التوبة (At-Taubah)
Per AyatMushaf
وَمِنَ
dan diantara
الْاَعْرَابِ
orang-orang Arab dusun
مَنْ
orang
يُّؤْمِنُ
ia beriman
بِاللّٰهِ
kepada Allah
وَالْيَوْمِ
dan hari
الْاٰخِرِ
kemudian/akhir
وَيَتَّخِذُ
dan ia mengambil/memandang
مَا
apa
يُنْفِقُ
ia nafkahkan
قُرُبٰتٍ
pendekatan
عِنْدَ
disisi
اللّٰهِ
Allah
وَصَلَوٰتِ
dan salawat/doa
الرَّسُوْلِ
Rasul
ۗ
اَلَآ
ketahuilah
اِنَّهَا
sesungguhnya itu
قُرْبَةٌ
pendekatan
لَّهُمْ
bagi mereka
ۗ
سَيُدْخِلُهُمُ
akan memasukkan mereka
اللّٰهُ
Allah
فِيْ
didalam
رَحْمَتِهٖ
rahmatNya
ۗاِنَّ
sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
غَفُوْرٌ
Maha Pengampun
رَّحِيْمٌ
Maha Penyayang
ࣖ
﴿٩٩﴾
Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai jalan mendekatkan kepada Allah dan sebagai jalan untuk (memperoleh) doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya infak itu suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga)-Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
1334 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan diantara orang-orang Badui, ada yang beriman kepada Allah dan mengakui kesaanNya dan Hari kebangkitan setelah kematian, juga pahala dan siksaan serta dia mengharap pahala dari apa yang mereka infakan berupa harta benda dan memerangi kaum musyrikin, dengan mengharap ridha Allah dan cintaNya dengan itu, dan menjadikanya sebagai sarana untuk mengharp doa kebaikan dari Rasul baginya. Ketahuilah, sesungguhnya amal-amal ini akan mendekatkan diri mereka kepada Allah Allah akan memasukan mereka ke syurgaNya. Sesungguhnya Dia Maha pengampun terhadap dosa-dosa yang mereka perbuat, jugaMaha penyayang terhadap mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/3115-surat-at-taubah-ayat-99.html
Tafsir as-Sa'di
99. Namun tidak semua orang-orang Arab Badui itu tercela, di antara mereka “ada orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian.” Maka dia selamat dari kekufuran dan kemunafikan dan melakukan tuntutan iman. “Dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah.” Yakni, dia berharap pahala dari Allah dengan infaknya dan mencari Wajah Allah serta kedekatan kepadaNya. “Dan” menjadikannya sebagai jalan untuk memperoleh doa “Rasul.” Dan permohonan keberkahan (kepada Allah) untuk mereka. Allah berfirman menjelaskan manfaat doa Rasul. “Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah).” Mendekatkan mereka kepada Allah, mengembangkan harta mereka dan memberkahinya. “Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (Surga) Nya”, dalam golongan hamba-hambaNya yang shalih. “Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Dia mengampuni dosa-dosa besar bagi yang bertaubat kepadaNya, menaungi hamba-hambaNya dengan rahmatNya yang meliputi segala sesuatu dan mengkhususkan hamba-hambaNya yang beriman dengan rahmatNya yang membimbing mereka kepada kebaikan, melindungi mereka dari penyimpangan, serta memberi mereka balasan yang besar.Ayat ini mengandung dalil bahwa orang-orang Arab Badui sama dengan orang-orang kota. Di antara mereka ada yang tercela dan ada yang terpuji. Allah tidak mencela mereka hanya karena mereka arab badui, akan tetapi karena meninggalkan perintah-perintah Allah dan mereka kemungkinan besar melakukan itu.Di antaranya: bahwa kekufuran dan kemunafikan dapat bertambah dan berkurang, menguat dan melemah, berdasarkan kondisi. Di antaranya: Keutamaan ilmu, dan bahwa orang yang tidak berilmu lebih dekat kepada keburukan daripada orang yang berilmu, karena Allah mencela orang-orang Arab Badui dan menyatakan bahwa mereka lebiih keras kekufuran dan kemunafikannya serta menjelaskan penyebabnya dan bahwa mereka layak untuk tidak mengetahui hukum-hukum yang Allah turunkan kepada Rasul Nya. Di antaranya: Bahwa ilmu bermanfat yang merupakan ilmu yang paling bermanfaat adalah mengetahui hukum-hukum yang diturunkan oleh Allah kepada RasulNya yang meliputi dasar-dasar dan cabang agama seperti mengetahui batasan-batasan Iman, Islam, Ihsan, takwa, keberuntungan, ketaatan, kebaikan, berbuat baik, silaturahim, kekufuran, kemunafikan, kefasikan, kemaksiatan, zina, khamar, riba dan lain-lain, karena dengan mengetahuinya ia bisa dilaksanakan jika ia diperintahkan dan dijauhi jika ia adalah larangan, serta memungkinkan pula untuk memerintahkannya atau melarangnya.Di antaranya juga: Hendaknya seorang hamba yang beriman melaksanakan hak-haknya dengan lapang dada, jiwa tentram, berusaha meraih untung dan tidak merugi.
Sumber: https://tafsirweb.com/3115-surat-at-taubah-ayat-99.html
Tafsir Al-Wajiz
99. Dan ada jenis kedua dari orang Baduwi seperti kabilah Juhainah dan Muzainah. Mereka beriman kepada Allah dan akhirat.Mereka menjadikan infak mereka di jalan Allah sebagai wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى dan agar dimintakan ampun dan didoakan kebaikan oleh rasulullah. Ingatlah sesungguhnya nafkah dan permohonan doa mereka kepada rasul sebagai jalan mendekat (kepada Allah) itu diterima di sisi Allah سبحانه وتعالى. Allah akan memasukkan mereka ke dalam surgaNya yang luas.Sesungghnya Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang bagi orang-orang yang taat. Ayat ini turun terkait Bani Muqarrin yang mana diturunkan ayat tentang mereka yaitu ayat {Wa laa ‘alalladziina Idza maa atauka litahmilahum} [At-Taubah ayat 92]
Sumber: https://tafsirweb.com/3115-surat-at-taubah-ayat-99.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 97-99 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa di antara orang-orang Arab Badui itu ada orang-orang kafir, orang-orang munafik, dan orang-orang mukmin. Dan kekufuran dan kemunafikan pada mereka itu lebih besar, lebih dahsyat dan lebih dominan daripada yang lainnya. yaitu mereka tidak mengetahui hukum-hukum yang telah diturunkan Allah kepada RasulNya. Berdasarkan sifat keras dan kasar penduduk Badui, maka Allah tidak mengutus seorang rasul pun dari kalangan mereka, dan sesungguhnya pengutusan itu hanya terjadi di kalangan penduduk kota, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk kota) (Surah Yusuf: 109) Dan ketika orang Arab Badui itu memberikan hadiah kepada Rasulullah ﷺ, maka Rasulullah ﷺ membalasnya berlipat ganda sampai dia puas.Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya aku berniat untuk tidak menerima suatu hadiah pun kecuali dari orang Quraisy, atau orang Tsaqafi atau orang Anshar atau orang Dausiy” karena mereka tinggal di kota-kota, yaitu Makkah, Thaif, Madinah, dan Yaman. Mereka lebih lembut akhlaknya daripada orang-orang Arab Badui, karena wataknya orang-orang Arab Badui itu kasar. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) yaitu Maha Mengetahui orang yang pantas Dia ajari keimanan dan ilmu, dan Maha Bijaksana dalam pembagian ilmu, kebodohan, keimanan, kekufuran, dan kemunafikan di antara hamba-hambaNya.Tidak ada yang meminta pertanggungjawaban kepadaNya tentang apa yang Dia perbuat karena ilmu dan kebijaksanaanNya. Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa di antara mereka: (ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya) yaitu di jalan Allah (sebagai suatu kerugian) yaitu kebangkrutan dan kerugian (dan dia menanti-nanti mara bahaya menimpa kalian) yaitu menunggu kalian ditimpa kejadian dan malapetaka (merekalah yang akan ditimpa mara bahaya) yaitu sebaliknya menimpa mereka dan keburukan mengelilingi mereka (Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) yaitu Maha Mendengar doa hamba-hambaNya, dan Maha Mengetahui siapa yang layak mendapat kemenangan dan siapa yang layak mendapat kehinaan. Firman Allah: (Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul) Ini merupakan golongan yang terpuji dari kalangan orang-orang Arab Badui.Mereka adalah orang-orang yang menjadikan harta yang mereka nafkahkan di jalan Allah sebagai sesuatu untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah, dan mereka berharap dengan itu untuk mendapatkan doa Rasulallah untuk mereka (Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah)) yaitu ketahuilah bahwa hal itu mereka dapatkan (Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga)-Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)
Sumber: https://tafsirweb.com/3115-surat-at-taubah-ayat-99.html
Informasi
Surat
التوبة (At-Taubah)
Pengampunan — 129 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
99 dari 129 ayat
Juz
Juz 11
Halaman
Halaman 202
Ruku
Ruku 167
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 41 (81/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1334 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-9