dan kaum selain mereka yang terus menerus diatas kefasikan dan keluar dari ketaatan kepadaNya dan dari ketaatan kepada Rasulnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3112-surat-at-taubah-ayat-96.html
Tafsir as-Sa'di
96. FirmanNya, “Mereka akan bersumpah kepadamu, agar kamu ridha kepada mereka.” Yakni mereka juga mempunyai maksud yang lain darimu di samping agar kamu meridhai mereka seolah-olah mereka itu tidak melakukan dosa apa-apa. “Tetapi jika sekiranya kamu ridha kepada mereka, maka sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu.” Yakni, maka tidak sepantasnya bagimu hai orang-orang yang beriman meridhai orang yang tidak diridhai Allah, bahkan kamu harus mengikuti Rabbmu dalam sikap ridha dan marah. Perhatikanlah bagaimana Allah berfirman, “Maka sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu.” Dan tidak berkata, “Maka sesungguhnya Allah tidak meridhai mereka.” Ini untuk menunjukkan bahwa pintu taubat masih tetap terbuka, selama mereka atau siapa pun bertaubat, maka Allah akan mengampuni dan meridhai mereka.Akan tetapi selama mereka itu tetap fasik, selama itu Allah tidak meridhai mereka karena adanya penghalang bagi ridhaNya, yaitu menyimpangnya mereka dari iman dan ketaatan yang diridhai Allah kepada syirik, nifak, dan maksiat yang dibenci Allah. Alhasil dari apa yang disebutkan oleh Allah adalah bahwa orang-orang munafik yang tidak berangkat berjihad tanpa alasan, jika mereka meminta maaf kepada orang-orang Mukmin dan mereka mengakui mempunyai alasan dalam ketidak berangkatannya, maksud orang-orang munafik adalah agar kamu berpaling dari mereka (yakni, membiarkan mereka) dan meridhai serta menerima alasan mereka. Adapun memaklumi dan meridhai mereka, maka janganlah dilakukan, karena mereka tidak memiliki kecintaan dan kehormatan.Adapun berpaling dari mereka, maka orang-orang yang beriman berpaling dari mereka seperti orang-orang Mukmin berpaling dari perkara-perkara buruk dan kotor. Ayat-ayat ini mengandung penetapan sifat Kalam bagi Allah pada FirmanNya, "(karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya" (At-Taubah:94). Ayat-ayat ini juga mengandung penetapan perbuatan ikhtiari bagi Allah yang terlaksana dengan kodrat dan kehendakNya, sebagaimana terkandung dalam Firman Allah di atas dan dalam FirmanNya, "Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu" (At-Taubah:94) Allah memberitahukan bahwa Allah dan RasulNya akan melihatnya setelah ia terjadi.Dan di dalam ayat ini juga terdapat penetapan sifat ridha bagi Allah kepada orang-orang yang baik dan sifat marah serta murkaNya kepada orang-orang fasik.
Sumber: https://tafsirweb.com/3112-surat-at-taubah-ayat-96.html
Tafsir Al-Wajiz
96. Wahai orang-orang mukmin, mereka itu bersumpah kepada kalian dengan iman yang palsu untuk meminta keridhaan kalian dan agar tetap bisa berinteraksi dengan kalian. Jika kalian meridhai dan memaafkan mereka maka sesungguhnya Allah itu marah terhadap kaum yang murtad dan tidak mau menaatiNya sehingga keridhaan kalian tidak berguna bagi mereka
Sumber: https://tafsirweb.com/3112-surat-at-taubah-ayat-96.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 94-96 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang orang-orang munafik, bahwa mereka ketika orang yang berjihad kembali ke Madinah, mereka mengemukakan alasan (Katakanlah, "Janganlah kalian mengemukakan uzur, kami tidak percaya lagi kepada kalian) yaitu kami tidak akan percaya kepada kalian (karena sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami tentang rahasia-rahasia kalian) yaitu Allah telah memberitahu kami keadaan kalian (Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaan kalian) Amal perbuatan kalian akan tampak bagi orang-orang di dunia (kemudian kalian dikembalikan kepada Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan") Lalu Allah memberitahukan tentang amal perbuatan kalian baik berupa kebaikan maupun keburukannya, dan Dia akan membalas kalian. Kemudian Allah memberitahu tentang mereka, bahwa mereka akan bersumpah kepada kalian seraya mengemukakan alasan agar kalian berpaling dari mereka dan tidak menegur mereka. (Maka berpalinglah kalian dari mereka) sebagai penghinaan kepada mereka (karena sesungguhnya mereka itu adalah najis) batin dan keyakinan mereka itu kotor dan najis (dan tempat mereka) kelak di akhirat mereka ( adalah neraka Jahanam sebagai balasan dari apa yang dahulu biasa mereka kerjakan) yaitu berupa dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan. Allah memberitahukan bahwa jika orang-orang mukmin ridha dengan sikap mereka karena sumpah mereka kepada orang-orang mukmin: (maka sesungguhnya Allah tidak rida kepada orang-orang yang fasik itu) yaitu menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan Rasulallah."Fasik adalah “menyimpang”. Di antaranya dinamai hewan yang fasik karena keluar dari liangnya untuk menimbulkan kerusakan. Dikatakan “fasaqat ar-rathbah” ketika buah kurma keluar dari kelopak mayangnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3112-surat-at-taubah-ayat-96.html
Informasi
Surat
التوبة (At-Taubah)
Pengampunan — 129 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
96 dari 129 ayat
Juz
Juz 11
Halaman
Halaman 202
Ruku
Ruku 167
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 41 (81/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1331 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-9