التوبة (At-Taubah)
Per AyatMushaf
اَلَمْ
apakah tidak
يَعْلَمُوْٓا
mereka mengetahui
اَنَّ
bahwasanya
اللّٰهَ
Allah
هُوَ
Dia
يَقْبَلُ
Dia menerima
التَّوْبَةَ
taubat
عَنْ
dari
عِبَادِهٖ
hamba-hambaNya
وَيَأْخُذُ
dan Dia mengambil
الصَّدَقٰتِ
sedekah
وَاَنَّ
dan bahwasanya
اللّٰهَ
Allah
هُوَ
Dia
التَّوَّابُ
Maha Penerima taubat
الرَّحِيْمُ
Maha Penyayang
﴿١٠٤﴾
Tidakkah mereka mengetahui, bahwa Allah menerima tobat hamba-hamba-Nya dan menerima zakat(nya), dan bahwa Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang?
1339 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Apakah tidak mengetahui orang-orang yang tidak turut dalam jihad dan orang-orang yang lainnya bahwa sesungguhnya Allah semata yang menerima taubat-taubat hamba-hambaNYa, dan menerima zakat-zakat serta memberikan pahalanya, dan sesungguhnya Allah, Dia lah Dzat yang maha menerima taubat hamba-hambaNya bila mereka mau kemabali taat kepadaNya, mahapenyayang kepada mereka apabila mereka berinabah(kembali) menuju keridhaannya?
Sumber: https://tafsirweb.com/3120-surat-at-taubah-ayat-104.html
Tafsir as-Sa'di
104. Yakni, apakah mereka tidak mengetahui rahmat Allah yang luas dan karuniaNya yang menyeluruh, dan bahwa Dia “menerima taubat dari hamba-hambaNya”, yang bertaubat dari dosa apa pun, bahkan Dia berbahagia karena taubat hambaNya jika dia bertaubat dengan kebahagiaan yang besar, “dan menerima zakat”, dari mereka , yakni menerima, dan mengambilnya dengan Tangan KananNya. Maka Dia menumbuhkannya seperti seorang laki-laki menumbuhkan anak kudanya, sehingga satu biji kurma bisa menjadi seperti gunung yang besar.Lalu, bagaimana dengan yang lebih besar dan lebih banyak dari itu? “Dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?” yakni banyak mengampuni orang-orang yang bertaubat. Siapa yang bertaubat kepadaNya, maka Allah akan menerima taubatnya, meskipun kemaksiatan yang dilakukannya berulang-ulang. Dan Allah tidak akan merasa bosan memberi ampun kepada hamba-hambaNya sehingga mereka sendiri yang merasa bosan dan menolak kecuali menjauh dan menghindar dari pintuNya sambil berkawan dengan musuh mereka. “Maha Penyayang”, yang rahmatNya meliputi segala sesuatu dan Dia menetapkannya untuk orang-orang yang bertakwa, membayar zakat, beriman kepada ayat-ayatNya, dan mengikuti RasulNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3120-surat-at-taubah-ayat-104.html
Tafsir Al-Wajiz
104. Apakah orang-orang yang bertaubat dan orang-orang mukmin itu tahu bahwa Allah menerima taubat yang benar dari hambaNya yang mau bertaubat, karena ketidakbutuhanNya dari ketaatan dan pengabaiannya terhadap kemaksiatan. Dan Allah menerima sedekah mereka dan melipatgandakan pahalanya.Dan sesungguhnya Allah itu Maha Menerima Taubat dan Maha Penyayang bagi orang yang bertaubat.
Sumber: https://tafsirweb.com/3120-surat-at-taubah-ayat-104.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 103-104 Allah Swt. memerintahkan Rasulallah ﷺ untuk mengambil zakat dari harta mereka untuk membersihkan dan menyucikan mereka. Hal ini umum, meskipun sebagian ulama mengembalikan dhamir pada kata “amwalihim” kepada orang-orang yang mengakui dosa-dosa mereka dan yang mencampurbaurkan amal shalh dan amal buruk. Oleh karena itu ada sebagian orang yang enggan membayar zakat dari orang-orang Arab Badui meyakini bahwa pembayaran zakat kepada imam itu tidak ada, melainkan hanya khusus untuk Rasulullah ﷺ.Oleh karena itu mereka berhujjah dengan firman Allah سبحانه وتعالى: (Ambillah zakat dari sebagian harta mereka) Penafsiran dan pemahaman yang rusak ini dijawab oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq dan para sahabat dan memerangi mereka, sehingga mereka membayar zakatnya kepada khalifah, sebagaimana mereka membayarnya kepada Rasulullah ﷺ sehingga Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata,”Demi Allah, seandainya mereka membangkang terhadapku, tidak mau menunaikan zakat ternak untanya yang biasa mereka tunaikan kepada Rasulullah ﷺ, maka sungguh aku benar-benar akan memerangi mereka karena pembangkangannya itu. Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan berdoalah untuk mereka) yaitu berdoalah dan mohonkanlah ampun untuk mereka. Sebagaimana yang diriwayatkan Imam Muslim dalam hadits shahih dari Abdullah bin Abu Aufa, dia berkata bahwa Nabi ﷺ ketika menerima zakat dari suatu kaum, beliau berdoa untuk mereka.Lalu datanglah ayahku dengan membawa zakatnya, lalu Rasulullah ﷺ berdoa,”Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada keluarga Abu Aufa” Firman Allah (Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka) Sebagian ulama membacanya (shalawaatika) dalam bentuk jamak, dan lainnya membaca (shalaataka) dalam bentuk mufrad ((menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka) Ibnu Abbas berkat,”Rahmat bagi mereka” dan Qatadah berkata,”Ketenangan”. Firman Allah: (Dan Allah Maha Mendengar) kepada doamu (lagi Maha Mengetahui) yaitu orang yang layak mendapatkan hal itu darimu dan orang yang layak mendapatkan. Firman Allah: (Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hambaNya dan menerima zakat) Ini adalah dorongan untuk bertaubat dan menunaikan zakat yang keduanya masing-masing menghapuskan dan menghilangkan dosa-dosa.Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa setiap orang yang bertaubat kepadaNya, maka Dia menerima taubatnya. dan siapa saja yang menunaikan zakat dari usaha yang halal, sesungguhnya Allah menerimanya dengan tangan kananNya, lalu Dia memeliharanya untuk pemiliknya, hingga sebiji buah kurma menjadi seperti bukit Uhud.
Sumber: https://tafsirweb.com/3120-surat-at-taubah-ayat-104.html
Informasi
Surat
التوبة (At-Taubah)
Pengampunan — 129 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
104 dari 129 ayat
Juz
Juz 11
Halaman
Halaman 203
Ruku
Ruku 168
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 41 (81/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1339 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-9